Latest Post

Kata-kata Bijak, Mutiara Hikmah Islam 28 November 2014

on Friday, November 28, 2014 | 6:59 am

Dari Kinanah bin Jibillah As-Sullami, diriwayatkan bahwa ia berkata:

Apabila engkau melihat orang yang lebih tua umurnya darimu, katakanlah (kepada dirimu):

“Orang ini sudah mendahuluiku dalam beriman dan beramal shalih, ia tentu lebih baik dariku.”

Apabila engkau melihat orang yang lebih muda umurnya darimu, katakanlah (kepada dirimu):

“Aku telah mendahuluinya berbuat dosa dan kemaksiatan, ia tentu lebih baik dariku.”

Apabila engkau melihat sahabat-sahabatmu menghormati dan memuliakanmu, katakanlah (kepada dirimu):

“Ini adalah keutamaan yang akan diperhitungkan nanti.”

Kalau engkau melihat mereka kurang menghormatimu, katakanlah (kepada dirimu):

“Ini adalah akibat dosa yang kuperbuat sendiri.”

[Shifatush Shafwah (III: 248), Ibnul Jauzi. Dikutip dari buku "Sudah Salafikah Akhlak Anda?" Pustaka At-Tibyan Solo]

Tarbiyah Nabi terhadap Generasi Islam yang Pertama

on Thursday, November 27, 2014 | 4:58 am


Oleh Sheikh Dr Abdullah Azzam
Yang kami maksud dengan “Generasi Pertama” adalah para sahabat. Sahabat adalah orang yang bertemu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, muslim, dan mati sebagai muslim. Para sahabat adalah generasi yang dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya. Dalam Surat Al-Fath disebutkan:

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka,” (QS Al-Fath: 29).

“Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan,” (QS At-Taubah: 117).


Al-Quran telah bersaksi, sedangkan dalil Al-Quran itu qath’i dan pasti bahwa 30.000 sahabat yang ikut andil dalam Perang Tabuk telah diampuni oleh Allah.

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon,” (QS Al-Fath: 18).
Adapun mereka yang ikut dalam Bai’atur Ridwan berjumlah 1.400 orang. Berdasarkan nash Al-Quran, mereka telah diridhai oleh Allah.

Dalam hadist shahih disebutkan:
“Sebaik-baiknya kurun (abad/masa) adalah kurunku, kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudah mereka,” (HR Al-Bukhari).

Dalam hadist shahih dari riwayat Abu Sa’id Al-Khudri disebutkan, “Pernah terjadi pertengkaran antara Khalid bin Walid dengan Abdurrahman bin Auf. Dalam pertengkaran tersebut Khalid mencacinya. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Janganlah kamu sekalian memaki salah seorang sahabatku. Karena sesungguhnya sekiranya seseorang di antara kalian menginfakkan emas semisal Gunung Uhud, maka amalnya itu belum mencapai satu mud (kurang lebih 6 ons) seseorang di antara mereka atau setengahnya,” (HR Ahmad, Al-Bukhari, dan Muslim).
Padahal Khalid bin Walid juga seorang sahabat. Akan tetapi, karena Abdurrahman bin Aud lebih awal masuk Islam dan lebih awal bersahabat dengan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, maka Rasul marah kepada Khalid seraya mengatakan, “Wahai Khalid, sesungguhnya kemuliaan persahabatan Abdurrahman, jika engkau berinfak emas sebesar Gunung Uhud, dan engkau juga seorang sahabat, maka amalmu itu tidak akan mencapai amalnya.

Kendati Khalid sendiri telah mulai berinfak sebelum Fathul Mekah dan ikut serta dalam peperangan.

“Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS Al-Hadid: 10).

Dalam Shahih Muslim dari hadist Jabir disebutkan bahwa Nabi Shallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda:

“Tidak akan masuk neraka, seseorang yang pernah berbaiat di bawah pohon (Bai’atur Ridwan),” (HR Muslim).

Ibnu Mas’ud berkatan, “Sesungguhnya Allah mengamati hati hamba-hamba-Nya, maka Allah dapati hati Muhammad itu lebih baik daripada hati seluruh hambaNya, maka Allah pun memilih dan mengangkatnya sebagai Rasul untuk mengemban risalahNya. Kemudian Allah mengamati hati hamba-hambaNya setelah hati Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wasallam, maka Allah dapati hati para sahabat Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wasallam itu lebih baik dariapda hati seluruh hamba. Lantas mereka dijadikan oleh Allah sebagai penolong-penolong NabiNya."

Ibnu Hajar berkata, “Umat Islam telah sepakat bahwa kemuliaan sahabat tidak dapat dibandingkan dengan apa pun.”

Dalam buku aqidahnya, Abu Ja’far Ath-Thahawi mengatakan, “Dan kami mencintai para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dengan tidak mengurangi sedikit pun kecintaan kami atas seseorang di antara mereka, kami membenci siapa pun yang membenci mereka atau mengatakan sesuatu yang tidak baik terhadap mereka dan kami tidak mengatakan tentang mereka kecuali yang baik. Mencintai mereka adalah termasuk bagian dari Islam, iman dan ihsan, sedangkan membenci mereka adalah tindak kekufuran, kemunafikan, dan melampaui batas.

Golongan manusia pilihan yang mulia ini, dipilih oleh Allah Rabbul ‘Izzati untuk menguatkan agamaNya dan membela syariatNya.

“dan jika mereka bermaksud menipumu, Maka Sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan Para mukmin,” (QS Al-Anfaal: 62).

Lihatlah, generasi satu-satunya sekaligus prototype unik dalam sejarah manusia ini muncul dari dua sampul kitab. Mereka menerjemahkan ayat-ayat hingga mengubah firman-firman menjadi amal nyata. Sampai-sampai engkai tidak akan mampu membedakan kehidupan mereka dari ayat Al-Quran.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik,” (QS Ali Imran: 110).

Para sahabat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang kuat dan matang dengan akar yang kokoh menghujam ke dasar bumi.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik[786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat,” (QS Ibrahim: 24-25).

Apa sebenarnya prinsip-prinsip yang menjadi esensi pembinaan generasi ini? Pondasi apa yang digunakan Sang Murabbi, yaitu Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wasallam untuk membangun bangunan yang besar, mengagumkan dan mempunyai keteraturan yang luar biasa ini? Bersambung...

Polisi Masuk Masjid Pakai Sepatu, MUI Pekanbaru: Arogan Itu! Presiden Saja Masuk Masjid Buka Sepatu

on Wednesday, November 26, 2014 | 10:29 pm

Media lokal dan nasional digemparkan dengan tindakan komplotan Polisi Pekanbaru yang nekat memasuki Mushallah Asysyakirin kompleks RRI Pekanbaru dengan menggunakan sepatu.

Tak cukup dengan itu, komplotan Polisi tersebut juga mengobrak-abrik lemari Al Quran dan sajadah serta mukena.

“Aparat arogansi itu, apa lagi di dalam rumah ibadah menggunakan sepatu. Harusnya menghormati rumah ibadah, presiden saja masuk masjid buka sepatu. Kita minta agar aparat minta maaf secara terbuka kepada khalayak,” ungkap Ketua Umum MUI Propinsi Riau Prof Dr H Mahdini MA, saat dikonfirmasi melalui selulernya, Rabu (26/11/2014).

“Sepatu tak layak masuk ke rumah ibadah, aparat harus minta maaf kepada umat Islam secara terbuka. Kita mengecam hal ini jangan sampai terulang lagi,” ujarnya.

“Tidak mungkinlah rumah ibadah diinjak-injak dengan sepatu, saya tidak menduga dia agama lain, mungkin dia agama Islam, maka dia dosa besar. Dia tak memahami makna rumah ibadah. Maka di samping tobat, kita minta dia sampaikan maaf kepada khalayak, sampaikan secara terbuka,” desaknya.

Tanya-Jawab Islam: Zinanya Telinga, Ashobiyah, Thalabul Ilmi ke Banyak Majelis Taklim

-----------------
TANYA-JAWAB
(KIS) Kajian Islam Syameela
-----------------------
��������������

Tanya:

1.Menanyakan hadits tentang zina. Di dalam hadits tersebut disebutkan bahwa zina mata adalah memndang, zina telinga adalah mendengarkan, sampai akhir hadits. Yang ingin saya tanyakan yang dimaksud dengan mendngarkan ini hanya mendengarkan sesuatu yang mengarah ke zina, atau segala macam kemaksiatan seperti mendengarkan ghibah dll?

2.Apa yg dimaksd dengan ashobiyah? Bagaimana ashobiyah yang dilarang? Bolehkah ikut ngaji di beberapa tempat yang beda manhaj dengan tujuan utk mencari ilmu? Lalu bagaimana seharusnya? Tambahan, mengapa beda pemikiran membuat kaum muslimin seperti terpecah belah? Padahal sama2 Islam?

3. Kalau ada orang yang bercinta lewat dunia maya, apakah itu zina jg? Padahal mereka tidak berhubungan langsung. Saya bertanya ini karena saya mendengar seseorang bercinta lewat HP, apakah itu dosa?

Jawab :

1.Maksud zina telinga disini adalah :

Menggunakan telinga untuk mendengar segala bentuk maksiat kepada Allah, Seperti mendengar musik, mendengar ghibah, dll.

Nabi SAW bersabda :

قال ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : " ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺘﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﺑﻦ ﺀﺍﺩﻡ ﺣﻈﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻧﺎ ﺃﺩﺭﻙ ﺫﻟﻚ ﻻ ﻣﺤﺎﻟﺔ ﻓﺎﻟﻌﻴﻦ ﺗﺰﻧﻲ ﻭﺯﻧﺎﻫﺎ ﺍﻟﻨﻈﺮ ﻭﺍﻟﻴﺪ ﺗﺰﻧﻲ ﻭﺯﻧﺎﻫﺎ ﺍﻟﻠﻤﺲ ﻭﺍﻟﺮﺟﻞ ﺗﺰﻧﻲ ﻭﺯﻧﺎﻫﺎ ﺍﻟﺨﻄﻰ ﻭﺍﻟﻠﺴﺎﻥ ﻳﺰﻧﻲﻭﺯﻧﺎﻫﺎ ﺍﻟﻤﻨﻄﻖ ﻭﺍﻟﻔﻢ ﻳﺰﻧﻲ ﻭﺯﻧﺎﻩ ﺍﻟﻘﺒﻞ ﻭﺍﻟﻨﻔﺲ ﺗﻤﻨﻰ ﻭﺗﺸﺘﻬﻲ ﻭﺍﻟﻔﺮﺝ ﻳﺼﺪﻕ ﺫﻟﻚ ﺃﻭ ﻳﻜﺬﺑﻪ

“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat,
kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang
berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya," (HR Bukhari).

2.Ashobiah adalah sikap fanatik terhadap suatu kelompok atau kabilah atau perorang yang  karenanya seseorang berloyalitas dan berantiloyalitas atas dasar fanatisme tersebut bukan atas dasar keimanan dan keislaman.

Padahal alloh berfirman Alloh berfirman :

ﻭَﺍﻋْﺘَﺼِﻤُﻮﺍ ﺑِﺤَﺒْﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌﺎً ﻭَﻻ ﺗَﻔَﺮَّﻗُﻮﺍ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺖَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺇِﺫْﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺃَﻋْﺪَﺍﺀً ﻓَﺄَﻟَّﻒَ ﺑَﻴْﻦَ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺻْﺒَﺤْﺘُﻢْ ﺑِﻨِﻌْﻤَﺘِﻪِ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧﺎً

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah,dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang
bersaudara.” (Ali Imron: 103)

Dalam islam, Al wala' wal Baro' hanya diikat dengan keimanan, bukan mazhab, bukan kelompok, dan bukan perorangan. Nabi bersabda sebagaimana diriwayatkan Ibnu 'Abbas:

ﻣﻦ ﺃﺣﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭﺃﺑﻐﺾ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭﻭﺍﻟﻰ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭﻋﺎﺩﻯ ﻓﻲ
ﺍﻟﻠﻪ ، ﻓﺈﻧﻤﺎ ﺗﻨﺎﻝ ﻭﻻﻳﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺬﻟﻚ ، ﻭﻟﻦ ﻳﺠﺪ ﻋﺒﺪ ﻃﻌﻢ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ - ﻭﺇﻥ
ﻛﺜﺮﺕ ﺻﻼﺗﻪ ﻭﺻﻮﻣﻪ - ﺣﺘﻰ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺬﻟﻜﻮﻗﺪ ﺻﺎﺭﺕ ﻋﺎﻣﺔ ﻣﺆﺍﺧﺎﺓ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ، ﻭﺫﻟﻚ ﻻ ﻳﺠﺪﻱ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻠﻪ ﺷﻴﺌﺎ

"Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, membela karena Allah dan memusuhi karena Allah,
dengan itu ia peroleh kecintaan Allah, dan seorang hamba tidak akan mendapatkan manisnya iman meskipun banyak sholat dan puasanya hingga ia memiliki sifat-sifat itu. Dan sungguh kebanyakan persaudaraan manusia karena urusan dunia (bukan lagi karena Allah) dan yang seperti itu tidaklah memberi manfaat sedikitpun padanya," (Abu Daud).

Nabi bersabda sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairoh:

من ﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ ﻭﻓﺎﺭﻕ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻤﺎﺕ ﻣﻴﺘﺔ ﺟﺎﻫﻠﻴﺔ ﻭﻣﻦ ﻗﺎﺗﻞﺗﺤﺖ ﺭﺍﻳﺔ ﻋﻤﻴﺔ ﻳﻐﻀﺐ ﻟِﻌَﺼَﺒَﺔٍ ﺃﻭ ﻳﺪﻋﻮ ﺇﻟﻰ ﻋَﺼَﺒَﺔٍ ﺃﻭ ﻳﻨﺼﺮ ﻋَﺼَﺒَﺔًﻓﻘﺘﻞ ﻓﻘﺘْﻠﺔٌ ﺟﺎﻫﻠﻴﺔ

“Barangsiapa keluar dari ketaatan dan tidak mau bergabung dengan Jama’ah kemudian ia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Dan barangsiapa mati di bawah bendera kefanatikan,dia marah karena fanatik kesukuan atau karena ingin menolong kebangsaan kemudian dia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah.” (Muslim)

Maka dari itu nasehat kami:

1). Mencari ilmu sebanyak banyaknya yang dengan ilmu tersebut seseirang bisa membedakan yang benar dan yang salah .

2). Sifat khusnuzon kepada sesama muslim

3). Tidak fanatik kecuali kepada Islam, bukan kepada ustadz atau kelompok ta'lim

3. Segala bentuk sarana yang mendekatkan kita kepada perzinahan maka itu disebut zina, seperti melihat yang bukan mahromnya, bercinta di internet, Allah berfirman:

ولا تقربوا الزنا إنه كان فاحشة وساء سبيلا (الاسراء : ٣٢)

"Dan janganlah kamu mendekati zina,Sesungguhnya itu perbuatan keji dan jalan yg sesat," (Al Isra' : 32).

Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa  berpacaran di luar atau di dalam dunia maya atau HP adalah suatu cara mendekatkan zina.

Wallahu ta'aalaa a'lam

��������������

�� WA KIS ( Kajian Islam Syameela )

 Join us at :

• SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

• +62 82123021521
• +62 81225507005

جزاك الله خيرا
بارك الله فيك

Dr Ali Mustafa Yakub: Justeru itu yang akan Melahirkan Radikalisme Agama!


Pemerintah melalui Kementrian Agama disebut-sebut hendak memberlakukan UU Perlindungan Umat Beragama yang di dalamnya terdapat pasal tentang pengaturan isi khutbah Jumat di tiap-tiap masjid di seluruh Indonesia.

Imam Masjid Istiqlal, Dr Mustafa Ali Yakub terang-terangan menolak rencana tersebut. “Menurut saya, tidak perlu ada Undang-undang Perlindungan Umat Beragama. Cukup menerapkan Undang-Undang Penistaan Agama,” ujarnya.

 “Melindungi siapa? Terus umat beragama yang mayoritas akan dilecehkan terus? Justeru itu yang akan melahirkan radikalisme agama!” imbuhnya.

Berita selengkapnya: http://www.kiblat.net/2014/11/26/materi-khutbah-bakal-diatur-jokowi-dianggap-hidupkan-kembali-era-orde-baru/

INDONESIA

+Index»

NEGERI SYAM

+Index »

MANCANEGARA

+Index»
 
MUKMINUN.COM Sitemap | Privacy Policy | Contact Us | Disclaimer - Semua materi dalam website ini boleh dikopi, namun mohon berkenan mencantumkan nama website ini.