Khutbah Jumat: Cegah Lima Dosa Ini Di Sekitar Kita, Agar Terhindar Dari Bencana (In sya Allah)



Oleh Irfan Nugroho
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Bersyukur kepada Allah dengan mengucap Alhamdulillah, mengakui nikmat tersebut di dalam hati, serta menggunakannya untuk kebaikan, bukan kejahatan. Selawat dan salam kepada Nabi Muhammad , kepada keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya hingga nanti di hari kiamat.

Mari senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah, sebagaimana yang diperintahkan olehNya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan jangan kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan muslim.”

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah…
Rasulullah pernah berwasiat kepada kaum Muhajirin, dan juga berlaku untuk kita semua, bahwa ada lima macam dosa yang menyebabkan berbagai bencana besar. Apa saja dosa-dosa tersebut, dan apa saja bencana yang timbul karenanya?

Yang pertama:

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا.
(1) Tidaklah tampak fahisyah di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.

Islam menganjurkan manusia untuk menjaga kemaluannya, yaitu dengan menikah. Dan apabila sudah menikah, hendaknya dia menjaga kemaluannya kecuali hanya kepada pasangannya, istrinya atau suaminya. Dan disebut zina apabila manusia mengumbar kemaluannya kepada selain istri atau suami mereka, seperti di dalam firman-Nya:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ﴿٢٩﴾
“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,
إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ﴿٣٠﴾
kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina dan homoseks), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Ma’ârij:29-31]

Inilah dosa pertama, yaitu zina, yang menimbulkan bencana berupa merebaknya berbagai macam jenis penyakit mematikan.

Dosa kedua, yang diwasiatkan oleh Rasulullah agar kita dihindarkan darinya dan dampak buruk atau bencana yang diakibatkan karenanya adalah:

وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ.
(2) Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik (kekeringan, musim kemarau, dan ditahannya hujan), susahnya penghidupan (Harga-harga yang mahal, sedikitnya komoditas dan bahan pangan pokok), dan kezaliman penguasa atas mereka.

Allah memperingatkan tentang kebiasaan buruk manusia dalam mengurangi timbangan:

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ {1}
”Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,
الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ {2}
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ {3}
dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al-Muthaffifin: 1-3)

Inilah yang terjadi di Indonesia saat ini. Tidakkah kita lihat bahwa di beberapa daerah sempat terjadi kemarau panjang, lalu harga-harga meroket naik, dan ulah tingkah para pemimpinnya yang tidak karuan.

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah..
Dosa ketiga yang menyebabkan bencana adalah:

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا.
(3) Tidaklah mereka menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka (hujan tidak turun), dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, niscaya hujan tidak akan diturunkan.

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah…
Zakat itu wajib. Zakat adalah bagian dari rukun Islam. Perintah salat adalah sama dengan perintah zakat. Kalau manusia sudah tidak mau membayar zakat, maka Allah akan menghentikan hujan, menjadikan kemarau begitu panjang, dan kalau toh ada hujan, maka hujan itu bukan membawa berkah, tidak membawa kebaikan, justru menjadi bencana, seperti tanah longsor, banjir, dan yang lainnya. Bisa jadi, itu karena kita enggan membayar zakat.

Tertulis di dalam Ensiklopedia Hadis Durar Saniyah tentang hadis ini:

وكأنَّ البهائِمَ تكونُ عندَ اللهِ أفضَلَ منهم، إذا فعَلوا هذه الأعمالَ.
“Artinya, binatang ternak itu lebih mulia di sisi Allah daripada manusia, jika manusia tadi melakukan tindakan-tindakah tersebut, yaitu tidak mau membayar zakat.”

Inilah dosa yang menyebabkan kemarau panjang, atau kalau toh turun hujan, maka hujan tersebut justru membawa bencana, yaitu dosa tidak membayar zakat.

Dan yang keempat, Rasulullah mengingatkan kita agar memegang teguh janji-janji kita kepada Allah dan Rasul-Nya:

وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ.
(4) Tidaklah mereka melanggar janji-janji mereka kepada Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan menjadikan musuh mereka (dari kalangan selain mereka; orang kafir) berkuasa atas mereka, lalu musuh tersebut mengambil sebagian apa yang mereka miliki.

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah..
Berkuasanya orang-orang kafir terhadap kaum muslimin, cengkraman orang-orang kafir terhadap negeri-negeri kaum muslimin seperti Indonesia, datangnya mereka ke sini lalu merebut lahan pekerjaan kita, adalah akibat dari lalainya kita untuk memenuhi janji kita kepada Allah dan RasulNya? Apa janji tersebut?

Di dalam Quran Surat Al-A’raf ayat 172 Allah menyebutkan bahwa ketika benih atau cikal bakal manusia, ketika keluar dari tulang sulbi para ayah, atau ketika keluar dari tulang sulbi para ibu – yaitu dilahirkan, maka ketika itu pula manusia berjanji kepada Allah, bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb, atau Pencipta, Pemilik, Pengurus, dan Pembimbing alam semesta, dan Pemberi balasan atas segala makhlukNya.

Ingat, konsekuensi dari mengakui Allah sebagai Rabb adalah mengesakan Allah dalam peribadatan, mengakui bahwa hanya Allah yang berhak untuk diibadahi, baik itu ibadah hati, ucapan, maupun perbuatan badan.

Kalau manusia sudah mengingkari janji ini, dia sudah mulai berbuat syirik, baik syirik kuno maupun syirik modern, maka Allah akan jadikan orang-orang kafir berkuasa atas diri mereka, dan orang-orang kafir tersebut akan mengambil sebagian dari harta-harta mereka.

Dan yang terakhir, dosa yang menyebabkan bencana adalah:

وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ
(5) Dan selama pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak berhukum dengan Kitabullah (al-Quran) dan mengambil yang terbaik dari apa-apa yang diturunkan oleh Allah (syariat Islam), maka Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka.” (HR. Ibnu Majah, No: 4019)”.

Inilah yang kita alami saat ini. Sesama muslim saling bermusuhan, antar kelompok Islam saling bermusuhan, itu karena pemimpin kaum tersebut tidak menerapkan syariat Islam. Syariat Islam hanya sebatas pada urusan pembagian warisan, pernikahan, zakat, dan mengurus kematian. Politik kita belum diatur dengan Islam, ekonomi kita belum diatur dengan Islam, tatanan sosial juga belum diatur dengan Islam, kebudayaan, pertahanan dan keamanan, serta sektor-sektor yang lainnya belum diatur dengan syariat Islam. Maka wajar jika Allah timpakan bencana kepada kita, dengan saling bermusuhan sesama kita.

Semoga bencana-bencana ini segera berakhir.

بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِي اللهُ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، وَأَقُوْلُ هَذَا القَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ وَاسِعِ الفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالْاِمْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى
Ma’asyiral muslim, rakhimakumullah..
Kalau Allah menimpakan bencana-bencana seperti di atas, maka yang menjadi korban bukan hanya pelakunya saja, tetapi semua orang yang ada di sekitarnya, bisa juga terkena dampak dari musibah tersebut. Dalilnya adalah Quran Surat Al-Anfal: 25

Maka mari galakkan amar ma’ruf nahi munkar. Jangan sungkan untuk mencegah dosa-dosa seperti itu apabila kita mendapatinya, karena sungguh, kaum yahudi menjadi binasa karena enggan mencegah kejahatan, dalilnya adalah Quran Surat Al-Maidah: 78-79

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبِّنَا اجْعَلْنَا مُقِيمَ الصَّلَاةَنَا وَمِنْ ذُرِّيَّتَنَا رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
رَبِّنا ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانا صَغِيرًا
رَبَّنَا اغْفِرْ لنا وَلِوَالِديناَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.