Latest Post

Manhaj Al-Quran Dalam Menetapkan Wujud Dan Keesaan Al-Khaliq

on Tuesday, August 26, 2014 | 3:10 pm

Oleh Sheikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
Manhaj Al-Quran dalam menetapkan wujud al-khaliq serta keesaan-Nya adalah satu-satunya manhaj yang sejalan dengan fitrah yang lurus dan akal yang sehat, yaitu dengan mengemukakan bukti-bukti yang benar, yang membuat akal mau menerima dan musuh pun menyerah. Di antara dalil-dalil itu adalah:

1. Sudah menjadi kepastian, setiap yang baru tentu ada yang mengadakan.
Ini adalah sesuatu yang dimaklumi setiap orang melalui fitrah, bahkan hingga oleh anak-anak. Jika seorang anak dipukul oleh seseorang ketika ia tengah lalai dan tidak melihatnya, ia pasti akan berkata, “Siapa yang telah memukulku?”

Kalau dikatakan padanya, “Tidak ada yang memukulmu,” maka akalnya tidak dapat menerimanya. Bagaimana mungkin ada pukulan tanpa ada yang melakukannya.

Kalau dikatakan kepadanya, “Si Fulan yang memukulmu!” maka kemungkinan ia akan menangis sampai bisa membalas memukulnya.

Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?” (Ath Thur: 35).

Ini adalah pembagian yang membatasi, yang disebutkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan shighat istifham inkari (bentuk pertanyaan yang menyangkal) guna menjelaskan bahwa mukadimah ini tidak mungkin lagi diingkari.

Allah juga berfirman, “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun?” Maksudnya tanpa pencipta yang menciptakan mereka, ataukah mereka menciptakan diri mereka sendiri? Tentu tidak!

Kedua hal itu sama-sama batil. Maka tidak ada kemungkinan lain kecuali mereka mempunyai pencipta yang menciptakan mereka, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak ada lagi pencipta selain Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah…” (Luqman: 11).

“Perlihatkanlah kepadaKu apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi…” (Al-Ahqaf: 4).

“…Apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah, “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa,” (Ar-Ra’d: 16).

“Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya,” (Al-Hajj: 73).

“Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang,” (An-Nahl: 17).

Sekalipun sudah ditantang berulang-ulang seperti itu, namun tidak seorang pun yang mengaku bahwa dia telah menciptakan sesuatu. Pengakuan atau dakwaan saja tidak ada, apalagi menetapkan dengan bukti. Jadi, ternyata benar hanya Allah-lah Sang Pencipta, dan tidak ada sekutu bagi Allah.

2. Teraturnya semua urusan alam, juga kerapiannya adalah bukti paling kuat yang menunjukkan bahwa pengatur alam ini hanyalah Tuhan yang satu, yang tidak bersekutu atau pun berseteru.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) besertaNya, kalau ada tuhan besertaNya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain,” (Al-Mu’minun: 91).

Tuhan yang haq harus menjadi pencipta sejati. Jika ada tuhan lain dalam kerajaannya, tentu tuhan itu juga bisa mencipta dan berbuat. Ketika itu pasti, ia tidak akan rela adanya tuhan lain bersamanya. Bahkan, seandainya ia mampu mengalahkan temannya, dan menguasai sendiri kerajaan serta ketuhanan, tentu telah ia lakukan.

Apabila ia tidak mampu mengalahkannya, pasti ia hanya akan mengurus kerajaan miliknya sebagaimana raja-raja di dunia mengurus kerajaannya sendiri-sendiri. Maka terjadilah perpecahan, sehingga akan terjadi salah satu dari tiga perkara berikut ini:

a. Salah satunya mampu mengalahkan yang lain dan menguasai alam sendirian

b. Masing-masing berdiri sendiri dalam kerajaan dan penciptaan sehingga terjadi pembagian (kekuasaan)

c. Keduanya berada dalam kekuasaan seorang raja yang bebas dan berhak berbuat apa saja terhadap keduanya. Dengan demikian, maka dialah yang menjadi tuhan yang haq, sedangkan yang lain adalah hambanya.

Dalam kenyataannya, di alam ini tidak terjadi pembagian (kekuasaan) dan ketidakberesan. Hal ini menunjukkan pengaturnya adalah Satu dan tak seorang pun yang menentangNya. Dan bahwa Rajanya adalah Esa, tidak ada sekutu bagiNya.

3. Tunduknya makhluk-makhluk untuk melaksanakan tugasnya sendiri-sendiri serta mematuhi peran yang diberikanNya.

Tidak ada satu pun makhluk yang membangkang dari melaksanakan tugasnya dan fungsinya di alam semesta ini. Inilah yang dijadikan hujjah oleh Nabi Musa alaihissalam ketika ditanya Firaun:

“Berkata Firaun, ‘Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa?’ Maka Musa berkata, ‘Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk,” (Thaha: 49-50).

Jawaban Musa alaihissalam sungguh tepat dan telak, “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.” Maksudnya, Tuhan kami yang telah menciptakan semua makhluk dan memberi masing-masing makhluk dan memberi masing-masing maklhuk suatu ciptaan yang pantas untuknya; mulai dari ukuran besar, kecil dan sedangnya serta seluruh sifat-sifatnya kemudian menunjukkan kepada setiap makhluk tugas dan fungsinya.

Petunjuk ini adalah hidayah yang sempurna, yang dapat disaksikan pada setiap makhluk. Kamu dapati setiap makhluk melaksanakan apa yang menjadi tugasnya, apakah itu dalam mencari manfaat, atau menolak bahaya, sampai hewan ternak pun diberiNya sebagian dari akal yang membuatnya mampu melakukan yang bermanfaat baginya dan mengusir bahaya yang mengancamnya, dan juga mampu melaksanakan tugasnya dalam kehidupan. Ini seperti Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

“yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya,” (As-Sajdah: 07).

Jadi, yang telah menciptakan semua makhluk dan memberinya sifat penciptaan yang baik, yang manusia tidak bisa mengusulkan yang lebih baik lagi, juga yang telah menunjukkan kepada kemaslahatannya masing-masing adalah Tuhan yang sebenarnya. MengingkariNya adalah mengingkari wujud yang paling agung. Dan hal ini merupakan kecongkakan atau kebohongan yang terang-terangan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi semua makhluk segala kebutuhannya di dunia, kemudian menunjukkan cara-cara pemanfaatannya. Dan tidak syak lagi jika Dia telah memberi setiap jenis makhluk suatu bentuk dan rupa yang sesuai kodratnya.

Dia telah memberi setiap laki-laki dan perempuan bentuk yang sesuai dengan jenisnya, baik dalam pernikahan, perasaan dan unsur sosial. Juga telah memberi setiap anggota tubuh bentuk yang sesuai untuk suatu manfaat yang telah ditentukanNya. Semua ini adalah bukti nyata bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Tuhan bagi segala sesuatu, dan Dia yang berhak disembah, bukan yang lain.

Pada setiap benda terdapat bukti bagiNya
Yang menunjukkan bahwa Dia adalah Esa

Kemudian, tidak diragukan lagi, maksud penetapan rububiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas makhlukNya dan keesaanNya dalam rububiyah adalah untuk menunjukkan wajibnya menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata, tanpa sekutu bagiNya, yakni tauhid Uluhiyah.

Seandainya seseorang mengakui tauhid rububiyah, tetapi tidak mengimani tauhid uluhiyah, atau tidak mau melaksanakannya, maka ia tidak menjadi muslim dan bukan ahli tauhid, bahkan ia adalah kafir jahid (yang menentang). Dan tema inilah yang akan kita bahas pada pasal berikutnya, in sya Allah. Wallahu’alam bish shawwab.

Prinsip Kemandirian dalam Keluarga Islami

on Sunday, August 03, 2014 | 7:42 am

Oleh Ust. Tri Asmoro Kurniawan
Secara umum manusia itu nyaman dengan kebiasaan-kebiasaan, maka satu yg sering dikhawatirkan adalah adanya fase-fase perubahan dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru.
Pernikahan adalah fase perubahan dari kebiasaan-kebiasaan masa lajang menuju kebiasaan-kebiasaan rumah tangga.

Nikah adalah kemandirian. Sepasang suami istri hendaknya tidak terlalu menggantungkan dirinya pada orang lain seperti teman, saudara atau orang tua.

Begitu kita menikah, maka kita harus memiliki pola pikir kemandirian. Bukan lagi anak yang terus minta uang dari orangtua, bukan lagi anak SMA yang hobi chattingan, bukan lagi bujangan yang bisa bermain futsalel empat kali seminggu sembari menelantarkan istri dan anak di rumah.

Dalam hal apa keluarga islamu harus mandiri:
1. Tempat tinggal
Beberapa kakek/nenek tidak senang melihat anak kecil menangis. Maka sebisa mungkin, pasangan suami istri hendaknya mengusahakan memiliki rumah sendiri.

Dalam banyak kasus, kakek/nenek punya pengaruh banyak dalam pendidikan anak. Kadang mereka tidak mencampuri pendidikan anak dengan kata-kata, melainkan dengan sikap.

"Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka," (QS Ath Thalaq: 06).

Ini bukan berarti mutlak kita keluarga Muslim harus meninggalkan orangtua dan tinggal di rumah sendiri terpisah dari oranhtua. Boleh kita tetap tinggal bersama orangtua dengan alasan syar'i dan orangtua tersebut tidak akan mencampuri urusan pendidikan anak, atau jika orangtua kita punya kapasitas keilmuan yg tidak kita miliki.

2. Mandiri Finansial
Beberapa orangtua melarang anak anaknya segera menikah karena si anak tidak punya uang atau belum mapan secara finansial. Padahal, si orangtua tadi ketika menikah juga tidak punya apa apa atau belum mapan secara finansial.

"Barangsiapa yang bisa menjaminkan padaku bahwa dia tidak akan meminta-minta pada orang lain, maka aku jamin ia dengan surga," (HR Abu Dawud - Shahih).

Di Indonesia, 70% dari 333.000 kasus perceraian tahun 2013 adalah gugat cerai, atau wanita meminta cerai. Dari sekian kasus, sebagiannya karena masalah finansial.

"Tidaklah orang yang memints minta ada di antara kalian kecuali ia akan bertemu dengan Allah dengan wajaj yang tidak berdaging," (Hadist Shahih).

3. Mandiri dalam Mengatur Keluarga
Sebisa mungkin jangan libatkan orang lain dalam urusan dalam negeri keluarga Anda. Misal, banyak kasus di mana ikhwan sering ngeluh pada Ustadz, "Tadz, istri saya ga bisa masak! Gimana nih?" atau, "Tadz, suami saya marah nih.. Gimana?"

Contoh contoh ini adalah tanda bahwa suami dan istri tadi tidak bisa mandiri. Ia selalu merujuk pada orang lain, dan lupa bahwa Islam sudah punya solusi dan petunjuk dalam membangun dan mengatasi masalah dalam keluarga.

Selain Ustadz, pihak ketiga yang paling mungkin mencampuri urusan keluarga kita adalah orangtua. Banyak suami atau istri yang mengeluh pada orangtua mereka tentang kelemahan pasangan mereka. 

Selain itu, ada pula potensi gangguan dari saudara ipar. Ada juga potensi gangguan dari mantan pacar, maka yang musti diingat bahwa suami/istri kita sekarang adalah pasangan hidup kita, jangan berkhayal menjadi istri atau suami mantan kita dulu.

Lailatul Qadr dan Cara Mendapatkan Keutamaan Malam Lebih Baik Daripada Seribu Bulan

on Tuesday, July 22, 2014 | 10:18 pm

Oleh Dr. Nawal Al Ied
Dinamakan lailatul qadar karena di malam tersebut diturunkan maqadir (ketetapan-ketetapan) da ri langit ke dunia. Penamaan itu merupakan nisbat (penyandaran) kepada takaran ibadah di dalamnya yang senilai dengan ibadah selama 84 tahun.

Sebagai contoh: Apabila anda mengucapkan Astaghfirullah (Aku memohon ampun kepada Allah), maka anda seperti sedang beristighfar mulai sejak anda lahir sampai anda menginjak usia 84 tahun.
Di malam itu, dunia akan penuh sesak dengan banyaknya jumlah para Malaikat. Karena pada malam tersebut para Malaikat akan turun yang jumlahnya melebihi hamparan butiran pasir untuk mengamini do'a-do'a yang kita panjatkan.

Ketika malam itu, Allah juga menetapkan beberapa takdir kepada manusia, di antaranya ialah:
1.  Takdir azali (yang telah ditetapkan sebelum penciptaan manusia)
2.  Takdir sanawi (tahunan)
3.  Takdir yaumi (harian)

Anda bisa mengubah takdir harian maupun takdir tahunan dengan do'a.

Sebagai contohnya: Apabila anda ditakdirkan dengan keburukan pada tahun berikutnya (seperti meninggalnya anak, pernikahan yang gagal, dan yang lainnya). Lantas anda berdo'a pada malam lailatul qadar dengan penuh keikhlasan untuk memohon taufik, kesenangan, kesehatan dan kebaikan lainnya. Maka Allah akan memerintahkan para Malaikat-Nya untuk menghapus lembaran-lembaran yang di dalamnya tertulis takdir kesengsaraan dan diganti dengan kesenangan.

Allah berfirman:
"Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul kitab (Lauh Mahfuzh)." (QS. Ar-Ra'd: 39)

Pada malam lailatul qadar, para Malaikat akan mendatangi seorang hamba untuk berduka cita kepadanya karena kematian akan ditetapkan baginya atau datang untuk menyampaikan keberkahan baginya karena diterimanya amal ibadah dan dibebaskannya dari api neraka.

Satu jam di malam itu setara dengan 8 tahun dan 1 menit senilai dengan 50 hari.

Maka dimanakah orang-orang yang  bersungguh-sungguh?

Wahai saudaraku, Rabb kita adalah Dzat yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah.

Dia telah membukakan bagi kita pintu-pintu rahmat-Nya, pintu-pintu langit, pintu-pintu surga, dan menyeru kepada kita untuk berdo'a dan bertaubat kepada-Nya.

Janganlah kalian lewatkan kesempatan ini..!

Malam lailatul qadar adalah malam yang agung, janganlah kalian rusak dengan kesibukanmu di pasar-pasar, acara pesta ataupun yang lainnya dari perkara-perkara yang sekedar hiburan semata.

Sesungguhnya Rasulullah apabila memasuki sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan beliau mengencangkan ikat pinggangnya dan menghidupkan malam-malamnya (dengan beragam ibadah).

Dan kita tidak tahu, bisa jadi Ramdhan ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita.
Perbanyaklah dzikir, sedekah, membaca al-Qur'an, shalat malam, dan do'a, seperti do'a:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan suka memaafkan, maafkanlah kami."

Bagaimana kaum wanita bisa bersedekah, sementara mayoritas mereka disibukkan dengan mengurus rumah dan mereka tidak memiliki gaji untuk bisa menunaikan sedekah itu!!!

Dan apabila kita (kaum wanita) mendengar tentang keutamaan sedekah, kita merasa pilu, sangat berangan-angan, dan kita katakan, "Bagaimana saya bisa sedekah sementara saya orang yang tidak memiliki apa-apa???"

Dan di atas semua ini, -kami kaum wanita- juga diperintahkan untuk bersedekah.
Rasulullah bersabda: يَامَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ مِنَ اْلاِسْتِغْفَارِ . فَإنِّيْ رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ

"Wahai para wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar. Sesungguhnya aku melihat bahwa mayoritas kalian akan menjadi penghuni neraka." (HR. Ibnu Majah, no. 4003)

Kesedihan dan rasa takut semakin bertambah dalam jiwa kita? Solusinya…? Sederhana sekali….

Sesungguhnya keutamaan Allah sangatlah luas dan kemuliaan-Nya tiadalah terbatas…

Allah tidaklah menjadikan sedekah itu hanya terbatas pada harta semata!!!

Bahkan Dia telah menjadikan semua pintu-pintu kebaikan sebagai sedekah.

Berikut ini adalah contohnya untuk anda:

Sedekah itu beragam jenisnya:
a. Setiap tahlil (membaca Lailaha illah) adalah sedekah dan setiap takbir (membaca Allahu akbar) adalah sedekah

b. Setiap tasbih (membaca Subhanallah) adalah sedekah dan setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah

c. Setiap anda memerintahkan kepada kebajikan adalah sedekah dan setiap anda mencegah dari kemungkaran adalah sedekah

d. Bukalah media sosial anda setiap hari dan bersedekahlah dengan mengirim kalimat-kalimat yang baik kepada orang yang anda kenal, karena setiap kalimat yang baik adalah sedekah

e. Senyum anda kepada suamimu dan anak-anakmu serta saudarimu sesama kaum muslimah adalah sedekah

f. Shalat dhuha dua rekaat itu setara dengan 360 sedekah

g. Tahanlah dirimu dari keburukan, karena ia adalah sedekah

h. Bersedekahlah dengan perangai yang baik terhadap orang yang mencela dan mencacimu, sesungguhnya Allah akan menerima sedekah dari orang yang bersedekah dengan perangai yang baik.

i. Singkirkanlah gangguan yang ada di tengah jalan, karena ia adalah sedekah

j. Tebarkanlah salam kepada orang yang anda temui, karena ia adalah sedekah

k. Hidangkanlah makanan kepada para pelayanmu sebagaimana makanan yang kalian santap, karena ia adalah sedekah

l.  Berilah makan kepada burung, hewan tunggangan atau orang lain, karena ia merupakan sedekah

m. Muliakanlah tamu anda yang lebih dari tiga hari, maka ia adalah sedekah bagimu

n.  Bersungguh-sungguhlah untuk memberikan bantuan, baik yang bersifat badani maupun maknawi, karena ia adalah sedekah bagimu

o.  Berharaplah pahala dari barang milik anda yang telah dicuri, karena ia adalah sedekah

p.  Belajarlah, ajarkanlah dan tebarkanlah ilmu dengan berbagai cara menurut kemampuan anda, bisa lewat audio (suara), bacaan maupun tulisan,  karena ia adalah sedekah

q.   Air minum yang anda berikan kepada orang yang kehausan adalah sedekah Hanya bagi Allah pujian dan sanjungan Kaidah yang penting sekali, "Ikhlas dan semata-mata mengharapkan pahala dari Allah."

Orang-orang terdekat adalah golongan yang paling utama untuk mendapatkan kebaikan (kedua orang tua, suami dan anak-anak anda).

Mereka itu lebih utama, baru setelah itu yang terdekat dan yang terdekatnya lagi.

Ingatlah wahai para wanita, sesungguhnya sedekah itu akan menghapus kesalahan laksana air memadamkan api.

Tebarkanlah ilmu ini sebagai bagian dari sedekah atas dirimu dengan izin Allah.

Ajaklah karib kerabat untuk ikut menebarkan ilmu ini agar pahalanya semakin berlipat. Insya Allah.

Ini adalah kesempatan emas!! Semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada anda wahai para kaum wanita terhadap apa yang Dia cintai dan ridhai.
Sebutlah Aku dalam do'a kalian.

Aksi Solidaritas Umat Islam Solo Raya untuk Palestina

on Sunday, July 13, 2014 | 10:06 am


Solo, Mukminun.com - Ribuan umat Islam seantero Kota Solo memadati Bundaran Gladag Surakarta pada Ahad 13 Juli 2014.

Mereka berkumpul untuk menggelar aksi solidaritas umat Islam Solo Raya untuk Umat Islam di Gaza, Palestina.

Acara dimulai dengan orasi dari perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta. Beliau menyeru Pemerintah Indonesia untuk mengutuk agresi militer Israel di Jalur Gaza. Lebih lanjut beliau meminta umat Islam untuk memboikot produk israel.

Orasi kedua dilakukan oleh perwakilan Dewan Syariah Kota Surakata, Abah Kasim. selain di Dewan Syariah, beliau adalah aktivis KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritaas Palestina). Dalam orasinya Abah Kasim bercerita tentang pengalamannya ke Gaza tiga tahun silam.

Beliau meminta umat Islam untuk mendoakan saudara mereka di Gaza, Palestina. Beliau juga meminta umat Islam untuk memberikan sumbangan terbaik demi umat Islam di Gaza.

Orasi selanjutnya dilakukan oleh perwakilan Elemen Umat Islam Surakarta (El Musa), Ust Nurhadi Waskito. Dalam orasinya beliau membakar semangat umat Islam untuk siap membantu minimal dengan doa.

Dalam orasinya beliau mengungkapkan bahwa dalam shalat subuh di Karanganyar, beliau bisa mengumpulkan Rp5.000.000 dari jamaah di masjid tersebut. Dengan demikian, beliau menilai bahwa umat Islam di Indonesia sebenarnya punya atensi yg besar terhadap umat Islam di Palestina.

Orasi selanjutnya dilakukan oleh perwakilan Majelis Mujahidin Indonesia. Dalam orasinya beliau menyebut Israel sebagai Yahudi kecil, sedang Yahudi besar adalah Amerika Serikat. Beliau juga menyeru umat Islam di Indonesi untuk mendoakan dan menyumbangkan dana bagi umat Islam di Palestina.

Orasi kelima dilakukan oleh perwakilan FKAM (Forum Komunikasi Aktivis Masjid) Surakarta.

Panitia juga sempat mengundang tim sukses kedua capres-cawapres, namun hanya dihadiri oleh tim sukses Prabowo-Hatta. Terkait ketidak hadiran tim sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla, panitia mengatakan tidak tahu alasannya apa, padahal panitia telah dua kali datang ke kantor pemenangan PDIP-Puan Maharani di Tipes, Solo, Jawa Tengah. Panitia juga mengaku telah bertemu langsung anggota tim sukses Jokowi-JK tapi di aksi tersebut tidak ada yg hadir.

Acara ditutup dengan penbacaan PERNYATAAN SIKAP ELEMEN UMAT ISLAM SOLO RAYA yg salah satu isinya meminta umat Islam untuk mendoakan umat Islam di Palestina, menyumbang untuk mereka, mengutuk serangan Israel, dan menolak kedatangan Bil Clinton ke Indonesia dalam waktu dekat.

Teroris israel Bombardir 1090 Titik di Jalur Gaza

on Friday, July 11, 2014 | 4:39 pm


Palestina, Mukminun.com – Teroris israel kembali berulah. Setelah melakukan invasi militer besar-besaran pada November 2012, hal tersebut mereka ulangi lagi pada 8 Juli 2014.

Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa teroris israel telah membombardir sebanyak 1090 titik di Jalur Gaza dalam tiga hari serangan, terhitung sejak Selasa 8 Juli 2014.

Kementerian pertahanan israel laknatullah dikabarkan telah menyetujui pengerahan 40.000 teroris ke Jalur Gaza dalam operasi kali ini.

Sedikitnya delapan muslim Palestina di Jalur Gaza gugur dalam satu malam oleh serangan udara teroris israel laknatullah pada Kamis malam, demikian tutur Menteri Kesehatan Gaza.

Lima di antaranya, yakni Ghaliya Dib Jaber Ghannam, 7, Wissam Abdulraziq Hassan Ghannam, 23, Mahmoud Abduloraziq Hassan Ghannam, 26, Kifah Shihada Dib Ghannam, 20, and Muhammad Munir Ashur, 25, meninggal di Rafah, sedang 15 lainnya luka-luka dalam serangan malam itu.

Seorang balita bernama Abu Al-Najdah juga dilaporkan gugur di Rafah setelah terkena serpihan bom udara teroris israel, sedangkan Raid Abu Hani, 50, juga terbunuh kala itu di Rafah Timur.

Di Kota Gazsa, pesawat tempur israel menargetkan suatu bangunan apartemen lima lantai yang menewaskan Anas Abu Al-Kas.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, total korban jiwa dari pihak muslim Palestina atas serangan teroris israel laknatullah telah mencapai 98 orang dan melikau 600 lainnya.

Data korban jiwa yang dilansir PBB pada Kamis 10 Juli 2014 menyebutkan bahwa 58 warga sipil Palestina gugur, termasuk diantaranya 11 wanita dan 21 anak-anak. (Maan/Mukminun/Nugrohoirfan)

Allahumang tsur ikhwaninal muslimiina wal mujahidiina fii Filistiin wa fii kuli zamaan wa fii kuli makaan. Aamiin

INDONESIA

+Index»

NEGERI SYAM

+Index »

MANCANEGARA

+Index»
 
MUKMINUN.COM Sitemap | Privacy Policy | Contact Us | Disclaimer - Semua materi dalam website ini boleh dikopi, namun mohon berkenan mencantumkan nama website ini.