(Ebook) Cara-Cara Setan Mendekati Manusia - Dr. Abdullah Katheer


Setan mendekati manusia secara halus, dengan diam-diam. Tujuan utamanya adalah membuat manusia tersesat, yakni agar manusia berbuat kekafiran atau kesyirikan.

Tetapi jika manusia tetap bersikukuh pada keimanannya, maka Setan akan berusaha untuk menggiring manusia pada kebidahan, yaitu dengan membuat inovasi di dalam pokok-pokok ajaran Islam atau mengambil hukum yang aneh di dalam menetapkan perkara akidah.

Jika kaum mukminin tidak goyah, Setan akan menggoda mereka untuk melakukan dosa-dosa besar.

Jika kaum mukminin enggan berbuat dosa besar, Setan tidak akan menyerah. Setan lantas menggoda manusia untuk melakukan dosa yang sedikit lebih ringan, yaitu dengan menyibukkan manusia dalam berbagai perkara yang tidak berguna.

Akhirnya, ketika upaya Setan menemui jalan buntu, dia akan membujuk manusia untuk lebih mengagungkan perkara yang hukumnya “Sunah”, daripada mengamalkan perkara yang hukumnya “wajib.”

Dalam “perjuangannya” untuk memanfaatkan kelemahan manusia, Setan melakukannya secara step by step, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah ﷻ di dalam Quran:

وَمِنَ الْأَنْعٰمِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۚ إِنَّهُ ۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

"dan di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu," [QS. Al-An'am: 142].

Cara setan mendekati korbannya sangat bervariasi, sesuai dengan kecenderungan dan kesenangan manusia. Setan menggunakan amal ketaatan untuk menggoda orang bertakwa, memakai cara-cara ilmiah untuk menjerumuskan para ulama, serta menggunakan kebodohan untuk menyesatkan orang-orang bodoh.

0 komentar:

Post a Comment