Tak akan Bersatu di Hati Manusia Kecintaan kepada Allah dengan Kecintaan kepada Musuh-Musuh-Nya



Pertanyaan:
Bagaimana hukum syariah tentang seorang Muslim yang mencintai orang Rusia nonmuslim, atau bangga dengan pemimpin mereka dan berharap bisa tinggal di Rusia?

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqiti

Segala puji hanya bagi Allah, Raab semesta alam.  Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Sudah diketahui bahwa pemimpin Rusia adalah orang kafir atheis. Sungguh, mereka adalah manusia yang paling kafir di muka bumi. Mereka adalah komunis yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir, juga menolak risalah yang dengannya Allah mengutus Rasulullah . Selain itu, mereka juga memiliki keyakinan yang jahat tentang Allah, RasulNya dan Hari Akhir. 

Mencintai pemimpin mereka dan berharap bisa tinggal dengan mereka di negaranya menunjukkan rusaknya Akidah Al-Wala wal Bara (Loyalitas dan Antiloyalitas), padahal Allah telah menjelaskannya di banyak tempat di dalam Quran. Padahal, Al-Wala wal Bara adalah perkara yang paling banyak dijelaskan di dalam Al-Quran karena ia merupakan pondasi Tauhid dan inti dari agama ini.

Dalam salah satu ayat yang terkait dengan Al-Wala wal Bara, Allah berfirman:

 لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَآءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَٰنَهُمۡ أَوۡ عَشِيرَتَهُمۡۚ ٢٢

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka,” (QS Al-Mujadilah [58]: 22).

Mengomentari ayat tersebut, Al-Qasimi Rahimahullah menyebutkan bahwa siapa saja yang melakukannya (beriman kepada Allah dan Hari Akhirat tetapi berkasih-sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan RasulNya -pent) maka dia telah menentang perintah Allah dan RasulNya, karena keimanan yang murni terhadap Allah dan kencintaan terhadap musuh-musuhNya tidak dapat hidup bersamaan di dalam hati seorang Muslim.


Diriwayatkan pula bahwa Ibnu Umar Radhiyallahuanhum bersumpah bahwa jika seorang manusia puasa sesiangan dan salat semalaman, lalu dia bangun di pagi hari tanpa memiliki kecintaan terhadap orang-orang yang menaati Allah dan tidak memiliki kebencian terhadap orang-orang yang berbuat durhaka kepada Allah, maka Ibnu Umar khawatir kalau-kalau orang tersebut akan diseret ke Neraka oleh Allah .

Oleh karena itu, kaum Muslimin wajib mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah dan RasulNya, serta membenci apa-apa yang dibenci oleh Allah dan RasulNya benci.     

Wallahualam bish shawwab.

Fatwa: 15087
Tanggal: 12 Rabiul Akhir 1433 (6 Maret 2012).
Sumber: IslamWeb.Net

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di PPTQ At-Taqwa Sukoharjo)

0 komentar:

Post a Comment