Penjelasan Hadist “Shaf (barisan) Terbaik untuk Wanita adalah di Belakang...”



Pertanyaan:
Kami adalah sekelompok wanita yang salat di masjid selama Ramadan di suatu tempat yang terpisah dari para pria sehingga mereka tidak bisa melihat kami dan kami tidak bisa melihat mereka. Saya lihat beberapa saudari kami tidak memenuhi barisan depan dan tidak meluruskannya. Beberapa dari mereka mengutip sebagai dalil hadis Nabi صلى الله عليه وسلم:

خير صفوف الرجال أولها ، وشرها آخرها ، وخير صفوف النساء آخرها ، وشرها أولها

“Shaf terbaik untuk para pria adalah yang di depan, dan yang paling buruk adalah yang di belakang. Dan shaf terbaik untuk para wanita adalah yang di belakang, dan yang paling buruk adalah yang di depan.”

Saya katakan kepada mereka bahwa yang dimaksud hadis tersebut adalah ketika jamaah wanita melakukan salat di belakang jamaah pria tanpa ada sekat (satir), tetapi ini situasinya beda. Apakah yang saya katakan ini benar?

Jawaban oleh Syekh Bin Baaz Rahimahullah

Hadis yang disebutkan itu sahih, tetapi menurut para ulama, hadis itu harus dijelaskan seperti yang Anda sebutkan tadi, yaitu ketika tidak ada sekat antara jamaah pria dengan jamaah wanita.

Jika para wanita disekat dengan para pria, maka barisan terbaik adalah yang di depan dan yang paling buruk adalah yang di belakang, seperti halnya barisan pria, dan mereka harus memenuhi barisan yang paling depan terlebih dahulu, kemudian selanjutnya dan seterusnya, lalu menutup kekosongan shaf, seperti jamaah pria, karena keumuman makna hadis Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengenai hal itu. Semoga Allah membantu kita untuk mengamalkan apa-apa yang Dia ridhai dan cintai.

Akhir kutipan

Sumber: Majmoo’ Fataawa Ibn Baaz: 25/145

0 komentar:

Post a Comment