Tafsir QS Ar-Rahman Ayat 60: Bukankah Balasan untuk Kebaikan adalah Kebaikan Pula?


Allah berfirman:

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Bukankah balasan untuk suatu kebaikan adalah kebaikan pula?

TAFSIR:
Ibnu Jarir At-Tabari Rahimahullah berkata:

هَلْ ثَوَابُ خَوْفِ مَقَامِ اللَّهِ - عَزَّ وَجَلَّ - لِمَنْ خَافَهُ - فَأَحْسَنَ فَى الدُّنْيَا عَمَلَهُ ، وَأَطَاعَ رَبَّهُ - إِلَّا أَنْ يُحْسِنَ إِلَيْهِ فِي الْآخِرَةِ رَبُّهُ ، بِأَنْ يُجَازِيَهُ عَلَى إِحْسَانِهِ ذَلِكَ فِي الدُّنْيَا ، مَا وَصَفَ فِي هَذِهِ الْآيَاتِ مِنْ قَوْلِهِ

“Tidak ada ganjaran bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya lalu dia berbuat amal kebajikan di dunia dan taat kepada Tuhannya kecuali Tuhannya akan berbuat baik kepadanya di akhirat, yaitu dengan membalas kebaikannya di dunia, persis seperti yang digambarkan dalam ayat:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya melainkan baginya ada dua surga...” (QS Ar-Rahman: 46).

Imam Qatadah Rahimahullah berkata:

عَمِلُوا خَيْرًا فَجُوزُوا خَيْرًا

“Mereka melakukan kebaikan, maka dibalas dengan kebaikan.”

Muhammad bin Al-Munkadir Rahimahullah berkata:

هَلْ جَزَاءُ مَنْ أَنْعَمْتُ عَلَيْهِ بِالْإِسْلَامِ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Tidak ada balasan bagi orang yang aku berikan kepadanya nikmat Islam, kecuali balasan berupa surga.”

Ibnu Zaid Rahimahullah berkata:

أَلَا تَرَاهُ ذَكَرَهُمْ وَمَنَازِلَهُمْ وَأَزْوَاجَهُمْ ، وَالْأَنْهَارَ الَّتِي أَعَدَّهَا لَهُمْ

“Ketika mereka berbuat kebaikan di dunia ini, Kami (Allah) pun berbuat baik kepada mereka dengan memasukkan mereka ke dalam Surga.”

Muhammad bin Al-Hanafiyah Rahimahullah berkata:

هِيَ مُسَجَّلَةٌ لِلْبَرِّ وَالْفَاجِرِ

“Ayat ini (Rumus bahwa ganjaran untuk kebaikan adalah kebaikan) berlaku untuk orang yang berbuat kebaikan dan orang yang berbuat kemaksiatan.”

Sumber: Tafsir At-Tabari


Syekh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid berkata:

بِرَّ الوَلَدِ لِوَالِدِيهُ سَبَبُ لِأَنَّ يَبْرِهُ أَوْلَادُهُ

“Bakti seorang anak kepada orang tuanya, adalah sebab bagi si anak tersebut untuk diberi bakti oleh anak-anaknya kelak,” [IslamQA: 5326].