Nafsu Serakah untuk Berkuasa...



Oleh Syekh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid

Satu dari sekian tanda lemah iman adalah seseorang bernafsu untuk menjadi penguasa atau pemimpin. Dia tidak peduli akan beratnya tanggungjawab dan bahaya dari kepemimpinan tersebut.

Inilah yang diperingatkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم:

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الْإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتْ الْفَاطِمَة

“Kalian akan rakus terhadap jabatan, padahal jabatan itu akan menjadi penyesalan dihari kiamat, ia adalah seenak-enak penyusuan dan segetir-getir penyapihan,” [HR Bukhari].

Dikatakan (َنِعْمَ الْمُرْضِعَة) atau nikmat ketika menjabat karena awalnya ada kekayaan, kehormatan, dan kelezatan lainnya, dan dikatakan (بِئْسَتْ الْفَاطِمَة) atau getir ketika selesai menjabat, karena adanya pembunuhan, pelengseran, dan kepayahan di hari kiamat.

Diriwayatkan juga bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

إن شئتم أنبأتكم عن الإمارة وما هي، أولها ملامة، وثانيها ندامة، وثالثها عذاب يوم القيامة إلا من عدل

“Kalau kalian mau, akan aku jelaskan perihal Imarah, atau kepemimpinan, dan apa itu. Keburukan tingkat dasar dari kepemimpinan adalah celaan, sedang keburukan tingkat selanjutnya adalah penyesalan, dan puncak keburukan dari kepemimpinan adalah siksa di hari kiamat. Tetapi itu semua tidak berlaku untuk pemimpin yang adil,” [HR Tabrani. Al-Albani: Sahih, dalam Sahihul Jami: 1420].

Kalau urusannya adalah menjalankan kewajiban dan mengemban tanggungjawab, dan tidak ada orang lain yang lebih baik darinya, yang bersungguh-sungguh, saling menasihati dan bisa bersikap adil sepertinya yg dilakukan oleh Nabi Yusuf Alaihissalam, maka ini jelas adalah suatu kenikmatan.

Tetapi hari ini, kebanyakan yang ada adalah nafsu liar untuk berkuasa, untuk mengungguli orang lain, untuk menindas para pemilik hak, menguasai perintah dan larangan.

Nauzubillah

Sumber: Dzaharatul Daiful Iman: 13-14
============
الرغبة في الرئاسة والإمارة وعدم تقدير  المسؤولية والخطر، وهذا الذي حذر منه رسول الله صلى الله عليه وسلم، بقوله:

(إنكم ستحرصون على الإمارة وستكونندامة يوم القيامة فنعم المرضعة وبئس  الفاطمة)

(قوله: نعم المرضعة أي أولها لأن معها المال والجاه واللذات، وقوله: بئس الفاطمة أي: آخرها لأن معه القتل والعزل والمطالبة بالتبعات يوم القيامة)

وقال عليه الصلاة والسلام: (إن شئتم أنبأتكم عن الإمارة وما هي، أولها ملامة، وثانيها ندامة، وثالثها عذاب يوم القيامة إلا من عدل)

ولو كان الأمر قياماً بالواجب وحملاً للمسؤولية في موضع لا يوجد من هو أفضل منه مع بذل الجهد والنصح والعدل كما فعل يوسف عليه السلام إذاً لقلنا أنعم وأكرم، ولكن الأمر في كثير من الأحيان رغبة جامحة في الزعامة وتقدم على الأفضل وغمط أهل  الحقوق حقوقهم واستئثار بمركز الأمر والنهي.