Amalan yang Menjauhkan Pelakunya dari Neraka


KHUTBAH PERTAMA:


إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ
Segala puji bagi Allah

نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
Hanya kepadanya kita memuji, meminta pertolong, serta bertaubat dari dosa-dosa kita

وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
Kita berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa dan amalan buruk kita.

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ
Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah, niscaya tidak ada akan pernah sesat selamanya

وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Dan barang siapa yang dibuat sesat oleh Allah, niscaya tidak akan mendapat petunjuk selamanya

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah


اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١١٩
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar,” (QS At-Taubah: 119)

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah…

Setiap lelaki muslim, yang sudah menjadi kepala keluarga, mereka mendapat beban kewajiban secara khusus dari Allah untuk menyelamatkan dirinya dari sendiri, beserta keluarganya dari api neraka. Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ ٦
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” (QS At-Tahrim: 6).

Lalu bagaimana kita menjaga diri kita, istri-istri kita, dan juga anak-anak kita agar tidak masuk ke dalam neraka?

Rasulullah telah menjelaskan kepada kita bahwa iman kepada Allah dengan segala macam konsekuensinya adalah kunci untuk memasuki surga, sedang untuk berlindung dari api neraka adalah dengan berbuat taat kepada Allah , disertai dengan melakukan amal saleh. Ada banyak amal saleh yang bisa menyelamatkan kita dari siksa api neraka berdasarkan nash-nash Al-Quran dan As-Sunah dan berikut adalah di antaranya:

1. Jihad fi Sabilillah
Rasulullah bersabda:
وَلَا يَجْتَمِعَانِ فِي جَوْفِ مُؤْمِنٍ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَفَيْحُ جَهَنَّم
Tidak akan berkumpul dua hal pada diri seorang mukmin, yaitu debu di jalan Allah dengan panasnya neraka jahanam,” [HR An-Nasai: 3109. Al-Albani: Hasan].

Rasulullah bersabda:
مَا اغْبَرَّتْ قَدَمَا عَبْدٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَمَسَّهُ النَّارُ
Kedua kaki seorang hamba yang berdebu fi sabilillah tidak akan disentuh oleh api neraka,” [HR Bukhari: 2811].

Apa itu jihad? Rasulullah bersabda:

مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ أَعْلَى فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Siapa saja yang berupaya dengan keras agar kalimat Allah, aturan Allah, atau hukum-Nya menjadi tinggi (melebihi sesembahan atau aturan dan hukum selain-Nya), maka itulah jihad,[HR Muslim: 1904 – (149)].

Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rahimahullah berkata tentang jihad:

”الجهاد أقسام : بالنفس ، والمال ، والدعاء ، والتوجيه والإرشاد ، والإعانة على الخير من أي طريق ، وأعظم الجهاد : الجهاد بالنفس ، ثم الجهاد بالمال والجهاد بالرأي والتوجيه ، والدعوة كذلك من الجهاد ، فالجهاد بالنفس أعلاها“

Jihad ada banyak macamnya,
- dengan jiwa raga
- dengan harta
- dengan doa
- dengan nasihat dan pengajaran
- dengan membantu kebaikan dalam berbagai hal

Jihad yang paling utama adalah jihad dengan jiwa raga, lalu di bawahnya ada jihad dengan harta, lalu jihad dengan pemikiran dan nasihat.

Dakwah adalah bagian dari jihad, tetapi jihad dengan jiwa raga adalah level jihad yang paling tinggi.

(Fatwa Syekh Bin Baaz: 7/334, 335)

2. Puasa
Rasulullah bersabda bahwa Allah berfirman:
إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنْ النَّار
Puasa adalah perisai yang melindungi seorang hamba dari api neraka,[HR Ahmad. Al-Albani: Hasan, dalam Sahihul Jamius Sagir: 4308].

Rasulullah bersabda
مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim,[HR Muslim: 1153 (168)].

3. Doa dan Meminta Perlindungan dari Neraka
Allah berfirman:
الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,[QS Ali-Imran: 16].

Allah berfirman:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal,[QS Al-Furqan: 65].

Rasulullah bersabda:
مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَتْ الْجَنَّةُ اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ اسْتَجَارَ مِنْ النَّارِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَتْ النَّارُ اللَّهُمَّ أَجِرْهُ مِنْ النَّارِ
Barangsiapa meminta surga kepada Allah sebanyak tiga kali, surga berkata: Ya Allah, masukkan ia ke surga. Dan barangsiapa meminta perlindungan dari neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata: Ya Allah, lindungilah ia dari neraka,” [HR Tirmizi: 2572. Al-Albani: Sahih].

4. Menangis karena Takut kepada Allah dan Begadang fii Sabilillah

Rasulullah bersabda:
لَا يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ
Tidak akan masuk ke dalam neraka seorang laki-laki yang menangis karena takut kepada Allah seperti air susu yang tidak mungkin kembali masuk ke dalam kantungnya,[HR Tirmizi: 1633. Al-Albani: Sahih].

Rasulullah bersabda:
عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka; mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang bergadang untuk berjaga di jalan Allah,[HR Tirmizi: 1639. Al-Albani: Sahih].

6. Salat
Rasulullah bersabda:
لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
Tidak akan masuk neraka seseorang yang salat sebelum terbit matahari (salat subuh) dan sebelum terbenamnya (asar),[HR Muslim: 634 (213)]

7. Sedekah
Rasulullah bersabda:
مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَتِرَ مِنْ النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَلْيَفْعَلْ
Siapa di antara kalian yg mampu melindungi dirinya dari api neraka meskipun dgn setengah biji kurma, maka hendaklah ia melakukannya,” [HR. Muslim: 1016 - (66)].

وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

KHUTBAH KEDUA
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهۡتَدِيَ لَوۡلَآ أَنۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُۖ
Kita yang meyakini adanya kehidupan akhirat, pasti tidak menginginkan untuk masuk ke dalam neraka, meskipun hanya sekadar mampir ke neraka untuk dibersihkan dari dosa-dosa selain syirik, lalu dimasukkan ke dalam surga, apalagi kekal di dalamnya karena meninggal dunia dalam keadaan kafir atau musyrik.

Di awal telah kami sampaikan tentang beberapa amalan yang bisa menjauhkan diri kita, dan juga keluarga kita, dari api neraka, yaitu: jihad fii sabilillah, puasa, doa dan meminta perlindungan dari neraka, menangis karena takut kepada Allah, begadang di jalan Allah, salat, dan sedekah.

Di hari yang mulia ini, hari yang di dalamnya Allah mengabulkan doa-doa hamba-Nya, mari tundukkan diri dan kesombongan kita, untuk bermunajad kepada Allah, agar diberi kemudahan untuk menjalankan amal-amal tersebut, sehingga dijauhkan dari api neraka.
ِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا اجْعَلْنَا مُقِيمَ الصَّلَاةَنَا وَمِنْ ذُرِّيَّتَنَا رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لنا وَلِوَالِديناَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.


Selesai disusun di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo,
Kamis, 1 Februari 2018
Irfan Nugroho