Kencing dan Kotoran Kucing...



Pertanyaan:
Saya punya kucing dan dia tidur di kamar saya dan saya juga salat di kamar saya. Apakah ini salah karena saya salat di kamar saya yang ada kucingnya?

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusanNya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

“Sesungguhnya kucing tidaklah najis, ia di antara binatang jantan dan betina yang selalu mengelilingi kalian,” [HR Ad-Darimi: 763, Ad-Darani: Sahih; HR Abu Dawud: 75, Al-Albani: Hasan Sahih; HR Tirmizi: 92, Tirmizi: Hasan Sahih]

Hadis ini adalah dalil atas sucinya apa-apa yang tersisa dari bekas jilatan kucing, baik makanan atau pun minuman. Ini adalah pendapat Imam Syafi'i, Imam Malik, dan Imam Abu Hanifah.

Tetapi mayoritas ulama bersepakat bahwa kencing kucing adalah najis. Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata:

وأما بول باقي الحيوانات التي لا يؤكل لحمها فنجس عندنا وعند مالك، وأبي حنيفة، وأحمد، والعلماء كافة وكذلك روثها، فإنه نجس على الصحيح من خلاف العلماء، المجموع (2/567) 

“Untuk kencing binatang yang dagingnya haram dimakan oleh kita, maka kencingnya binatang itu najis, menurut Imam Malik, Abu Hanifah, Ahmad, dan ulama seluruhnya. Demikian pula kotorannya juga najis menurut pendapat yang sahih dari berbagai perbedaan pendapat para ulama,” [Al-Majmu: 2/567].

Maka kami sarankan agar Anda berhati-hati dari kencing dan tai kucing dan membersihkan tempat-tempat yang disinggahi kucing.

Wallahualam bish shawwab...

Fatwa No: 82993
Tanggal: 10 Rabiul Akhir 1422 (1 Juli 2001)
Sumber: IslamWeb.Net
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)

0 komentar:

Post a Comment