Dalil Keutamaan Wudhu: Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat

 

Pembaca yang semoga dirahmati Allah, wudhu memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah menghapus dosa dan meninggikan derajat. Di pembahasan sebelumnya, juga telah kita pelajari bersama tentang keutamaan wudhu yang bisa membuat wajah dan kulit bersinar di hari kiamat. Teruskan membaca. Bismillah.

Matan Hadis

Rasulullah bersabda:

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ

“Maukah kalian aku beri tahu apa yang dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan yang dengannya pula Allah mengangkat derajat?”

Para sahabat pun menjawab, “Tentu, ya Rasulullah.” Kemudian Rasulullah bersabda:

إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ

“Memperbagus wudhu ketika dalam kondisi yang tidak disukai, memperbanyak langkah menuju masjid, serta menunggu salat berikutnya setelah salat. Maka itulah ribath kalian.”

Takhrij Hadis

Hadis dengan redaksi ini diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Sahih Muslim nomor 251. Hadis serupa juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmizi nomor 51.

Judul Hadis

Imam Muslim memberi judul hadis ini, “Keutamaan menyempurnakan wudhu di waktu-waktu yang tidak disukai.”

Pelajaran dari Syarah Nawawi Ala Muslim

1. Al-Qadhi bin Iyadh berkata, klausa “…menghapus kesalahan-kesalahan…” adalah kinayah atau kiasan tentang pengampunan, atau dihapuskan kesalahannya dari catatan malaikat pencatat amal dan hal tersebut sebagai bukti atas pengampunannya.

2. “Mengangkat derajat” artinya meninggikan tempat dan kedudukan di surga.

3. “Isbagh al-wudhu” artinya menyempurnakannya.[i]

4. “...dalam kondisi yang tidak disukai...” bisa berupa cuaca yang sangat dingin, dalam kondisi sakit, dan lain sebagainya.[ii]

5. “…memperbanyak langkah” artinya selalu ke masjid, atau jarak yang jauh antara rumah dengan masjid.

6. Menurut Al-Qadhi Abu Al-Walid Al-Baji mengatakan bahwa “…menunggu datangnya waktu salat setelah salat” artinya menunggu waktu salat, yang jarak antara satu salat dengan salat yang lain tidak terlalu lama, seperti zuhur ke ashar, atau magrib ke isya. Sedangkan selain dua waktu tersebut, jarang dilakukan oleh manusia.[iii]

7. Al-Qadhi juga mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “ribath” di situ adalah menyempurnakan wudhu, memperbanyak langkah menuju masjid, lalu menunggu salat setelah salat.[iv]

Pelajaran dari Syarah Sahih Adab Islamiyah

1. Disukainya memulai wudhu dengan bagian yang kanan

2. Penegasan tentang adanya kebangkitan di hari kiamat

3. Keutamaan umat ini adalah bahwa mereka akan datang di hari kiamat dengan wajah, tangan, dan kaki yang bersinar akibat bekas wudhu

4. Keutamaan menyempurnakan wudhu

5. Sunah ketika wudhu adalah melebihkan dari area yang wajib dibasuh

6. Disyariatkannya berlomba-lomba dalam amal akhirat

7. Anjuran untuk bersahabat dengan orang-orang yang saleh

8. Surga itu memiliki beberapa derajat

9. Semakin jauh jarak ke suatu masjid, semakin besar pahalanya  

10. Keutamaan menunggu salat

11. Keutamaan ribat di jalan Allah



[i] Dr. Khalid Al-Jauhani menambahkan bahwa yang dimaksud isbagh al-wudhu di sini adalah menyempurnakan wudhu, dengan melebihkan area basuhan pada wajah, tangan, dan kaki, dengan mengulanginya sebanyak tiga kali dan sambil menggosoknya.

[ii] Dr. Khalid Al-Jauhani menambahkan ke dalam pengertian ini “ketika sedang sibuk dengan urusan duniawiah.”

[iii] Dr. Khalid Al-Jauhani menambahkan ke dalam pengertian ini, “Dengan duduk di masjid, atau hatinya terpaut dengan masjid dengan bersiap-siap dan lebih memprioritaskan masjid ketika sedang sibuk dengan urusan rumah.

[iv] Dr. Khalid Al-Jauhani menambahkan ke dalam pengertian ini, “Ada juga yg mengatakan bahwa yg dimaksud di sini adalah menunggu waktu salat (isbaghul wudhu dan memperbanyak langkah menuju masjid tidak termasuk).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel