Khutbah Jumat: Khamar dan Judi



Oleh Irfan Nugroho
KHUTBAH PERTAMA:

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ
Segala puji bagi Allah
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
Hanya kepadanya kita memuji, meminta pertolong, serta bertaubat dari dosa-dosa kita
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
 Kita berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa dan amalan buruk kita.
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ
Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah, niscaya tidak ada akan pernah sesat selamanya
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Dan barang siapa yang dibuat sesat oleh Allah, niscaya tidak akan mendapat petunjuk selamanya
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan jangan kalian meninggal dunia kecuali kalian dalam keadaan Islam

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah...
Minum khamar atau minuman keras, atau apa saja yang memabukkan, mulai dari alkohol atau narkoba, serta bermain judi dengan segala maca bentuknya, remi, domino, dan togel, baik yang ada di dunia nyata atau di dunia maya, adalah penyakit masyarakat yang membuat pelakunya kecanduan. Itulah mengapa Allah ta’ala mengharamkan minum minuman keras dan bermain judi secara bertahap.

Di tahap pertama, Allah ta’ala sekadar menyindir bahwa minum minuman keras dan bermain judi memang memiliki manfaat, tetapi dosanya atau bahayanya adalah jauh lebih besar daripada manfaatnya. Allah ta’ala berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا - 2:219
“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya,” (QS Al-Baqarah: 219).

Tersebut di dalam Tafsir Jalalain bahwa minum minuman keras memiliki “manfaat” berupa:

اللَّذَّةِ وَالْفَرَحِ
“menimbulkan rasa kenikmatan dan kegembiraan,” sedang bermain judi juga memiliki “manfaat” berupa,

إِصَابَةِ اَلْمَالِ بِلَا كَدٍّ
“mendapatkan uang dengan tanpa susah payah.”

Di tahap pertama ini, Allah belum tegas mengharamkan minum minuman keras dan bermain judi melainkan hanya menyebutkan bahwa “ism” atau dosa pada keduanya jauh lebih besar daripada manfaatnya.

وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا
“Tetapi dosanya jauh lebih besar daripada manfaatnya,” (QS Al-Baqarah: 219).

Apa saja bahaya dari minum minuman keras dan bermain judi? Jawabannya ada di pengharaman khamar dan judi pada tahap kedua, yaitu ketika Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ - 5:90
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung,” (QS Al-Maidah: 90).

Di ayat ini Allah secara tegas menyebut minum minuman keras, bermain judi, serta dua perbuatan lainnya sebagai sesuatu yang haram.

Apa alasannya? Satu karena perbuatan tersebut adalah “najis”, dua karena “termasuk perbuatan setan,” tiga dan empat ada di ayat berikutnya:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ - 5:91
Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?” (QS Al-Maidah: 91).

Inilah, ma’asyiral muslimin rakhimakumullah...
Minum minuman keras dan bermain judi dengan segala variannya, mulai kartu remi, domino, atau togel, baik yang di dunia nyata maupun di dunia maya atau online, itu semua adalah haram karena:
1. Khamar akan menutupi akal manusia, membuatnya tidak sadar telah berbuat kerusakan

2. Judi akan membuat pelakunya kehilangan harta dengan mudah, yang kalah akan dendam kepada yang menang, yang menang akan mengejek yang kalah, harta benda di rumah habis untuk taruhan, rumah tangga hancur berantakan, anak istri ditelantarkan,

3. Para pelaku minum minuman keras, orang yang berjudi, mereka akan lupa dari berzikir kepada Allah, apalagi banyak kita temukan hari ini orang berjudi, orang mabuk, justru diiringi dengan musik-musik jahiliah, dan yang ke-4

4. Salat mereka tinggalkan. Mabuk dan judi sampai larut malam, berangkat setelah waktu isya, pulang menjelang subuh, tidur sampai matahari terbit, begitulah seterusnya. Nauzubillah

Itulah mengapa di tahap terakhir pengharaman khamar dan judi, Allah berfirman:

فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ
“(Kalau sudah tahu dampak buruknya separah itu), apakah kamu tidak mau berhenti?” (QS Al-Maidah: 91).

الْعَاقِلَ -إِذَا نَظَرَ إِلَى بَعْضِ تِلْكَ الْمَفَاسِدِ- انْزَجَرَ عَنْهَا وَكَفَّتْ نَفْسُهُ
“Orang yang punya akal, kalau sudah mengetahui sebagian kerusakan yang ditimbulkan dari keduanya, maka dia akan berhenti darinya dan menahan dirinya dari kembali melakukan hal tersebut,” (Tafsir As-Sa’di).

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA:
أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَنَا مُحَمَّدٌ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Maasyiral Muslimin Rakhimatulullah

Setiap manusia pasti berbuat dosa, dan setiap yang bernyawa pasti akan mati. Oleh karena itu sebelum menutup khutbah kedua ini, saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada para hadirin

Bertaubatlah saat ini juga. Kembalilah kepada Allah dengan taubat yang sebenarnya. Sungguh, Allah berfirman:

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ ۚ حَتّٰۤى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ اِنِّيْ تُبْتُ الْــئٰنَ

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”.” (QS:An-Nisaa | Ayat: 18).

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِر

Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبِّنَا اجْعَلْنَا مُقِيمَ الصَّلَاةَنَا وَمِنْ ذُرِّيَّتَنَا رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
اللهم أهلك أعدآئنا وأعدآء المسلمين فى بلدنا إندونسيا من الكفار والمشركين والمنافقين خصوصا لأهوك وأصحابه وشركآئه،
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.