Umrah atau Sedekah? Mana yang Didahulukan?



Pertanyaan:
Mana yang harus didahulukan antara menunaikan umrah dengan bersedekah kepada fakir miskin yang membutuhkan, jika kita tidak sanggup melakukan keduanya sekaligus?

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, Diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti

Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.

Jika sedekah yang akan ditunaikan adalah sedekah wajib, maka ia jelas lebih penting daripada umrah. Tetapi jika sedekah yang akan ditunaikan merupakan sedekah sunnah, maka menunaikan ibadah haji atau umrah lebih utama dilakukan. Karena haji dan umrah juga berisi kegiatan menginfakkan harta dan amalan-amalan lain seperti tawaf, sa`i, zikir, shalat, dan talbiyah.

Tetapi jika ada sekelompok orang yang membutuhkan sumbangan atau ada di antara kerabat Anda yang membutuhkan dana, sementara Anda tidak mungkin melakukan umrah dan bersedekah sekaligus, maka dalam kondisi seperti ini, bersedekah lebih utama Anda lakukan daripada umrah.

An-Nasafi dari mazhab Hanafi mengatakan:

قالوا -أي الحنفية- حج النفل أفضل من الصدقة.

"Para penganut mazhab Hanafi berpendapat bahwa menunaikan ibadah haji sunnah lebih utama daripada bersedekah."

Al-Haththâb dari mazhab Maliki mengatakan:

"Imam Malik pernah ditanya tentang perkara mana yang lebih utama antara menunaikan ibadah haji atau sedekah? Beliau menjawab:

الحج، إلا أن تكون سنة مجاعة

“Menunaikan ibadah haji, kecuali jika pada tahun itu adalah tahun paceklik'."

Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah berkata:

وأما إذا كان له أقارب محاويج، فالصدقة عليهم أفضل، وكذا إذا كان هناك قوم مضطرون إلى نفقته، فأما إذا كان كلاهما تطوعا، فالحج أفضل، لأنه عبادة بدنية مالية، وكذا الأضحية والعقيقة أفضل من الصدقة بقيمة ذلك

"Adapun jika orang yang akan menunaikan haji itu mempunyai kerabat yang membutuhkan, maka bersedekah kepada mereka lebih diutamakan (daripada haji). Begitu juga halnya jika ada kaum yang sangat membutuhkan bantuan nafkah. Tapi jika keduanya (haji dan sedekah) hanya bersifat sunnah maka menunaikan haji lebih utama, karena ia merupakan ibadah fisik sekaligus ibadah materil. Begitu juga halnya antara ibadah kurban dan aqiqah, lebih utama daripada sedekah yang seperti itu (sunnah/tidak mendesak)."

Ketika menjelaskan hadits:

أي الأعمال أفضل؟ فذكر الإيمان، ثم الجهاد، ثم الحج

"Manakah ibadah yang lebih utama? Rasulullah bersabda, 'Iman, kemudian jihad, kemudian haji,” [HR. Al-Bukhâri dan Muslim].

Asy-Syaukani mengatakan:

هو حجة لمن فضل حج النفل على الصدقة

"Hadits ini menjadi hujjah bagi orang yang ingin mendahulukan haji sunnah daripada sedekah."

Kalau kita perhatikan kondisi umat Islam pada zaman sekarang, kita akan melihat betapa sangat banyak orang yang membutuhkan nafkah. Betapa banyak umat Islam di berbagai penjuru dunia yang tidak memiliki makanan, minuman, dan tempat tinggal. Oleh karena itu, bersedekah kepada mereka lebih utama daripada menginfakkan harta untuk haji maupun umrah.

Wallâhu a`lam.

Fatwa No: 39969
Tanggal: 12 November 2003 (17 Ramadan 1424)
Sumber: IslamWebNet

Jawaban dari Syekh bin Baaz Rahimahullah

Orang yang telah melaksanakan haji wajib, maka yang utama adalah menginfakkan dana yang akan digunakan haji yang kedua kepada orang-orang yang berjuang di jalan Allah seperti kaum mujahidin di Afghanistan dan orang-orang yang dalam pengungsian di Pakistan. Sebab ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya :

“Amal apa yang utama?” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya” Penanya berkata : “Kemudian apa?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Jihad di jalan Allah” Beliau ditanya lagi : “Kemudian apa?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : ‘Haji mabrur” [Muttafaq ‘alaih]

Dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan haji setelah jihad. Dan yang dimaksudkan adalah haji sunnah. Sebab haji wajib merupakan salah satu rukun dalam Islam jika telah mampu melaksanakannya. Dan dalam shahihain disebutkan riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda.

“Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” [HR Bukhari dan Muslim]

Dan tidak diragukan bahwa orang-orang yang berjuang di jalan Allah sangat membutuhkan bantun materi dari saudara-saudara mereka. Dan membiayai orang-orang yang berjuang lebih utama daripada membiayai haji sunnah karena dua hadits tersebut dan yang lainnya. Dan kepada Allah kita mohon pertolongan.


Jawaban dari Syekh Jibrin Rahimahullah
Jika kamu mempunyai keluasan dalam harta dan memungkinkan sedekah di samping pergi haji, maka lebih utama bagimu untuk melaksanakan keduanya. Tetapi jika tidak dapat melakukan kedua hal tersebut sedangkan disekitarmu terdapat orang-orang miskin yang sangat membutuhkan bantuan atau kegiatan-kegiatan kebaikan yang memerlukan dana, maka memberikan dana haji kamu kepada mereka adalah lebih utama dari pada haji sunnah. Tetapi jika disana tidak ada kebutuhan yang sangat perlu, maka haji lebih utama.

0 komentar:

Post a Comment