Syirik – Dalil & Definisi | Khutbah Jumat

 


Oleh: Irfan Nugroho

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

 

Dosa Besar dan Dosa Kecil

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah

Allah membagi dosa-dosa menjadi dua; dosa besar dan dosa kecil. Dosa besar adalah apa-apa yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah, sebagaimana yang tercantum di dalam Quran dan Sunah, serta atsar dari para salaf yang saleh.

Dosa besar adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah kecuali dengan taubat yang dilakukan dengan benar, dengan penyesalan, dengan tekad untuk tidak mengulanginya lagi, dengan meninggalkan teman-teman yang biasa bermaksiat bersamanya, dengan mengembalikan hak yang dia ambil dari orang lain, dan dengan melakukannya di waktu yang di dalamnya Allah masih menerima taubat, yaitu ketika matahari belumlah terbit dari barat, atau selama nyawa belum sampai di tahap sakaratul maut.

Dosa yang kedua adalah dosa-dosa kecil, yaitu dosa yang tidak disebutkan ancaman atau hukumannya oleh Allah dan Rasulullah, baik di dalam Quran maupun Sunah, yang dosa ini akan diampuni oleh Allah dengan seseorang melakukan amal-amal tertentu seperti puasa hari Asy-Syura, puasa Arafah, melakukan salat wajib, berwudhu, berjalan ke masjid, dsb.

Allah ta’ala berfirman di dalam Quran Surat An Nisa ayat 31:

اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبَاۤىِٕرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا

Surat An Nisa 31 Latin: in tajtanibụ kabā`ira mā tun-hauna 'an-hu nukaffir 'angkum sayyi`ātikum wa nudkhilkum mudkhalang karīmā

Arti Surat An Nisa 31: Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (yaitu dosa-dosa kecil) dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga), (QS An Nisa : 31).

Syirik, Dosa Besar yang Paling Besar

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah

Syirik adalah dosa besar yang paling besar. Syirik adalah dosa besar urutan nomor satu. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di Quran Surat Luqman ayat 13:

اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

Surat Luqman 13 Latin: wa iż qāla luqmānu libnihī wa huwa ya'iẓuhụ yā bunayya lā tusyrik billāh, innasy-syirka laẓulmun 'aẓīm

Arti Surat Luqman 13: “Sesungguhnya syirik adalah kezaliman, kejahatan, dosa besar yang paling-paling besar,” (Surat Luqman : 13).

Itulah mengapa Allah mengancam pelaku syirik dengan neraka di Surat Al Maidah 72:

اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوٰىهُ النَّارُ ۗوَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ

Surat Al Maidah 72 Latin: innahụ may yusyrik billāhi fa qad ḥarramallāhu 'alaihil-jannata wa ma`wāhun-nār, wa mā liẓ-ẓālimīna min anṣār

Arti Surat Al Maidah 72: “Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu,” (QS Al Maidah : 72).

Maksudnya, orang yang berbuat syirik, lalu dia mati dalam keadaan belum bertaubat dari syiriknya, maka dia diancam oleh Allah dengan neraka. Bahkan yang jauh lebih mengerikan lagi, orang yang mati dalam keadaan belum bertaubat dari syirik, maka diancam bakalan kekal di dalam neraka. Allah ta’ala berfirman di Surat An Nisa ayat 116:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا

Surat An Nisa 116 Latin: innallāha lā yagfiru ay yusyraka bihī wa yagfiru mā dụna żālika limay yasyā`, wa may yusyrik billāhi fa qad ḍalla ḍalālam ba'īdā

Arti Surat An Nisa 116: Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali,” (QS An Nisa 116).

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah...

Definisi Syirik?

Syaikh Sulaiman Abdullah Alu Syaikh rahimahullah menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan syirik adalah:

تَشْبِيهٌ لِلْمَخْلُوقِ بِالْخَالِقِ تَعَالَى وَتُقَدِّسُ فِي خصَائِص الْإلَهِيَّةَ، مِنْ مَلِكِ الضَّرِّ وَالنَّفْعِ، وَالْعَطَاءَ وَالْمَنْعَ الَّذِي يُوجَبُ تَعَلُّقُ الدُّعَاءِ وَالْخَوْفِ وَالرَّجَاءِ وَالتَّوَكُّلِ وَأَنْوَاعِ الْعِبَادَةِ كُلَّهَا بِاللهِ وَحَدِّهِ

“Menyerupakan makhluk (atau hasil ciptaan Allah – mulai dari manusia, batu, pohon, bulan, bintang, matahari, jin, setan), dengan al-Khaliq (Pencipta/Allah), dalam hal-hal yang menjadi kekhususan pada perkara Ilahiyah Allah, bahwa Allah-lah yang menciptakan bahaya dan manfaat, memberi/mengabulkan dan menahan dosa, bahwa hanya kepada Allah-lah seseorang itu takut, berharap, tawakal, juga hanya kepada Allah-lah seluruh peribadatan itu ditujukan,” (Taisir Al-‘Aziz Al-Hamid: 91).

 

Definisi syirik yang sederhana, kata salah seorang guru kami hafizahullah, adalah: “Menurunkan level-Nya Allah hingga menyamai/di bawah levelnya makhluk (hasil ciptaan Allah), atau menaikkan levelnya makhluk (hasil ciptaan Allah), hingga menyamai/di atas level-Nya Allah. Padahal level-Nya Allah dengan levelnya makhluk tidak bisa disamakan.”

Misal, level-Nya Allah adalah diminta, kita berdoa, meminta kepada Allah. Seseorang tidak boleh berdoa, meminta kepada makhluk atau hasil ciptaan Allah, seperti batu, pohon beringin, raja, atau manusia. Tetapi orang yang berbuat syirik, dia naikkan levelnya makhluk ini tadi hingga menyamai level-Nya Allah dengan berdoa kepadanya, meminta kepadanya.

Inilah contoh syirik. Sedang rumus syirik adalah seperti di atas:

“Menurunkan level-Nya Allah sehingga sampai menyamai levelnya makhluk (hasil ciptaan Allah), atau menaikkan levelnya makhluk (hasil ciptaan Allah), sehingga sampai menyamai level-Nya Allah. Padahal level-Nya Allah dengan levelnya makhluk tidak bisa disamakan.”

أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ! اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ. وَذَرُو الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنْ. وَحَافِظُوْا عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا اغْفِرْ لنا وَلِوَالِديناَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel