Mengucapkan Salam Non-muslim seperti Namaste




Pertanyaan:
Saya pernah bertemu dengan beberapa non-muslim yang tinggal di Qatar, Bahrain, dan negara-negara muslim lainnya dan mendapati mereka menggunakan kata-kata seperti insya Allah dan Alhamdulillah ketika berbicara dengan teman-teman muslim mereka. Apakah hal ini diperbolehkan dan bisa diterima? Karena mereka berpikir bahwa itu hanya sekadar bahasa, tidak lebih. Jadi, dengan memakai teori ini, bolehkan saya sebagai seorang muslim menyapa seorang Hindu dengan mengucapkan Namaste?

Jawaban oleh Fatwa Center IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti

Segala puji hanya milik Allah, Raab semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang hak untuk diibadahi selain Allah, dan bahwa Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusanNya.

Tidak boleh menggunakan dalam atau sapaan seperti Namaste karena itu adalah bagian dari ritual orang Hindu, sehingga termasuk menyerupai non-muslim dalam perkara yg khusus melekat pada ritual agama mereka.

Dijelaskan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ 

"Siapa saja yang meniru suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum tersebut."

Termasuk dalam hal ini adalah membungkuk (yang juga dilarang). Sehingga hal ini juga tidak boleh, meskipun mengucapkan Namaste tadi tidak termasuk dalam kategori membungkuk karena ia merupakan penyerupaan yang telah kami sebutkan sebelumnya.

Tidak disyaratkan adanya niat dalam menyerupai mereka (orang-orang kafir) agar menjadi dilarang. Tidak. Sebaliknya, penyerupaan itu tadi dilarang meskipun tanpa adanya niat untuk melakukan hal tersebut.

Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata tentang meniru orang-orang kafir:

"Seorang muslim tidak boleh melakukan hal-hal yang khusus terkait dengan mereka, baik dia memiliki niat untuk menirunya, atau tidak, tapi karena dia melakukannya menurut kebiasaan."

Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata:

"Jika ada tasyabuh, maka itu haram, dan status keharamannya sudah jelas, baik itu seseorang melakukannya dengan niat (sadar) atau tanpa niat."

Tentu hal ini tidak bisa dibandingkan dengan ucapan-ucapan Islam yang boleh digunakan oleh non-muslim seperti insya Allah atau Alhamdulillah karena ucapan-ucapan itu tadi adalah ucapan kebenaran. Jadi bagaimana bisa ucapan kebenaran itu dibandingkan dengan ucapan yang batil?

Wallahualam

Fatwa No: 267978
Tanggal: 10 Desember 2014 (18 Zulhijjah 1435]

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)