Jika Anda Menjadi Pejabat Tinggi, Lalu Orang Tua Anda Datang Berkunjung…



Oleh Syekh Mustafa Al-Adawi
Jika Anda menjadi pejabat tinggi atau orang terpandang, lantas orang tua Anda dating berkunjung kepada Anda, maka tunjukkanlah sikap hormat Anda secara berlebih.

Inilah Nabi Yusuf Alaihissalam, yang menyambut kedua orang tuanya dengan penghormatan yang luar biasa, padahal beliau saat itu menjadi pembesar di Negeri Mesir, sedangkan orang tuanya dating dari dusun di padang pasir. Yusuf menyambut mereka dengan penghormatan, seraya mengatakan, “Masuklah kalian ke negeri Mesir, in sya Allah dalam keadaan aman,” (QS Yusuf: 99). Di samping itu, beliau juga “Menaikkan kedua ibu-bapaknya ke singgasana,” (QS Yusuf: 100).

Ya, Nabi Yusuf Alaihissalam mendudukkan kedua orang tuanya di atas singgasana raja. Beliau tidak merasa canggung untuk melakukan hal itu di hadapan rakyat Mesir.

Bandingkanlah sikap Nabi yang mulia ini dengan sikap orang yang hati mereka telah dibutakan oleh Allah. Ayah dari salah seorang mereka bekerja keras, berpayah-payah, membanting tulang, dan memeras keringat untuk mencukupi segala kebutuhan anaknya, mencurahkan keringat untuk mencukupi segala kebutuhan anaknya, mencurahkan semua kasih saying kepada anaknya hingga si anak lulus dari universitas, sehingga misalnya dia menjadi seorang dokter, lantas ayahnya dating berkunjung kepadanya, namun sang anak memperlakukannya sebagai orang asing supaya dia tidak menanggung malu, begitu menurut anggapannya, di hadapan teman-temannya, karena ayahnya seorang buruh, buta huruf, atau petani. Anak yang lupa diri ini tidak ingat bahwa tidak ada seorang pun memakan makanan yang lebih utama dari hasil kerjanya. Berbeda dengan Yusuf Ash-Shidiq. Beliau menyambut kedua orang tuanya dengan sambutan yang hangat.

Sumber: Fiqhut Ta’amuli Ma’al Walidaini