Latest Post

Anjuran untuk Berwasiat sedekah di Jalan Allah dengan Kurang dari Sepertiga Harta

on Wednesday, March 04, 2015 | 7:09 pm

وعن أبي إسحاق سعد بن أبي وقاص مالك بن أهيب بن عبد مناف بن زهرة بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤى القرش الزهرى رضي الله عنه، أحد العشرة المشهود لهم بالجنة، رضي الله عنهم، قال‏:‏ ‏ "‏ جاءنى رسول الله صلى الله عليه وسلم يعودنى عام حجة الوداع من وجع اشتد بى فقلت‏:‏ يارسول الله إني قد بلغ بى من الوجع ما ترى، وأنا ذو مال ولا يرثنى إلا ابنة لي، أفاتصدق بثلثى ما لي‏؟‏ قال‏:‏ لا، قلت‏:‏ فالشطر يارسول الله‏؟‏ فقال‏:‏ لا، قلت‏:‏ فالثلث يا رسول الله‏؟‏ قال الثلث والثلث كثير- أو كبير- إنك أن تذر ورثتك أغنياء خير من أن تذرهم عالة يتكففون الناس، وإنك لن تنفق نفقة تبتغى بها وجه الله إلا أجرت عليها حتى ما تجعل في فيّ امرأتك قال‏:‏ فقلت‏:‏ يارسول الله أخلف بعد أصحابي‏؟‏ قال‏:‏ إنك لن تخلف فتعمل عملا تبتغي بهوجه الله إلا ازددت به درجة ورفعةً، ولعلك أن تخلف حتى ينتفع بك أقوام ويضرّ بك آخرون‏.‏ اللهم امض لآصحابى هجرتهم، ولا تردهم على أعقابهم، لكن البائس سعد بن خولة‏"‏ يرثى له رسول الله صلى الله عليه وسلم أن مات بمكة‏.‏‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏‏.‏

Diriwayatkan dari Abu Ishaq Sa’ad bin Abu Waqqash Malin bin Uhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay Al-Qurasyi As-Zuhri Radhiyallahu Anhu (beliau salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga), ia berkata:

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam menjengukku ketika haji Wada’ karena aku sakit keras. Kemudian saya berkata, “Yaa Rasulullah! Sesungguhnya sakitku sangat keras seperti yang engkau lihat, sedangkan aku ini seorang hartawan dan hanya mempunyai seorang anak perempuan saja yang akan mewarisi hartaku. Bolehkah saya mengeluarkan sedekah dua pertiga dari harta saya?”

Beliau menjawab, “Tidak!” Aku bertanya lagi, “Bagaimana kalau separuhnya?” Maka beliau menjawab, “Tidak boleh!” Aku bertanya lagi, “Bagaimana kalau sepertiganya?” Beliau menjawab, “Sepertiga, dan sepertiga itu sudah banyak. Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya maka itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta-minta kepada orang lain. Tidaklah kamu menafkahkan suatu nafkah dengan tujuan untuk mendapat keridhaan Allah, maka kamu akan mendapat pahala dari nafkahmu itu, sekalipun sesuap makanan yang kamu masukkan ke dalam mulut istrimu.”

Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah! Apakah saya akan tertinggal (masih tetap hidup) sesudah sahabat-sahabat saya (meninggal dunia)?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya kamu tidak akan tertinggal supaya kamu mengerjakan suatu amal dengan tujuan untuk mendapatkan keridhaan Allah sehingga dengan amal itu derajatmu akan bertambah. Atau barangkali akan diakhirkan ajalmu sehingga banyak kaum yang mengambil manfaat darimu dan ada pula beberapa kaum lain yang menderita kerugian karenamu.”

Nabi bersabda, “Ya Allah...! Sempurnakanlah hijrah sahabat-sahabatku dan janganlah Engkau kembalikan mereka ke tempat yang mereka tinggalkan. Kasihan Saad bin Khaulah, yang selalu disayangkan oleh Rasulullah karena dia mati di Mekkah,” (Muttafaq Alaihi).

Penjelasan Hadist oleh Sheikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Lanjutan dari dua pembahasan sebelumnya:

Faedah ketujuh, orang yang sedang menderita penyakit yang mengkhawatirkan tidak boleh menginfakkan hartanya lebih dari sepertiga hartanya, kecuali jika diijinkan oleh ahli warisnya, karena jika seseorang sakit, hak ahli waris berkaitan dengan hartanya, karena Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sepertiga... dan sepertiga itu banyak.”

Hadist ini menjadi dalil bahwa pemberian yang dianjurkan adalah kurang dari sepertiga, seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahuanhu, “Alangkah baiknya jika manusia mengurangi dari sepertiga menjadi seperempat karena Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sepertiga dan sepertiga itu banyak.”

Tidak diperkenankan bagi orang yang sedang menderita sakit yang karenanya ditakutkan dia akan meinggal dunia, untuk menyedekahkan lebih dari sepertiga hartanya, baik untuk sedekah, membangun masjid, pemberian, maupun yang lainnya, karena Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melarang Sa’ad untuk bersedekah lebih dari sepertiga hartanya.

Wasiat sama dengan pemberian, maka tidak boleh seseorang berwasiat menginfakkan hartanya setelah kematiannya lebih dari sepertiga. Wasiat yang paling baik adalah seperlima dari harta seperti yang dijelaskan dalam Atsar Abu Bakar di atas.

Faedah kedelapan, jika harta orang sedikit dan ahli warisnya miskin, maka sebaiknya dia tidak berwasiat untuk menginfakkan hartanya, baik sedikit maupun banyak, karena Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, maka itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta-minta kepada orang lain.”

Ini berbeda dengan anggapan sebagian orang awam, bahwa dia harus berwasiat. Ini adalah anggapan yang salah. Orang yang hartanya sedikit dan ahli warisnya miskin – tidak berharta – maka tidak sepantasnya jika dia berwasiat, sebaiknya dia tidak berwasiat.

Sebagian orang awam mengira bahwa jika tidak berwasiat, maka dia tidak mendapatkan pahala. Masalahnya bukan seperti itu, tetapi jika dia meninggalkan harta kepada ahli warisnya, maka dia juga akan mendapatkan pahala, walaupun ahli waris mewarisi harta itu secara paksa, tetapi jika mengikuti petunjuk Nabi, ia tetap mendapatkan pahala, karena Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, maka itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta-minta kepada orang lain.” Pahalanya dalam hal ini lebih banyak daripada pahalanya jika dia menyedekahkan daripada sebagian hartanya.

Rezim Syiah Hutsi di Yaman Bangun Kerja Sama dengan Negara Syiah Iran

on Tuesday, March 03, 2015 | 5:44 pm



Yaman, MukminunCom- Delegasi kementerian rezim Syiah Hutsi di Yaman dikabarkan telah mendarat di Teheran untuk mengadakan pembicaraan dengan Negara syiah Iran dalam rangka memperkuat jalinan diplomatik kedua negara tersebut.

Agenda tersebut memperkuat sinyalemen adanya bantuan militer dari Negara Syiah Iran terhadap pemberontak Syiah Hutsi di Yaman yang berhasil menggulingkan Presiden Yaman Ab Rabbuh Mansur Hadi pada Januari lalu.

Sebelumnya pihak Teheran menolak dengan tegas keterlibatan mereka terhadap aksi penggulingan Presiden Hadi tersebut meski banyak sumber mengatakan adanya penemuan berupa pengiriman peralatan tempur dari Iran ke Yaman.

Kini, media-media di Iran dengan terang-terangan menyambut baik "mitra" baru Negara Syiah Iran di Semenanjung Arab dengan berkuasanya rezim Syiah Hutsi di negara yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Koran Kayhan, misalnya, menulis, "Kemenangan dari revolusi di Yaman sekali lagi membangkitkan resistensi para musuh, terutama kaum Arab yang reaksioner , di kawasan tersebut."

Dengan bersatunya dua kekuatan Syiah di Yaman dan Iran, kekuatan musuh umat Islam itu semakin berkembang setelah sebelumnya pemerintah Suriah dan Irak dengan terang-terangan mengaku bergantung kepada dukungan Iran dan juga Hizullah (baca: Hizbullata) di Lebanon.(Telegraph/Nugrohoirfan/Mukminun)

Teroris israel Tembaki Petani di dekat Gaza


Palestina, MukminunCom- Teroris israel dikabarkan melakukan penembakan pada Ahad (01 maret 2015) terhadap kumpulan petani Palestina yang sedang bekerja di ladang mereka di timur Kota Gaza, demikian International Middle East Media Center melaporkan.

Saksi mata mengatakan bahwa teroris israel tersebut melakukan penembakan dan melempar bom gas ke area pertanian Palestina di Zeitoun, Sheja'eyya, dan Ed-Deek.

Dalam aksinya tersebut, teroris israel meminta agar petani Palestina meninggalkan lahan tersebut karena kekhawatiran adanya peningkatan status darurat militer di kawasan tersebut.

Kantor berita IMEMC menyebut bahwa teroris israel secara rutin melakukan serangan terhadap pekerja dan petani Palestina dari pagar pembatas Palestina dengan israel di bagian timur dan utara Jalur Gaza.

Serangan terhadap petani dan pekerja di daratan juga sering diikuti dengan serangan kepada nelayan tradisional Jalur Gaza, termasuk menenggelamkan perahu-perahu mereka di tengah lautan.(Imemc/Nugrohoirfan/Mukminun)

Ribuan Tenda Pengungsi Suriah di Yordania Terbakar, Empat Meninggal Dunia

on Monday, March 02, 2015 | 9:52 pm


Suriah, MukminunCom- Empat pengungsi Suriah dikabarkan meninggal dunia pada Senin (02 Maret 2015) ketika tenda mereka di kamp pengungsian Zaatari, Yordania, dilahap si jago merah.

Kantor berita Reuters mengutip sumber dari agen PBB untuk masalah pengungsi dan saksi mata mengatakan bahwa keempat pengungsi Suriah yang meninggal tersebut berasal dari satu keluarga yang menempati satu dari sekian ribu rumah tenda di kamp Zaatari yang menampung kurang lebih 70.000 pengungsi Suriah.

Kepala UNHCR di Yordania, Andrew Harper, mengatakan bahwa terlalu dini untuk mencari tahu penyebab dari kebakaran yang terjadi di subuh hari tersebut. Akan tetapi, timnya mengaku menemukan satu tabung gas silinder yang biasa dipakai untuk menghangatkan rumah-rumah tenda tersebut di musim dingin.

Tak kurang dari 4.000 warga Suriah dilaporkan mengungsi dari negara tersebut sejak pasukan teroris Syiah melakukan pembantaian terhadap umat Islam sedari tahun 2011.

Pemerintah Yordania sendiri mengklaim bahwa mereka telah menampung sebanyak 1,3 juta pengungsi, sedang UNHCR sendiri mengaku telah mendaftar sebanyak 600.000 di antaranya.

Sebagian besar dari pengungsi Suriah tersebut kini tinggal di pinggiran Yordania mengingat terbatasnya kemampuan UNHCR untuk menyediakan kamp-kamp pengungsian selama ini.

Lebih parahnya lagi, kerajaan Yordania telah sejak setahun yang lalu melarang pengungsi Suriah untuk masuk ke negara tersebut karena meningkatnya tuntutan biaya yang diperlukan untuk mengurusi pengungsi Suriah tersebut. (Trust/Nugrohoirfan/Mukminun)

Teroris israel Culik 8 Warga Palestina di Jerusalem Timur



Palestina, MukminunCom- Teroris israel melakukan penculikan terhadap delapan warga Palestina di Jerusalem Timur, termasuk tiga pemuda, pada Senin subuh waktu setempat.

Hal tersebut pertama dilaporkan oleh kantor berita Ma’an melalui juru bicara suatu kelompok pembela HAM narapidana Palestina, Addameer.

Menurut kelompok tersebut, delapan warga yang diculik tersebut bernama: Yousuf Abu Jumaah, Mahdi al-Sayyad, Muhannad Gheith, Basil al-Halabi, Kamal al-Alami, Khalil al-Shawish, Maamoon Gheith and Masour Salim.

Menurut salah satu pengacara Addameer, Muhammad Mahmoud, mereka diculik dari dua desa berbeda, yakni Al-Tur dan Kota Tua.

Imbuhnya, teroris israel sering melakukan aksi penculikan terhadap warga Palestina dengan dalih investigasi keamanan.

Jerusalem Timur sendiri dijajah oleh Zionis israel sejak 1967 yang kemudian dicaplok, atau diakui sebagai bagian sah dari “negara” israel, oleh pemerintah Zionis israel tanpa adanya tekanan berarti dari negara-negara internasional. (Maan/Nugrohoirfan/Mukminun)

INDONESIA

+Index»

NEGERI SYAM

+Index »

MANCANEGARA

+Index»
 
MUKMINUN.COM Sitemap | Privacy Policy | Contact Us | Disclaimer - Semua materi dalam website ini boleh dikopi, namun mohon berkenan mencantumkan nama website ini.