Mati Husnul Khatimah dengan Tunduk kepada Syariat Islam


KHUTBAH PERTAMA

Oleh Irfan Nugroho
Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah...
Allah mewajibkan kita untuk mati dalam keadaan sebagai seorang muslim. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan sebagai seorang muslim,” (QS Ali-Imran: 102).

Syekh Muhammad Sulaiman Al-Asyqar menjelaskan:

“Janganlah kalian dalam suatu keadaan kecuali dalam keadaan sebagai seorang muslim, sehingga apabila datang kematian yang datang secara tiba-tiba maka kalian dalam keadaan sebagai seorang mslim.”

Lalu siapakah orang muslim itu?

Maasyiral muslimin, rakhimakumullah...

Muslim adalah orang yang berserah diri, tunduk, patuh kepada syariat agama Islam. Tunduk kepada syari'at Islam adalah syarat mutlak menjadi seorang muslim. Seseorang tidak disebut muslim jika dia tidak tunduk, patuh, nurut kepada syariat agama ini, undang-undang agama ini, mulai dari apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, serta apa-apa yg dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Ketundukan kepada syari'at atau undang-undang agama Islam adalah harga mati, mutlak, tidak bisa ditawar-tawar. Karena agama ini menuntut pemeluknya untuk merasuknya secara kaffah, total, menyeluruh.

Sungguh, Islam meminta kita untuk memeluknya secara keseluruhan. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

Ma'asyiral Muslimin Rakhimakumullah..

Tunduk kepada ajaran Islam, patuh terhadap undang-undang Islam, berlaku pada semua perintah dan larangan. Tidak boleh bagi seorang muslim untuk mengingkari suatu larangan, lalu menerima larangan yg lainnya, atau melakukan atau menerima suatu perintah, lalu menolak perintah yg lainnya.  Tidak!

Allah berfirman:

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ ٱلْكِتَٰبِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْىٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلْعَذَابِ

Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat, [QS Al-Baqarah: 85].

Ma'asyiral Muslimin, Rakhimakumullah..

Muslim adalah yg jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu urusan bagi dirinya, maka dia harus mengikutinya, tidak boleh baginya kemudian mencari pilihan lain selain dari apa yg telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan bahwa perkara ini haram, maka wajib baginya untuk menjauhinya secara mutlak, tanpa tawar menawar. Dan jika Allah dan Rasul-Nya menyuruh kita untuk melakukan sesuatu, maka kita melakukannya sesuai batas kemampuan maksimal kita.

Allah berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ 

"Apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan untuk mereka suatu keputusan, maka tidak boleh bagi orang mukmin dan mukminah untuk mempunyai pilihan lain antara menerima atau menolaknya," [Tafsir QS Al-Ahzab: 36 oleh Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)].

Sungguh, Allah mengancam kita dengan ancaman yg besar jika kita mengingkari barang satu saja ajaran Islam, baik yg berupa perintah maupun larangan.

Allah berfirman:

وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًا مُّبِينًا

"Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata," [QS Al-Ahzab: 36].

وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ءَايَٰتٍۭ بَيِّنَٰتٍ ۖ وَمَا يَكْفُرُ بِهَآ إِلَّا ٱلْفَٰسِقُونَ

"Dan sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kepadamu (Muhammad) dan tidaklah ada yang mengingkarinya selain orang-orang fasik," [QS Al-Baqarah: 99].

KHUTBAH KEDUA
Ma'asyiral Muslimin, Rakhimakumullah..

Rasulullah bersabda:

اتق الله حيثما كنت
"Bertaqwalah kepada Allah di mana pun engkau berada," (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987).

Tunduk patuh  pada perintah Allah dan Rasul-Nya bukan hanya di dalam masjid, lalu bermaksiat di luar masjid, bukan hanya ketika Ramadan lalu bermaksiat di luar bulan Ramadan, bukan hanya di bulan haji atau umrah, lalu durhaka  kepada Allah dan Rasulullah setelah selesai haji atau umrah.

Sungguh, cara kita mati hanya ada dua, husnul khatimah, atau su’ul khatimah. Cara kita hidup, menentukan cara kita mati. Kebiasaan kita selama hidup, sangat berpengaruh terhadap akhir hayat kita.

Allah ta'ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim," [QS Ali-Imran: 102]

Mati dalam keadaan sebagai seorang muslim menuntut kita yang masih hidup untuk tunduk kepada semua ajaran Islam, untuk taat terhadap undang-undang agama ini, baik yang berupa perintah maupun larangan.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا اجْعَلْنَا مُقِيمَ الصَّلَاةَنَا وَمِنْ ذُرِّيَّتَنَا رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
رَبِّنا ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانا صَغِيرًا
رَبَّنَا اغْفِرْ لنا وَلِوَالِديناَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.