Hukum Mengganti Puasa Ramadan di Hari Jumat


Pertanyaan:
Saya mengganti puasa Ramadan saya di hari Jumat (di selain bulan Ramadan). Saya juga berniat puasa sehari setelahnya, yaitu di hari Sabtu. Tetapi di Jumat sore hari, saya mengalami menstruasi. 

Apakah puasa saya di hari Jumat itu sah? Perlu diingat, saya berpuasa di hari Jumat karena saya berniat untuk puasa lagi sehari sesudahnya, yaitu di hari Sabtu. Karena saya tahu bahwa mengkhususkan puasa di hari Jumat adalah tidak boleh.

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusanNya.

Jika seseorang puasa di hari Jumat, lalu sesuatu menghalanginya untuk puasa di hari sesudahnya (Sabtu), maka dia tidak berdosa dalam hal ini. Hal itu tidak lantas membuat puasanya di hari Jumat tidak sah, karena yang dilarang adalah dengan sengaja mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَلاَ تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الأَيَّامِ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ

“Jangan mengkhususkan hari Jumat di antara hari-hari yang lain untuk berpuasa, kecuali jika kalian biasa berpuasa dan bertepatan dengan hari Jumat,” (HR Muslim: 1144).

Selain itu, larangan yang disebutkan dalam hadis ini merujuk pada puasa sunah. Artinya, umat Islam tidak dilarang untuk mengkhususkan hari Jumat sebagai hari untuk melaksanakan puasa wajib, seperti puasa untuk mengganti puasa di bulan Ramadan, atau karena nazar. Inilah yang disebutkan oleh pengarang kitab Tuhfatul Muhtaj dan lainnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Fatwa: 56099
Tanggal: 30 Rajab 1437 (8 Mei 2016)
Sumber: IslamWeb.Net
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di PPTQ At-Taqwa Sukoharjo)

0 komentar:

Post a Comment