Ucapan Terima Kasih dalam Islam dan Balasannya (Untuk Putra, Putri, dan Orang Banyak)


Oleh Irfan Nugroho
Ucapan terima kasih di dalam Islam bukanlah sekadar ucapan biasa, formalitas, atau pelengkap atas kebaikan seseorang, tetapi ucapan “terima kasih” dalam Islam bisa bernilai doa, yang mana balasan doa ini adakalanya lebih diharapkan oleh seseorang daripada kita membalas kebaikannya dengan memberikan kebaikan yang serupa.

Itulah mengapa di dalam Islam, ketika hendak mengucapkan terima kasih atas kebaikan seseorang, kita diajarkan oleh Nabi ﷺ untuk mengucapkan:

جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا

//Jazaakallahu khairan//
Artinya: Semoga Allah memberi balasan kebaikan kepada Anda (pria).

Ucapan di atas lazimnya untuk laki-laki, sedang untuk putri bisa diubah dengan:

جَزَاكِ اللَّهُ خَيْرًا

//Jazaakillahu khairan//
Artinya: Semoga Allah memberi balasan kebaikan kepada Anda (putri).

Sedang ucapan terima kasih dalam Islam yang ditujukan kepada khalayak atau orang banyak, bisa menggunakan:

جَزَاكُمُ اللَّهُ خَيْرًا

//Jazaakumullah khairan katsiiran//
Artinya: Semoga Allah memberi balasan kebaikan kepada kalian.

Dalil dari ucapan di atas adalah sabda Nabi ﷺ:

وعن أسامة بن زيد رضي الله عنهما قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏ ‏ "‏من صنع إليه معروف، فقال لفاعله‏:‏ جزاك الله خيرًا، فقد أبلغ في الثناء‏"‏‏.‏ رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ‏.‏

Dari Usamah bin Zaid Radhiyallahuanhu, beliau meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Siapa saja yang mendapat kebaikan dari orang lain, kemudian dia mengucapkan, ‘Semoga Allah memberi balasan kebaikan kepadamu,’ maka dia telah memujinya setinggi-tingginya,” [Sunan At-Tirmizi: 1958, Sunan An-Nasai: 6/53].

Balasan untuk ucapan di atas adalah seperti yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ:

فَجَزَاكُمُ اللَّهُ خَيرًا

//Fajazaakumullah khairan// (menyesuaikan putra atau putri, karena lafaz Nabi ﷺ di atas adalah untuk orang banyak).

Hikmah dari ucapan “terima kasih” dalam Islam ini adalah seperti yang dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah:

“Membalas kebaikan tentu disesuaiken dengan kondisi masing-masing orang, Sebagian orang ada yang menginginkan agar kebaikannya dibalas dengan sejumlah kebaikan yang telah kamu terima atau lebih. Sebagian ada yang meminta balasannya dengan doa dan dia tidak rela jika dibalas dengan harta. Orang terpandang yang memiliki banyak harta, berkedudukan dan terhormat, ketika dia memberkan hadiah kepadamu lalu kamu membalasnya dengan seperti apa yang telah dia berikan kepadamu, maka dia akan mereka kurang dihargai. Justru terhadap orang seperti ini, engkau harus mendoakannya...”

“Doa ini sudah cukup sebagai ucapan terima kasih (menurut Islam) karena jika Allah ta’ala membalasnya dengan kebaikan, maka dia akan beruntung di dunia dan di akhirat,” [Syarah Riyadhus Shalihin].

Wallahu’alam bish shawwab