Mengapa Umat Islam Diwajibkan untuk Berdakwah



Oleh Tim Fatwa Center Asy-Syabakah Al-Islamiyah Kuwait, Diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti

Allah menyuruh Nabi ﷺ dan seluruh umatnya hingga nanti di hari kiamat (untuk berdakwah) dengan firman-Nya:

قُلْ هَٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِىۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik,” [QS Yusuf 12: 108].

Diriwayatkan di dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim bahwa Nabi ﷺ bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sampaikan dariku meskipun hanya satu ayat,”

Kemudian di hadis lain disebutkan,

أَلَا لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ مِنْكُمْ الْغَائِب

“Orang yang hadir hendaknya memberi tahu yang tidak hadir.”

Dengan demikian kami nyatakan bahwa dakwah (mengajak orang lain kepada Islam) adalah wajib bagi setiap muslim, tetapi berbeda-beda sesuai situasi, kondisi, dan kemampuan politik, sosial, dan akademisnya.

Tidak diragukan lagi bahwa tanggung jawab terbesar dalam urusan dakwah terletak di pundak penguasa atau pemimpin, lalu para ulama, kemudian di benak mereka yang punya wewenang. Allah berfirman:

ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُوا۟ بِٱلْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا۟ عَنِ ٱلْمُنكَرِۗ وَلِلَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan,” [QS Al-Hajj 22: 41].

Setelah itu, semua orang bertanggung jawab untuk menjalankan berbagai kewajiban individu (fardhu ain), dan amanah (iman, tanggung jawab moral, dan kewajiban yg didasarkan pada wahyu), termasuk di dalamnya adalah dakwah kepada Allah dan agama-Nya.

Hanya saja, kewajiban dakwah ini sesuai dengan kemampuan masing-masing, sebagaimana firman Allah:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَاۚ


“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” [QS Al-Baqarah 2: 286].

Di ayat lain Allah berfirman:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَاۚ سَيَجْعَلُ ٱللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا 

“Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya,” [QS At-Thalaq 65: 7].

Dengan selesai diturunkannya wahyu, dan ditutupnya pengutusan para Nabi, dengan Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi terakhir, maka kewajiban dakwah dan menyebarkan ajaran agama Islam menjadi tanggung jawab setiap orang Islam. Jadi, pengemban risalah Islam ini dituntut untuk menyampaikan risalah ini kepada seluruh manusia dan menyatakan universalitas Islam.

Allah berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ 

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” [QS Saba' 34:28].

Di ayat yang lain Allah berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ 

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam,”__ [QS Al-Anbiya 21: 107].


Dakwah lebih komprehensif daripada amar makruf nahi mungkar. Orang yang berdakwah berarti dia telah melakukan amar makruf. Orang yang mengajak atau menyuruh orang untuk melakukan salat atau puasa Ramadan atau untuk mencegah kejahatan, maka ini adalah kerja khusus dan merupakan salah satu bentuk dakwah. Jadi, setiap orang Islam harus menjadi Daiyah (pendakwah).

Wallahualam

Fatwa No: 85108
Tanggal: 1 Ramadan 1423 (5 November 2002)
Sumber: IslamWeb.Net
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)