Membayar Pajak dengan Niat Membayar Zakat


Pertanyaan:
Apa boleh membayar pajak dan menganggapnya sebagai zakat?

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqiti

Segala puji hanya bagi Allah, Raab semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Tentang membayar zakat dengan cara membayar pajak kepada pemerintah, kami nyatakan bahwa tindakan seperti itu tidak cukup untuk disebut zakat. Zakat adalah kewajiban Ilahiyah yang harus diambil dari harta seseorang. Zakat juga harus disalurkan sesuai dengan apa yang ditentukan di dalam Quran. Zakat tidak bisa disalurkan ke hal-hal yang lain.

Selain itu, membayar zakat sesuai dengan besaran pajak akan melindungi harta seseorang dari kewajiban membayar pajak yang harus dia bayar. Oleh karena itu, tidak boleh membayar pajak dan meniatkannya sebagai zakat (juga sebaliknya -pentj), meskipun pajak itu sendiri diambil dengan cara yang zalim.

Wallahu'alam bish shawwab.

Fatwa: 83919
Tanggal: 14 Zulhijjah 1422 (27 Februari 2002)
Sumber: IslamWeb.Net

1 komentar:


  1. Saya tertarik tentang artikel Anda pada perpajakan ini.
    Saya juga memiliki artikel yang sama tentang perpajakan yang dapat Anda kunjungi di http://tax.blog.gunadarma.ac.id/

    ReplyDelete