8 Nasihat Syekh Al-Munajjid untuk Menolong Muslim Terzalimi



Pertanyaan:
Bagaimana sikap kita tentang pembunuhan terhadap umat Islam di Palestina dan belahan dunia lainnya seperti yang terjadi saat ini, di mana rumah-rumah dihancurkan, kebun-kebun dirusak, anak kecil dibantai, dan mereka yang mengalami luka-luka dirawat di jalanan, rumah-rumah dibombardir, dan orang-orang dilarang oleh Yahudi dan lainnya dari membeli makanan dan minuman yang mereka butuhkan? Apa yang bisa saya lakukan sebagai seorang muslim?

Jawaban oleh Syekh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid

1. Kita wajib berdoa dan membaca doa qunut di salat kita karena doa merupakan sebab terbesar pertolongan Allah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ

"Tidaklah kalian ditolong dan diberi rezeki melainkan karena adanya (do'a) orang-orang yang lemah (diantara) kalian," [HR Bukhari]

Juga di dalam sabdanya yang lain:

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَإِخْلَاصِهِمْ

"Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang lemahnya, dengan doa mereka, shalat mereka, dan keikhlasan mereka," [HR An-Nasai. Al-Albani: Sahih]

2. Kumpulkan dana amal dan kirim melalui pihak-pihak terpercaya.

3. Dukung pihak-pihak yang lemah dan terzalimi melalui berbagai cara, termasuk media dan internet.

4. Minta kepada ulama, dai, khatib, dan penulis untuk menjelaskan kezaliman yang sedang terjadi dan acuhnya sebagian umat, dan minta mereka untuk memobilisasi umat mempertahankan tempat-tempat suci.

5. Periksa niat kita masing-masing terkait jihad di jalan Allah, dan lihat apakah kita sudah mengamalkan hadis Nabi صلى الله عليه وسلم:

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

"Siapa saja yang mati tanpa pernah berperang di jalan Allah, atau memiliki niat untuk berperang di jalan Allah, maka dia mati dalam salah satu cabang kemunafikan," [HR Muslim: 3533]

6. Melakukan segala upaya untuk membangun kekuatan material dan moral sebagai persiapan ketika bertemu musuh (di peperangan). Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَىْءٍ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

"Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)," [QS. Al-Anfal: 60]

7. Mengingatkan kepada diri kita sendiri dan orang lain tentang keutamaan syahid di jalan Allah dan mempelajari hukum-hukum jihad (perang di jalan Allah) dan menjauhi cinta dunia.

8. Melakukan sebanyak mungkin kerusakan di pihak musuh yang sedang berperang melawan kita. Hal itu bisa dilakukan dengan memboikot produk-produk mereka, menyerang mereka secara verbal atau tulisan untuk menghinakan mereka atau mengganggu mereka, dan menjelaskan hakikat kekafiran dan kesyirikan mereka, serta penghinaan mereka terhadap Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, menerbitkan sebanyak mungkin media cetak atau audio visual tentang topik-topik serius sembari mengaitkannya dengan akidah Islam dan ayat-ayat Allah dan hadis Rasulullah.

Kami berdoa kepada Allah yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa agar menolong agamaNya dan meninggikan kalimatNya. Aamiin

Fatwa No: 21284
Tanggal: 7 April 2002
Sumber: IslamQA
Penerjemah:** Irfan Nugroho (Staf Pengajar Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an At-Taqwa Sukoharjo)

0 komentar:

Post a Comment