Di Kabupaten Serang, Banten, Quran Dibakar Di Dua Masjid Berbeda

Serang, Mukminun.com – Beberapa simbol Islam seperti Al-Quran, Sajadah, dan Kitab pengangan khatib di dua masjid berbeda di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, kedapatan dibakar oleh seseorang pada Kamis (14/02/2013) dini hari.

Lokasi pembakaran simbol-simbol suci agama Islam tersebut terjadi di dua masjid berbeda yang lokasinya hanya terpaut satu kilometer satu dari yang lainnya, yakni Masjid Al-Ma’mur di Desa Mekarbaru dan Masjid Uswatun Hasanah di Desa Sindangsari.

Keduanya terletak di satu kecamatan yang sama, yakni kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Insiden penistaan simbol-simbol Islam tersebut pertama kali diketahui oleh seorang sopir truk yang melintasi Masjid Al-Ma’mur di Jalan Petir-Serang pada Kamis (14/02/2013) dini hari pukul 01.00 WIB.

Sontak sang sopir truk kemudian menghentikan laju kendaraannya dan membangunkan Mimi, salah satu warga yang tinggal di sekitar Masjid Al-Ma’mur.

Berkat kesigapan warga sekitar, api yang berkobar dari pembakaran Quran dan Sajadah tersebut tidak sempat membesar dan menghanguskan masjid.

Meski begitu, kejadian serupa yang terjadi di Masjid Uswatun Khasanah baru diketahui pada pukul 04.30 ketika Akhsani, salah seorang takmir masjid, hendak menjalankan ibadah shalat Subuh.

Menurut keterangan yang dihimpun oleh Fesbuk Banten News, dalam insiden penistaan Quran tersebut juga terdapat coretan tangan dari lumpur berbunyi “Aing Yahya” (Aku Yahya) yang terdapat di tembok kedua masjid tersebut.

Lebih lanjut warga sekitar menaksir bahwa insiden pembakaran simbol-simbol Islam tersebut dilakukan oleh seorang warga sekitar yang bernama Yahya, yang kedapatan menderita stress berat sejak tahun 2008 silam.

Warga juga menambahkan bahwa Yahya menderita stress akibat cintanya terhadap Neti gadis idamannya harus kandas di tengah jalan.

Di kesempatan yang sama, Neti yang ditanya oleh wartawan mengatakan bahwa Yahya sempat melakukan aksi penyerangan di pesta pernikahan Neti yang akhirnya dipersunting oleh pria lain.

Kapolres Serang, AKBP Ady Soeseno berjanji akan mengusut tuntas insiden pembakaran simbol-simbol Islam tersebut, meski pelaku insiden tersebut dinilai mengalami gangguan jiwa.

“Walaupun pelakunya dikabarkan mengidap gangguan jiwa, tetap akan kita kejar. Setelah kita tangkap, nanti akan kita periksakan ke dokter ahli kejiwaan,” tutur Kapolres Serang AKBP Ady Soeseno. Wallahu’alam bish shawwab. (Fesbukbantennews/Mukminun)