Terang Iman*

Oleh Muhammad Dharmawan (Banda Aceh)
Ambilah sebuah buku tulis dan pena lalu tulislah dengan akurat setiap pikiran yang terlintas, perasaan2 yang terpapar, kata hati yang terbesit dan gerakan2 yang diperbuat secara rinci, akurat dan mendetail dalam 5 menit yang lalu dan 5 menit kedepan !

Jawabnya: tidak bisa dan tidak tahu! Lalu makhluk mana kira-kira yang bisa dan tahu (tentang itu),baik pada dirinya dan pada semua makhluk-makhluk yang ada?

Jika setiap makhluk tidak mampu menulis secara mendetail dan akurat setiap pikiran-pikiran yang terlintas,kata-kata hati yang terbesit,perasaan-perasaan yang terpapar, gerakan-gerakan yang terjadi pada dirinya sendiri baik masa yang lalu maupun yang depan? Bagaimana dengan Allah Swt  Pencipta setiap makhluk itu,mungkinkah dia itu juga tidak tahu menahu?

Jika begitu anggapannya jadi siapa yang tau persis (tentang itu semua secara rinci dan mendetail) dan yang mengendalikan segala sesuatu didalam semesta ini?  Milik siapakah segala sesuatu itu, selain Allah Swt? Apakah kelebihan manusia-manusia padahal tidak tau semua yang telah terjadi dan yang akan terjadi pada dirinya sendiri selain  kesesatan dan ketidaktahuan?

Jika saja kita mau sedikit berpikir  maka kita sadar dan betapa lemahnya kita demikian juga dengan makhluk semuanya , maka salahkah kita jika “menyerah” kepada Allah Swt Pencipta kita dan alam semesta ini yang mengetahui apa yang ada dibelakang “ semua yang telah terjadi dan kedepan “yang akan terjadi”? atas kita dan semua ciptaanNYA, seraya bersyukur dan bersabar atas semua ketetapanNYA?

Menjadi cerdaslah! Dengan berpikir kenapa kita  bisa berpikir? Demikian juga dengan seluruh manusia? dan Dimana tercatat semua pikiran itu jika kita lupa atau otak kita sudah jadi tanah atau abu? dan Dimana pula perbendaharaan pikiran2, ide2 itu sebelum terlintas diotak2 manusia selama ini padahal sebelumnya mereka2 tidak tau?

Jika seseorang bersaksi: tidak ada ilah ‘’Penguasa,Yang Kuasa selain Allah Swt’’ dan yakin dia hanyalah hamba yang tidak punya daya upaya “kuasa” kecuali dengan pertolongan Allah Swt serta mengikhlaskan yang ada dalam surat Al Iqhlas tanpa syarat: seperti Allah itu Ahad “Tunggal” tanpa sekutu “Allah DIA yang dibutuhkan,”Tanpa perlu pihak ketiga” DIA tidak beranak dan diperanakkan dan tidak ada satu pun yang setara dan menyerupaiNYA, sebab Allah Swt tidak bisa dilihat,tidak terjangkau pikiran/dikhayalkan!

Apakah orang-orang  yang mengimani seperti yang demikian itu sesat, keliru, dan perlu diluruskan sebab dia hanya berserah diri hanya kepada Allah Swt saja dan mengadu (curhat) setiap permasalahannya dan meminta langsung kepada Allah Swt Penciptanya,pemiliknya yang faham atas setiap pikiran,perasaan dan kata hatinya tanpa perlu perantara,wali atau pihak ketiga! Sebab dia berpikir siapakah yang bisa menolongnya nanti ketika di berada didalam kesendirian dn kesunyian misalnya ketika sakaratul maut,dalam kubur, dll! Salahkah jika dia membina hubungan langsung dengan Allah Swt mulai sejak dini?

Inilah contoh akidah orang-orang yang telah menjalani  di shirattal mustaqiim “Jalan Yang Lurus” yang pasti tidak sesat bahkan justru tengah meniti dijalan yang lurus “shirratal mustaqiim” yang telah diberi nikmat oleh Allah Swt yang diminta dan diidam2kan orang dalam Al Fatihah disetiap shalatnya ( barang siapa yang mentaati Allah dan rasul maka mereka bersama-sama orang yang Allah telah beri nikmat atas mereka yaitu para Nabi,para Shidiq “Orang-orang Benar dan Jujur” para Syuhada “Pejuang Agama yang Ikhlas” dan para Shalihin” pelaku kebajikan” (Qs : An Nisa : 69-70)

Tiga Musuh Besar bagi Manusia yang Berakal yang wajib diwaspadainya:

1. Hawa Nafsu keinginan keji dan mungkar yang terbit dari dalam dirinya sendiri.

2.  Orang yang merayu kita utk mengabdi, menyembah dan minta pertolongan,perlindungan serta berharap kepada Rabb-rabb" Tuan-tuan" dan Ilah-ilah "Penguasa-penguasa" yang lain selain dari Allah Swt Yang Tunggal, Pencipta, Pemilik"Rabb" dan Penguasa Mutlak alam smesta dan segala-galanya!

3.Siapapun yang mengajak kita untuk menipu, menganiaya/menyakiti,merugikan, menyusahkan, baik diri sendiri  dan orang lain!

Apakah yang akan kita sebut bagi: Orang yang diberi akal tetapi tdk digunakan untuk berpikir,memilah dan memilih yg terbaik bagi dirinya?  Dan Orang yang diberi hati tetapi tidak digunakan untuk memahami dan mewaspadai demi kemaslahatan dunia dan akhiratnya? Serta Orang-orang yang punya perasaan tetapi enggan merasakan perasaan orang lainnya?

Umpama hati adalah kebun dan agama/ideology adalah tanaman utamanya, jika bibit yang disemai adalah kepedihan, kebencian, dendam, serakah, iri dan dengki pasti tidak akan tumbuh kecuali sosok-sosok yang hanya pembuat kerusakan dan pertumpahan darah dibumi sejak dulu kala,yang demikian itulah yang tidak akan dilakukan “manusia sejati” sebab mereka dibekali akal yang lurus , hati nurani dan ilmu-ilmu yang bermanfaat.

Ketahilah Jika kita ingin menuai KasihSayang dan Kebahagian yang berkekalan dari Allah Swt maka tanamlah sejak dini bibit2 syukur kepada Allah Swt dalam hati, dilisan dan perbuatan, yang kelak Pasti akan berbuah ketenangan, kebajikan2 dan kebahagiaan2 baik pada diri sendiri maupun kepada sesama! Guna mengajar cara2 bersyukur yang benar dan lurus dan mengingatkannya Itulah misi para Nabi dan Rasul diutus sejak awal kemanusian.

Sebaliknya jika manusia ingin menuai Murka dan Azab Allah Swt, baik didunia dan akhirat maka tanamlah bibit2 Keingkaran, kebencian atas semua KasihSayangNYA selama ini baik dalam hati, lisan dan perbuatan dan Pasti keberadaan mereka hanya akan merugikan dan menyusahkan baik dirinya sendiri maupun orang lain! Untuk mengajar inilah diciptakanNYA iblis dan  syetan2 sebagai ujian!

Jika ada orang yang meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa mereka berasal dari Allah dan dilahirkan kedunia ini untuk mengabdi kepada Allah Swt sesuai dengan batas umur yang ditentukanNYA, kemudian mereka akan mati dan kembali kepada Allah dan dalam menjalani kehidupannya mereka mengamalkan ibadah2 yang diperintahkanNYA dengan sungguh2”khusyuk” lalu mereka berprilaku jujur, amanah, tabligh dan cerdas serta suka menolong sesama dengan ikhlas karena Allah, sebagai tebusan atas jiwa mereka yang telah tergadai disisi Allah Swt! Dengan Iman yang benar , Perbuatan yang baik dan mengharapkan Kerelaan dari Rabbnya agar kelak menjadi hamba yang merdeka didalam SurgaNYA kelak sebab “ Siapakah yang dapat member pertolongan disisi Allah Swt tanpa ijinNYA?” dan merekapun merasa tidak memiliki apapun dibumi ini kecuali Allah Swt. Sebab mereka tau Kepunyaan Allah lah segala sesuatunya, mereka sadar bahwa mereka hamba dan Allah Swt adalah Rabb=Tuan=Pemilik mereka yang setiap saat mengawasi  mereka , mereka patuh dan tidak mengingkariNYA dan setia kepada Rabbnya tidak menduakanNYA atau menghianatiNYA, mereka bangga dan bersyukur kepada Rabb “Tuan”nya dengan mendirikan shalat untuk mengingat Rabb nya sebagai wujud syukur dan memohon bimbingan dan pimpinanNYA, mereka tidak butuh sosok-sosok lain untuk menebus jiwa mereka disisi Allah kecuali berharap dari Allah sendiri  sehingga mereka tetap beriman dan berbuat berbagai kebajikan yang bermanfaat bagi mereka, oranglain dan makhluk seluruhnya dan merekapun  tidak takut kecuali kepada Allah sebab mereka mengenalNYA. Dan manusia hanya bisa menyiksa dan menyakiti orang yang masih hidup saja tetapi Allah Swt Kuasa menyiksa orang2 yang hidup dan orang-orang yang sudah mati!

Mereka bersaksi bahwa La Illaha Illallah: Tidak ada “Penguasa,Yang Kuasa” selain Allah, sedangkan mereka meyakini mereka tidak ada daya dan upaya “kuasa” kecuali dengan pertolongan Allah lalu mereka berikrar” Hanya kepada Allah kami mengabdi dan hanya kepadaNYA pula kami meminta pertolongan”  sebab Allahu Shamad “Allah DIA Yang Dibutuhkan”  contoh ketika nanti sakaratul maut siapa yang kuasa menolong kita, dalam kubur yang gelap, dll.

Apakah keimanan dan perbuatan orang-orang yang demikian ini dimurkai, sesat dan perlu diluruskan atau dipindah agamakan atau perlu dipindah pemahaman sehingga mereka harus menyembah dan berharap kepada mahkluk dengan berbagai kebodohaan & kelemahan2 yang telah diurai diatas? Siapa kenyataannya yang sesat dan telah membuat kekacauan dimuka bumi selama ini?

Kenapa Allah Swt memenuhi dan membiarkan keinginan dan keingkaran dari pengikut iblis “penjahat”  untuk membuat berbagai kerusakan dan pertumpahan darah dimuka bumi selama ini? Sebab demi janji Allah Swt kepada iblis dahulu. Namun perjanjian itu ada batas waktunya dan ketika batas waktu itu berakhir maka dengan ijin Allah iblis akan menggiring pengikutnya beramai2 seperti hewan ternak kedalam neraka!  Dan Allah Swt juga telah berjanji kepada manusia-manusia yang beriman dan berbuat kebajikan untuk mewarisi bumi ini hingga tiba masa “Kesudahannya”  sebab akhirnya akan kembali awal tujuan manusia diciptakan dimuka bumi ini

Dalam pandangan Allah Swt dan manusia; Apakah ada kelebihan/keistimewaan orang-orang yang berjanggut,bersorban dan berjubah dengan yang Tidak? Yah, ada yaitu janggut,sorban dan jubah saja! Sebagaimana Tidak Ada Kelebihan/Keistimewaan orang Arab dan yg non Arab, dll. Kecuali Imam dan Taqwa kepada Allah Swt serta Amal-amal Kebajikannya yg bermanfaat bagi sesama!

Note: *Artikel dirikimkan oleh saudara kita Muhammad Dharmawan pada 2 November 2013 ke email: nugrohoirfan@gmail.com.

0 komentar:

Post a Comment