Aqidah

Pengertian dan Makna Rukun Islam & Rukun Iman

 

Pertanyaan: Apa makna rukun islam dan rukun iman? Apa perbedaannya?

 
Jawaban oleh Pusat Fatwa Asy-Syabakah Al-Islamiyah Qatar, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti hafizahullah
 
Segala puji hanya milik Allah. Selawat dan salam kepada Rasulullah SAW, keluarganya, dan sahabatnya. Amma ba’du…
 
Rukun islam itu ada lima:
1. Syahadat bahwa tiada Ilah yang hak (benar) untuk diibadahi selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah,
2. Menegakkan salat,
3. Membayar zakat,
4. Berpuasa di bulan Ramadan, dan
5. Berhaji ke Baitullah bagi yang mampu untuk melakukannya.
 
Rukun iman itu ada enam:
1. Beriman kepada Allah,
2. Beriman kepada malaikat-malaikat-Nya,
3. Beriman kepada kitab-kitab-Nya,
4. Beriman kepada rasul-rasul-Nya,
5. Beriman kepada hari kiamat, dan
6. Beriman kepada iman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
 
Makna Rukun Islam
Rukun Islam erat kaitannya dengan amal-amal zahir yang dilakukan dengan anggota badan, mulai dari salat, zakat, puasa dan haji.
 
Makna Rukun Iman
Rukun Iman erat kaitannya dengan amal-amal batiniah yang tempatnya di hati, mulai dari beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, dst.
 
Seseorang bisa menjadi muslim, tetapi bisa saja dia bukan seorang mukmin, seperti yang disebutkan dalam firman Allah:
 
الَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ
 
Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu” (QS Al-Hujurat: 14).
 
Orang Arab Badui di ayat itu mengatakan “Aamanna (Kami telah beriman),” padahal mereka belum beriman kepada Allah semata, maka mereka diberi pelajaran adab dan ilmu… Rasulullah menjelaskan mereka bahwa iman adalah pembenaran yang disertai dengan tuma’ninah di dalam hati, yakin dengan sempurna kepada Allah ta’ala, sesuai antara hati dengan lisannya dan dengan perbuatan badannya.
 
Tahap ini belum sampai ke mereka (Arab Badui di ayat tadi di awal keislaman mereka – penerjemah), maka dikatakan ke mereka, “Kalian baru berislam dan tunduk. Hendaknya kalian dengan suka hati menjadi orang yang berserah diri.”
 
Dari sini bisa disimpulkan bahwa iman dan islam itu berbeda. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan antara Islam dengan Iman, silakan merujuk pada fatwa nomor 19304 dan 36680.
 
Fatwa No: 47159
Tanggal: 24 Safar 1425 (14 April 2004)
Sumber: IslamWeb
Penerjemah: Abu Muhammad Nasir

BACA JUGA:  Hukum Menjenguk Orang Kafir yang Sakit

Irfan Nugroho

Hanya guru TPA di masjid kampung. Semoga pahala dakwah ini untuk ibunya.

Tema Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button