Bolehkah Itikaf hanya di Malam-malam Ganjil?


Pertanyaan:
Bolehkah saya melakukan itikaf hanya di malam-malam ganjil bulan Ramadan? Saya tidak bisa melakukan itikaf 10 hari penuh karena saya baru menikah dan istri saya harus tinggal di rumah sendirian, meskipun rumah saya berdekatan dengan rumah orang tua saya.

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamQA, di bahwa pengawasan Syekh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid
Alhamdulillah.

Lebih baik seorang Muslim melakukan itikaf selama 10 hari terakhir (bulan Ramadan), karena mengikuti contoh Nabi . Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahuanha bahwa Rasulullah terbiasa menghabiskan 10 hari terakhir bulan Ramadan dengan itikaf sampai beliau meninggal dunia, (HR Bukhari: 2025 dan Muslim: 1171).

Jika seseorang tidak bisa menghabiskan 10 malam terakhir (bulan Ramadan) dengan itikaf, dan dia membatasi (itikafnya) hanya pada beberapa hari atau malam saja, maka hal itu tidak mengapa. Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab Radhiyallahuanhu bernazar untuk menghabiskan satu malam dengan itikaf di Masjidil Haram, maka rasulullah menyuruhnya untuk memenuhi nazar tersebut, (HR Bukhari: 2042 dan Muslim: 1656), Artinya, boleh melakukan itikaf meskipun hanya satu malam.

Di dalam jawaban kami terhadap pertanyaan nomor: 38037, telah kami nyatakan bahwa tidak ada jumlah minimal hari dalam itikaf, dan kami juga telah mengutip satu fatwa dari Syekh bin Baaz tentang hal itu.

Yang seharusnya Anda lakukan adalah berupaya keras untuk beribadah selama malam-malam tersebut, dan berjuang untuk meraih sebanyak mungkin hasanah yang Anda mampu.

Wallahu’alam bish shawwab.

Fatwa: 93998
Tanggal: 17 September 2009
Sumber: https://islamqa.info/en/93998

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)

0 komentar:

Post a Comment