Latest Post

Sisi Negatif Dunia #2: Dunia itu Sedikit

on Thursday, October 23, 2014 | 6:34 pm

Oleh Ziyad Abu Irsyad
Sesungguhnya nikmat dunia yang nampak pada kita begitu banyak ini, yang terhampar dari ujung timur hingga ujung barat ini, pada hakekatnya adalah nikmat duniawi yang jumlahnya hanya sedikit sekali jika dibandingkan dengan nikmat akhirat. Sangat jauh sekali perbandingannya hingga beribu-ribu bahkan berjuta kali lipat.

Hal itu sebagaimana yang diberitakan oleh Allah dalam firmanNya:

Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit), (QS: Ar-Ra'du: 26).

Allah juga berfirman;

Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit, (At taubah: 38).

Inilah pernyataan Allah yang ditujukan langsung kepada kita bahwa kehidupan nikmat dunia itu sejatinya sangatlah sedikit jika dibandingkan dengan nikmat di kehidupan akherat.

Ya, hanya sedikit saja. Coba bayangkan, itu perbandingan untuk seluruh dunia dan seisinya, lalu seberapa perbandingan harta dunia yang kita miliki? Jika semua harta dunia yang kita miliki dari usaha dan kerja keras kita dari sejak kita lahir hingga mati nanti dikumpulkan lalu kita bandingkan dengan harta dunia yang tersisa maka tidak ada seberapanya, tidak ada seujung jarinya, atau dibandingkan dengan para milyuner dan jutawan, sudah tentu tidak ada apa-apanya. Apalagi jika dibandingkan dengan nikmat akherat. Sangat dan sangat jauh wahai saudaraku.

Begitu sedikitnya nikmat dunia hingga Rasulullah mengumpamakan dalam haditsnya;

((ما الدنيا في الآخرة إلا كما يدخل أحدكم أصبعه في اليم فلينظر بما ترجع))
[أحمد والترمذي عن المستورد بن شداد]

"Tidaklah dunia dibanding akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian yang memasukkan jemarinya ke dalam lautan, lalu lihatlah jemari itu dengan air yang bersamanya"

Artinya, air yang menempel di jari itu ibaratnya nikmat dunia dan lautan seisinya nikmat akhirat. Coba bayangkan seandainya dunia itu diibaratkan air sebesar waduk atau telaga saja, itu sudah sangat dan sangat jauh sekali dibandingkan dengan air lautan. Padahal, luas daratan dengan lautan jauh lebih luas lautan. Lalu bagaimana jika diibaratkan dengan air yang menempel di jari kita saat kita menariknya dari air laut.

Satu ember, tidak, satu gayung, tidak.... tidak.... Lalu berapa volumenya? Satu cidukan tangan, tidak. Masih kurang lagi, mungkin hanya beberapa tetes.... Ya, hanya beberapa tetes saja.... sedangkan nikmat akhirat itu ibarat lautan, mungkin jangankan lautan buihnya saja sudah jauh lebih banyak daripada beberapa tetes nikmat dunia. Padahal perbandingannya ini dengan seluruh air laut dan semua isinya.

Maka tidak masuk akal jika seseorang memperebutkan beberapa tetes saja dari nikmat dunia dan meninggalkan lautan nikmatnya akhirat. Begitu bodohnya kita jika lebih memilih yang sedikit daripada yang banyak. Jika dilihat dari kacamata bisnis, ini adalah rugi besar. Apakah kita termasuk di dalamnya? Hanya kita sendiri dan Allah yang tahu.

Namun, begitulah sifat manusia, dia lebih percaya pada apa yang nampak sekarang daripada yang tidak nampak esok hari, lebih yakin dengan yang saat ini dia lihat daripada laba yang dijanjikan di akhir waktu. Lebih suka kontan di dunia daripada diundur untuk hari akhirat. Sehingga, ia terlalaikan dengan apa yang ia lihat, tergoda akan keindahan dan keranumannya, terpesona akan kecantikan dan keelokannya. padahal dunia itu diibaratkan dengan seorang wanita tua renta, yang jika tahu hakekatnya maka ia akan berpaling darinya.

Apalagi setan berusaha untuk memalingkan kita dari tujuan akherat dan agar kita terjerat tipu daya dunia. Setan berusaha merayu kita agar ragu dengan janji akhirat, agar dapat mengacaukan fokus kita dalam mencari nikmat akhirat, dan itu sudah menjadi janji dan sumpahnya sejak ia dikeluarkan dari surga oleh Allah ta'ala. Maka berhati-hatilah wahai saudaraku dalam menilai dan memperlakukan dunia, karena jika tidak, ia akan membinasakanmu.

Jadi, manakah yang akan kita pilih....? Nikmat dunia yang sedikit atau nikmat akhirat yang tiada habisnya. Itu terserah kita. Namun saran kami, jadilah orang yang cerdas dalam memilih.... Wallahu'alam bish shawwab

Israel Inginkan Warga Yahudi Bisa Beribadah Di Masjid Al-Aqsa

on Tuesday, October 21, 2014 | 11:08 pm

Palestina, Mukminun.com- Seorang anggota Arab Knesset mengungkapkan bahwa akan ada voting dalam beberapa bulan ke depan terkait rancangan "undang-undang" yang menghendaki adanya pembagian jatah penggunaan Masjidil Aqsa antara umat Islam dengan warga Yahudi.

Masoud Ghanayim, sebagaimana dikutip oleh harian Felesteen pada Senin kemarin, mengatakan bahwa "draft undang-undang yang telah disiapkan oleh komite parlemen dalam negeri mengatur bahwa warga Yahudi bisa menjalankan ibadah di Masjid Al Aqsa."

"Hal ini didasarkan pada proposal yg memberi hak sama antara umat Islam dengan yahudi terkait akses dan pengginaan tempat suci tersebut. Proposal itu juga mengatur lokasi-lokasi tertentu di mana Yahudi dapat menjalankan sembahyang mereka."

Perlu diketahui bahwa  baik hukum Rabbani maupun hukum Israel sama-sama melarang warga Yahudi untuk beribadah di Masjid Al Aqsa. Sebagian besar warga yahudi yang berupaya melakukan sembahyang di situs tersebut biasanya warga yahudi ilegal dari kelompok sayap kanan.

Kota Tua Jerusalem, tempat di mana Masjid Al Aqsa berada, dikenal dunia sebagai kawasan Palestina yang sedang dijajah Israel. Otoritas Israel sendiri juga sering melarang umat Islam Palestina untuk beribadah di sana.

Menurut Ghanayim, proposal tersebut juga menghendaki agar otoritas Israel bisa leluasa melarang aksi demo dan protes dari warga sipil Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa.

"Disetujuinya proposal UU tersebut akan menjadi agresi biadab terhadap hak-hak keagamaan Umat Islam di seluruh dunia," jelas Ghanayim.

"Masjid Al Aqsa adalah bagian dari dunia Islam dan dunia Arab dan tidak bisa dipecah belah kapan pun di mana pun. Ia adalah bagian dari tanah Arab dan tanah Palestina yang dijajah oleh Zionis dan penjajahan yang ilegal itu tidak semestinya menerapkan undang-undang seperti itu."(Middleeastmonitor/Mukminun)

Ulil Abshar Abdalla Dilarang Sampaikan Doktrin "Islam Liberal" Di Malaysia

on Thursday, October 16, 2014 | 5:56 am

Malaysia, Mukminun.com- Otoritas Malaysia melarang tokoh utama sekaligus pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Absar Abdalla, untuk menyampaikan materinya tentang fundamentalisme di Kuala Lumpur.

Meski demikian, kerajaan Malaysia juga tidak sepenuhnya melarang Ulil untuk menginjakkan kakinya di Malaysia. "Kalau mau makan angin, mau jalan-jalan boleh saja," kata Dubes Malaysia untuk Indonesia Dato Seri Zahrain Mohamed Hashim saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (14/10/2014).

Ulama dan pemerintah Malaysia melarang kehadiran Ulil karena dikhawatirkan bahwa materi presentasinya akan mempnegaruhi akidah umat Islam di sana.

"Kalau untuk meja bulat dilarang," tambah Dato Seri Zahrain.

"Keputusan ulama di Malaysia sudah bulat, Islam adalah agama resmi. Tapi juga tidak melarang berkembangnya agama lain. Namun untuk Islam, hanya akidah ahlussunah wal jamaah yang diperbolehkan, yang lain dilarang.

"Right or wrong i cannot say, itu keputusan pelembagaan.

"Bila ada program bincang pluralisme jadi masalah. Tokoh seperti Ulil ini, dia membawa ikut ajaran qodani Ahmadiyah. Bagi institusi agama Islam di Malaysia, isu qodani Ahmadiyah adalah penyelewengan dari ahlus sunnah waljama'ah," imbuhnya kepada DetikCom.

Menurut Dato Seri Zahrain, di Malaysia sesuai rapat para alim ulama pada 1966, dikeluarkan fatwa kebangsaan bahwa hanya akidah ahlussunnah waljama'ah yang dibenarkan.

"Dan menurut ulama Malaysia mereka yang terlibat keluar dari ahlussunnah waljama'ah tidak ada otoritas bercakap
atas isu Islam," tambah dia.

Atas dasar itu, ulama di Malaysia meminta kepada pemerintah untuk tidak mengizinkan Ulil masuk, hadir dalam diskusi bertema fundamentalisme di Kuala Lumpur pada 18 Oktober.

"Kementerian Dalam Negeri dari badan Islam tidak membenarkan Ulil datang ke Malaysia menghadiri meja bulat," ujar Seri Zahrain.

Tak hanya itu saja, ulama di Malaysia juga tengah meminta agar diskusi dibatalkan. "Karena tidak ada otoritas Islam yang di dalam meja bulat," tutup dia.

Menanggapi hal tersebut, Wasekjen MUI Amir Syah mengatakan bahwa Ulil seharusnya mulai melakukan introspeksi diri karena pencekalan terhadap dirinya tidak hanya terjadi kali ini saja.

"Ya kita menghargai otoritas sebuah negara. Kami tidak boleh mencampuri urusan negara lain, sah-sah saja Malaysia mencekal. Sebagai warga negara yang baik harus taat azas dan hukum di negara mana pun berada. Tentu berdasarkan itu mesti introspeksi diri, merenungkan, muhasabah," kata Amir Syah sebagaimana dikutip oleh DetikCom. (Detik/Mukminun)

Ganggu Ketenangan Masjid, Polisi Amankan Pria Kafir

Australia, Mukminun.com- Seorang pria nonmuslim terpaksa diamankan kepolisian setempat setelah membuat onar di suatu Masjid di Sydney pada Selasa 14 Oktober 2014.

Juru bicara kepolisian mengatakan bahwa seorang pria 39 tahun tiba-tiba memasuki masjid di Auburn, Sydney, dan membuat kekisruhan dengan melancarkan kata-kata kotor kepada jamaah. Ia juga mengangkat kursi dan mengancam melemparkannya kepada seorang Muslimah yang mencoba menenangkannya.

Pria tersebut lantas diamankan dan dibawa ke kantor polisi Auburn, di mana ia akan menghadapi dakwaan pelecehan, intimidasi dan tindakan ofensif di tempat umum.(Sydneymorningherald/mukminun)

40 Muslim Sipil Di Suriah Gugur Akibat Serangan Pasukan Koalisi Syiah+AS

Suriah, Mukminun.com- Syrian Observatory for Human Roghts melaporkan bahwa jumlah korban jiwa dari pihak Muslim sipil menyusul serangan pasukan koalisi Syiah dan AS pada Selasa, 14 Oktober 2014, mencapai 40 orang.

Jumlah korban jiwa warga sipil terbanyak terjadi di Reef Dimasqh dengan 27 orang, disusul Homs dengan 6 orang.

Di Deer Zuur sendiri, 1 muslim sipil dikabarkan gugur akibat serangan koalisi Syiah dan AS terhadap mujahidin ISIS (IS) dan Jabhah Nusrah dan faksi-faksi lain, sedang di Idlib dan Aleppo, masing-masing dilaporkan terdapat dua korban jiwa.

Dari pihak pasukan kafir koalisi Syiah dan AS, sebanyak 87 orang dilaporkan mati sia-sia di jalan thaghut, sementara dari pihak mujahidin gabungan (JN, ISIS dan lainnya) sebanyak 100 orang.(Syrianhr/Mukminun)

INDONESIA

+Index»

NEGERI SYAM

+Index »

MANCANEGARA

+Index»
 
MUKMINUN.COM Sitemap | Privacy Policy | Contact Us | Disclaimer - Semua materi dalam website ini boleh dikopi, namun mohon berkenan mencantumkan nama website ini.