Hukum Tidur di atas Atap Rumah



Pertanyaan:
Assalamualaikum, Syekh. Apakah saya boleh tidur di teras terbuka (atap rumah)?

Jawaban oleh tim Fatwa Center IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Boleh tidur di atap rumah luar ruangan apabila ada dinding yang melindungi orang yang tidur sehingga tidak terjatuh. Ada peringatan di dalam Sunah tentang tidur di atap rumah yang tidak berdinding untuk menghalangi orang agar tidak jatuh.

Ali bin Syaiban meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

Siapa saja yang tidur di atap rumah yang tidak terdapat dinding di sekelilingnya, maka tidak ada kewajiban terhadapnya oleh siapa pun (orang-orang tidak perlu berbuat apa-apa atas kematiannya)," [HR Ali bin Syaibani, Bukhari dalam Adabul Mufrad].

Ini karena jika seseorang tidur dalam keadaan demikian, dia bisa saja mengguling ketika tidur hingga terjatuh dan mati. Dalam hal jni, tidak ada tindakan hukum yang bisa ditegakkan atas kematiannya. Juga, kalau dia mati dalam keadaan demikian, dia mati tanpa perlu adanya persiapan untuk acara kematian, sebagaimana disebutkan di dalam Ensiklopedia Fiqih Kuwait.

Juga, jika terasnya terbuka sehingga orang lain bisa melihat orang yang tidur di teras itu, maka dia harus menutup auratnya selama tidur, sebagaimana sabda Nabi:

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ

"Tutup auratmu kecuali dari istrimu atau budak yang kalian miliki," [HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmizi, Ibnu Majah. -Albani & Al-Arnaut: Hasan]

Wallahu'alam bish shawwab

Fatwa No: 265219
Tanggal: 17 Zulhijjah 1435 (11 Oktober 2014)
Sumber: IslamWeb.Net
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo )

0 komentar:

Post a Comment