Nama Bulan di dalam Kalender Islam dan Hukum Merayakan Tahun Baru Hijriah


Pertanyaan:
Apa saja nama-nama bulan di dalam Islam? Apa hukumnya merayakan Tahun Baru Hijriah dan membaca doa akhir tahun (sebelum shalat magrib) dan membaca doa tahun baru (setelah magrib)?

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqiti

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Bulan di dalam kalender bulan/hijriah adalah sebagai berikut:

1-  Muharram
2-  Safar
3-  Rabee’ Al-Awwal 
4-  Rabe'i al-Aakhir
5-  Jumaadaa al-Oulaa
6-  Jumaadaa al-Aakhirah
7-  Rajab 
8-  Sha’baan
9-  Ramadan
10- Shawwaal
11- Thul-Qi’dah 
12- Thul-Hijjah 

Tentang merayakan Tahun Baru Hijriah, tidak diriwayatkan dari Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa beliau merayakan Hijrahnya beliau ke Madinah. Pun demikian, tidak ada riwayat dari para sahabat, yang semoga Allah meridhai mereka, yang jelas-jelas mereka itu sangat tekun dalam menyeru kepada kebaikan dan upaya-upaya yang membuahkan pahala yang paling besar.

Umat Islam harus mengikuti Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan menjauhi hal-hal baru di dalam agama yang tidak berlandaskan Quran dan Sunah.

Selain itu, tidak ada dalil akan adanya doa sebelum atau sesudah salat magrib di akhir tahun atau pun di aqal tahun baru hijriah. Bentuk-bentuk peribadatan sifatnya terbatas pada wahyu dan dibuktikan dengan hujjah dari Al-Quran dan Sunah.

Wallahualam bish shawwab

Fatwa:  80321
Sumber: IslamWebNet

0 komentar:

Post a Comment