Khutbah Jumat (1/7): Naungan Allah untuk Imam yang Adil


Oleh Irfan Nugroho

KHUTBAH PERTAMA
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ
Segala puji bagi Allah
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
Hanya kepadanya kita memuji, meminta pertolong, serta bertaubat dari dosa-dosa kita
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
 Kita berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa dan amalan buruk kita.
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ
Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah, niscaya tidak ada akan pernah sesat selamanya
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Dan barang siapa yang dibuat sesat oleh Allah, niscaya tidak akan mendapat petunjuk selamanya
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan jangan kalian meninggal dunia kecuali kalian dalam keadaan Islam

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah...

Allah mengumpulkan seluruh makhluk pada hari kiamat dari makhluk yang pertama hingga yang terakhir,
الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى
“..Supaya dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang Telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (syurga),” (QS An-Najm: 31).

Inilah hari yang sangat panjang, dahsyat, genting, dan mengerikan. Wajar jika Allah memperingatkan para hambaNya terhadap hari tersebut dan Allah memerintahkan agar manusia bersiap-siap menghadapinya.

Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat),” (QS Al-Hajj: 1).

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ
“(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya,”
وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا
“dan gugurlah kandungan semua wanita yang sedang hamil,”
وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم بِسُكَارَىٰ
“dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk,”
وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
“akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya,” (QS Al-Hajj: 2).

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah...
Pada hari yang dahsyat tersebut matahari didekatkan dengan mahkluk sehingga jaraknya hanya tinggal satu mil. Setiap manusia akan  tenggelam dalam keringat mereka sesuai dengan tingkat amal mereka masing-masing; di antara mereka ada yang peluhnya sampai kedua mata kaki mereka, dan di antara mereka ada yang peluhnya sampai kepada kedua lutut mereka, di antara mereka ada yang peluhnya meliputi kedua pinggang mereka bahkan ada orang yang tengelam dalam peluh mereka sendiri.

Dari Abi Hurairah bahwa Nabi bersabda:

يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي الأَرْضِ سَبْعِينَ ذِرَاعًا، وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ
“Manusia akan berkeringat pada hari kiamat sehingga kedalaman keringat mereka pada bumi mencapai 70 hasta dan menenggelamkan mereka sehingga sampai pada telinga mereka,” (Sahih Bukhari: 6532).

Dalam keadaan yang sangat mengerikan seperti itu, Allah memberi perlindungan, naungan, peneduh dari teriknya sinar matahari yang membakar, kepada tujuh golongan manusia. Dan tujuh golongan ini yang in sya Allah akan kita bahas satu per satu di setiap khutbah jumat.

Rasulullah bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ:
Tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan atau perlindungan dari Allah pada hari yang tidak ada perlindungan atau naungan kecuali yang berasal dari Allah.

Siapa mereka? Yang akan kita bahas saat ini adalah yang pertama, yaitu
اْلإِمَامُ الْعَادِلُ
“Imam yang adil,” (Sahih Bukhari: 660).

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah...
Kedamaian tidak akan terwujud tanpa keadilan. Ketentraman hidup di masyarakat tidak akan terwujud tanpa keadilan. Kemakmuran tidak akan terwujud tanpa keadilan. Karena memang agama Islam diturunkan ke muka bumi agar memberikan keadilan bagi seluruh manusia. Itulah mengapa Allah secara tegas memerintahkan kita untuk berbuat adil, firman Allah :

۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Alloh menyuruh menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah . melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permususan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil  pelajaran ” (An-Nahl: 90)

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah...
Lalu apa artinya adil?

“Adil” di dalam Kamus Lisanul Arab artinya:

الْعَدْلُ وَهُوَ الَّذِي لَا يَمِيلُ بِهِ الْهَوَى فَيَجُورَ فِي الْحُكْمِ
“Adil artinya sesuatu yang hawa nafsu tidak mempengaruhi untuk menyimpang/lalim dalam suatu keputusan.”

Artinya, seorang pemimpin tidak membuat kebijakan berdasarkan hawa nafsu, suka atau tidak suka, satu kelompok atau beda kelompok, partainya sama atau beda, sukunya sama atau tidak. Kebijakan yang dia buat, keputusan yang dia ambil, senantiasa terbebas dari pengaruh hawa nafsu. Lalu bagaimana caranya?

Masih di kamus Lisanul Arab, “adil” didefinisikan dengan:
الْحُكْمُ بِالْحَقِّ ، يُقَالُ : هُوَ يَقْضِي بِالْحَقِّ
“Menghakimi dengan kebenaran, atau memutuskan perkara dengan kebenaran.”

Apa yang dimaksud kebenaran? Kebenaran artinya ajaran agama Islam, syariat Islam, undang-undang yang didasarkan pada ajaran dan nilai-nilai Islam, sebagaimana firman Allah:


ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ ١٤٧
“Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu,” (QS al-Baqarah: 147).

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA:
أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَنَا مُحَمَّدٌ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah...

“Imam yang adil” adalah posisi yang sangat mulia. Dia disebutkan pertama dari tujuh golongan itu karena besarnya pengaruh yang dia buat terhadap umat. Jika pemimpin bisa bersikap adil, maka kemakmuran, kedamaian, dan ketentraman akan terwujud.

Imam yang adil adalah pemimpin yang terbebas dari hawa nafsu dalam segala tindak-tanduknya. Tidak terpengaruh oleh uang, harta, wanita, persamaan kelompok, suku, partai, dan lain sebagainya. Dia membuat keputusan, menghakimi, mengambil kebijakan dengan kebenaran yang berasal dari Allah .

Sungguh, jika pemimpin itu adil, baik, dan saleh, maka rakyatnya pun akan jadi baik dan saleh.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah berkata menjelaskan “imam yang adil”:
وَهَذَا أَنْفَعُ الْخَلْقِ لِعِبَادِ اللَّهِ ، فَإِنَّهُ إِذَا صَلَحَ صَلَحَتِ الرَّعِيَّةُ كُلُّهَا
Inilah makhluk yang paling bermanfaat di antara hamba-hamba Allah, karena jika dia baik, maka baik pula rakyatnya.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبِّنَا اجْعَلْنَا مُقِيمَ الصَّلَاةَنَا وَمِنْ ذُرِّيَّتَنَا رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
اللهم أهلك أعدآئنا وأعدآء المسلمين فى بلدنا إندونسيا من الكفار والمشركين والمنافقين خصوصا لأهوك وأصحابه وشركآئه،
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.