Hadits Larangan Berbicara ketika Buang Hajat

 

Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma:

أَنَّ رَجُلًا مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

“Seorang laki-laki pernah melewati Rasulullah yang saat itu sedang buang air kecil, lalu dia mengucapkan salam kepada beliau , namun beliau tidak menjawabnya.”

Takhrij Hadits

Hadis larangan berbicara ketika di dalam kamar mandi atau kakus atau ketika buang hajat ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahih Muslim (370), Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud (16), Imam At-Tirmizi dalam Sunan At-Tirmizi (90), Imam An-Nasai dalam Sunan An-Nasai (37), dan Imam Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah (347).

Hikmah Hadits

1. Syaikh Wahid Abdussalam Bali di dalam Sahih Adab Islamiyah memasukkan hadis ini dalam bab Adab Buang Hajat > Tidak Berbicara, Baik Berupa Zikir atau yang Lainnya.

2. Imam Nawawi dalam Syarah Nawawi ala Muslim memberi judul hadis ini, “Tidak Menjawab Salam ketika sedang Buang Air Kecil.”

3. Imam Nawawi berkata, “Hadis ini menunjukkan bahwa menjawab salam dalam kondisi seperti ini (di kamar mandi, sedang tayamum, atau buang hajat) tidak wajib,” (Syarah Nawawi ala Muslim).

3. Beliau juga berkata, “Dilarang mengucapkan salam kepada orang yang sedang buang air kecil atau besar. Jika seseorang yang mengucapkan salam padanya dalam kondisi seperti ini, maka tidak boleh menjawab salam tersebut,” (Idem).

4. Beliau juga berkata, “Orang yang sedang buang air tidak boleh menyebut nama Allah dengan zikir apa pun, tidak boleh bertasbih, tahlil, menjawab salam, mengucapkan tahmid ketika bersin, menjawab tahmid orang yang bersin, mengucapkan lafaz seorang muazin,” (Idem).

5. Beliau juga berkata, “Semua ini juga tidak boleh dilakukan ketika bersetubuh. Apabila dia bersin dalam kondisi di atas (sedang di kamar mandi atau kakus atau ketika sedang bersetubuh), maka dia hanya boleh bertahmid di dalam hati dan tidak boleh mengucapkannya dengan lisan,” (Idem).

6. Beliau juga berkata, “Semua larangan di atas hukumnya makruh tanzih dan tidak haram,” (Idem).

7. Beliau juga berkata, “Ketika buang hajat juga dilarang berbicara, kecuali pada saat darurat, seperti melihat adanya bahaya atau binatang berbisa,” (Idem).

Sukoharjo, 31 Mei 2021

Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel