Home » » Nama-nama Bayi Islami untuk Laki-laki atau Perempuan

Nama-nama Bayi Islami untuk Laki-laki atau Perempuan

on Friday, October 18, 2013 | 10:35 am

Oleh Irfan Nugroho
Salah satu hal yang sangat membahagiakan sepasang suami-istri adalah ketika keturunan yang mereka harapkan terlahir. Bayi terlahir dari kandungan sang istri dengan sang suami mendampinginya. Maka salah satu hal penting terkait dengan hal tersebut adalah memberi nama bayi tersebut.

Sebagai sepasang suami-istri yang muslim, sangat dianjurkan untuk memberi bayi tersebut dengan nama-nama Islami. Di artikel ini, akan kami sampaikan deretan nama-nama bayi Islami untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan. Namun sebelum itu, akan kami sampaikan terlebih dahulu adab memberi nama bayi sesuai Sunnah Rasulullah Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam:

1. Jangan memberi nama bayi dengan nama “Abu Qasim”
Abu Qasim adalah julukan yang hanya boleh digunakan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam. Setidaknya ada tiga hadist yang menjelaskan hal tersebut:

Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiallahuanhu ia berkata:
Seseorang menyapa temannya di Baqi: Hai Abul Qasim! Rasulullah saw. berpaling kepada si penyapa. Orang itu segera berkata: Ya Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam, aku tidak bermaksud memanggilmu. Yang kupanggil adalah si Fulan. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh memberi nama dengan namaku, tapi jangan memberikan julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3974)

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiallahuanhu ia berkata:
Seseorang di antara kami mempunyai anak. Ia menamainya dengan nama Muhammad. Orang-orang berkata kepadanya: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama Rasulullah saw. Orang itu berangkat membawa anaknya yang ia gendong di atas punggungnya untuk menemui Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam. Setelah sampai di hadapan Rasulullah saw. ia berkata: Ya Rasulullah! Anakku ini lahir lalu aku memberinya nama Muhammad. Tetapi, orang-orang berkata kepadaku: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama dengan nama Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh memberikan nama dengan namaku, tetapi jangan memberi julukan dengan julukanku. Karena, akulah Qasim, aku membagi di antara kalian. (Shahih Muslim No.3976)

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiallahuanhu ia berkata:
Abul Qasim, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda: Berikanlah nama dengan namaku, tetapi jangan memberikan julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3981)

2. Boleh memberi nama bayi pada hari pertama dia lahir ataupun tujuh hari setelah kelahiran bayi tersebut.

Diceritakan oleh Anas bin Malik Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda, “Malam ini anakku terlahir, maka aku menamakannya dengan nama Abu Ibrahim ‘alaihissalam,” (HR Muslim 2315).

Boleh juga memberi nama bayi pada hari ketujuh pasca kelahiran sebagaimana hadist Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam, “Setiap anak tergadai (tertahan) dengan akikahnya, disembelihkan haiwan akikah pada hari ketujuh, diberi nama pada hari tersebut, dan dicukur rambutnya." (HR. Abu Daud no: 2837, At-Tirmizi no: 1522, An-Nasai no: 4220 dan Ibnu Majah no: 3165).

3. Hanya beri bayi-bayi kita dengan nama yang baik
Adalah suatu anjuran yang sangat ditekankan untuk memberi nama bayi dengan nama yang baik. Hal ini karena Rasulullah pernah mengganti nama Zainab yang semula bernama Barrah (HR Muslim 3990).

Nah, terkait dengan memberi nama yang baik untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan, Islam memberi beberapa petunjuk tentang hal tersebut.

1. Menggunakan kata Abdu diikuti Asmaul Husna.
Misal Abdullah, Abdurrahman. Kedua nama ini sangat disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana diterangkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud dll. Kedua nama ini menunjukkan penghambaan kepada Allah Azza wa Jalla.

"Nama-nama yang paling dicintai oleh Allah adalah Abdullah (hamba Allah) dan Abdurrahman (hampa kepada Yang Maha Pemurah)." (HR. Muslim no: 2132, At-Tirmizi no:2833, An-Nasai no: 3565, Abu Daud no: 4949 dan Ibnu Majah no: 3728).

Dan sungguh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan nama kepada anak pamannya (Abbas radhiallahu ‘anhu), Abdullah radhiallahu ‘anhuma. Kemudian para sahabat radhiallahu ‘anhum terdapat 300 orang yang kesemuanya memiliki nama Abdullah.

Sesungguhnya orang-orang Syi’ah tidak memberikan nama kepada anak-anak mereka seperti hal ini, mereka mengharamkan diri mereka sendiri memberikan nama anak mereka dengan Abdurrahman sebab orang yang telah membunuh ‘Ali bin Abi Tholib adalah Abdurrahman bin Muljam. Penganut agama syiah biasanya menamakan diri mereka dan bayi mereka dengan Abdul Husein, atau Abdul Hasan, atau Abdul Ali. Jadi mereka menisbatkan penghambaan bukan kepada Allah, namun kepada Ahlul Bait dan imam-imam syiah. Naudzubillahi min dzalik.

2. Memberi nama bayi dengan nama-nama Nabi.
Para ulama sepakat akan diperbolehkannya memberikan nama dengan nama para nabi. Diriwayatkan dari Yusuf bin Abdis Salam, ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nama kepadaku Yusuf” (HR. Bukhori –dalam Adabul Mufrod-; At-Tirmidzi –dalam Asy-Syama’il-). Berkata Ibnu Hajjar Al-Asqolaniy: Sanadnya Shohih.

Dan seutama-utamanya nama para nabi adalah nama nabi dan rasul kita Muhammad bin Abdillah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

3. Memberi nama bayi laki-laki atau bayi perempuan dengan nama orang shalih dari kalangan umat Islam.
Telah tsabit dari hadits Mughiroh bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda, “Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang sholih” (HR. Muslim).

Maka tidak heran bahwa sahabat Zubair bin ‘Awan radhiallahu‘anhu memberikan nama kepada sembilan anaknya dengan nama-nama sahabat yang syahid pada waktu perang Badr, missal: Abdullah,’Urwah, Hamzah, Ja’far, Mush’ab, ‘Ubaidah, Kholid, ‘Umar, dan Mundzir.

Maka berikut kami kutipkan daftar nama para Sahabat (untuk nama Islami bayi laki-laki) dan Sahabiyah (untuk nama Islami bayi perempuan). Semoga berguna untuk kita semua umat Islam dan semoga anak-anak kita kelak akan meniru perilaku mulia para sahabat tersebut.

Khadijah binti Khuwailid
Abu Bakar ash-Shiddiq
Umar bin Khattab
Utsman bin Affan
Ali bin Abi Thalib
Zaid bin Haritsah
Abbas bin Abdul Muthalib
Hamzah bin Abdul Muthalib
Ja'far bin Abi Thalib1. Khalid bin Walid
Amru bin Ash1. Abu Sufyan
Mu'awiyah bin Abu Sufyan
Ikrimah bin Abu JahalAbdullah ibn Umar
Abdurrahman bin Auf
Abu Bakar
Abu Dzar Al-Ghiffari
Abu Hurairah
Abu Ubaidah bin al-Jarrah
Ali bin Abi Talib
al-Qamah
Amru bin Ash
Bilal bin Rabah
Hakim bin Hazm
Hamzah bin Abdul Muthalib
Khalid bin Walid
Mua'dz bin Jabal
Mua'wiyah bin Abu Sufyan
Mus'ab bin Umair
Sa'ad bin Abi Waqqas
Sa'id bin Zayd bin `Amr
Thalhah bin Ubaidillah
Umar bin Khattab
Usamah bin Zaid bin Haritsah
Usman bin Affan
Uwais Al-Qarny
Wahsyi
Zubair bin AwwamAbbad bin Bishir
Abbas bin Abdul-Muththalib
Abdullah bin Abbas
Abdullah bin Abdul-Asad
Abdullah bin Hudhafah as-Sahmi
Abdullah bin Ja'far
Abdullah bin Mas'ud
Abdullah bin Rawahah
Abdullah bin Salam
Abdullah bin Ubay
Abdullah bin Umar
Abdullah bin Ummi-Maktum
Abdullah bin Zubair
Abdurrahman bin Abi Bakar
Abdurrahman bin Auf
Abu Ayyub al-Ansari
Abu Bakar
Abu Dujana
Abu Dzar Al-Ghifari
Abu Fuhayra
Abu Hudhaifah bin al-Mughirah
Abu Hurairah
Abu Jahm
Abu Lubaba bin Abd al-Mundzir
Abu Musa al-Ashari
Abu Qatadah
Abu Sufyan
Abu Sufyan bin Harits
Abu Thalib
Abu Ubaidah bin al-Jarrah
Abu al-Aas bin al-Rabiah
Abu al-Dardaa
Abu Hudhayfah bin Utbah
Abu Sa'id al-Khudri
Akib bin Usaid
Al-Ala'a Al-Hadrami
Al-Baraa bin Malik al-Ansari
Al-Nahdiah
Ali bin Abi Thalib
Aminah binti Wahab
Amru bin al-Jamuh
Ammar bin Yasir
Amru bin Ash
An-Numan bin Muqarrin
Anas bin Malik
Ashaab
Aqil bin Abu Thalib
Bashir bin Sa'ad
Bilal bin Rabah
Bilal bin al-Harits
Fadl bin Abbas
Fatimah binti Asad
Fatimah binti Hizam
Fayruz al-Daylami
Habibah binti Ubaidillah
Hakim bin Hazm
Halimah As-Sa'diyah
Hamzah bin Abdul-Muththalib
Haritsah binti al-Muammil
Hatib bin Abi Baitah
Hisyam bin Al-Aas
Hudhayfah bin al-Yaman
Hujr bin Adi
Ikrimah bin Abu Jahal
Ja'far bin Abi Thalib
Julaybib
Khabbab bin al-Aratt
Khadijah binti Khuwailid
Khalid bin Sa`id
Khalid bin Walid
Khubaib bin Adi
Khunais bin Hudhaifa
Kumail bin Ziyad
Khuzaimah bin Tsabit
Layla binti al-Minhal
Lubabah binti al-Harith
Lubaynah
Malik bin Dinar
Malik al-Dar
Malik bin Ashter
Malik bin Nuwayrah
Miqdad bin Aswad
Mua'dz bin Jabal
Muhammad bin Abu Bakar
Muawiyah bin Abu Sufyan
Muhammad bin Maslamah
Mughira bin Shu'ba
Mus'ab bin Umair
Nawfal bin Khuwaylid
Qatadah
Rab'ah bin Umayah
Rabi'ah bin Harits
Sa'ad bin ar-Rabi'
Sa'ad bin Abi Waqqas
Sa'ad bin Muadz
Saffiyah binti Abdul-Muththalib
Sa’id bin Al-Ash
Said bin Amir al-Jumahi
Said bin Zayd
Salim Mawla Abu Hudhayfah
Salman al-Farisi
Suhayb Ar-Rummi
Sumayyah binti Khayyat
Syaibah bin 'Utsman
Thalhah bin Ubaidillah
Thalib bin Abu Thalib
Ubaidah bin Harits
Ubay bin Kaab
Umamah binti Zainab
Umar bin Khattab
Ummi Kultsum binti Ali
Ummi Kultsum binti Jarwila Khuzima
Ummi Syarik
Ummi Ubays
`Uqbah bin Amir
Urwah bin Mas'ud
Usamah bin Zaid
Usayd bin Hudhayr
Utbah bin Ghazwan
Utsman bin Affan
Utsman bin Hunaif
Uwais al-Qarny
Wahab bin Abd Manaf
Wahsyi
Waraqah bin Naufal
Zaid bin Arqam
Zaid bin Haritsah
Zaid bin Tsabit
Zainab binti Ali
Zubair
Share :
 
MUKMINUN.COM Sitemap | Privacy Policy | Contact Us | Disclaimer - Semua materi dalam website ini boleh dikopi, namun mohon berkenan mencantumkan nama website ini.