Tafsir QS Maryam-33: Isa (Yesus) Alaihissalam Adalah Hamba Allah


Oleh Imam Ibnu Katsir Rahimahullah
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman menyampaikan kisah Nabi Isa Alaihisalam (Yesus):

وَالسَّلٰمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ اَمُوْتُ وَيَوْمَ اُبْعَثُ حَيًّا

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali," [QS. Maryam: 33].

Menafsirkan ayat tersebut, Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

Ayat ini adalah penegasan dari Nabi Isa Alaihissalam mengenai statusnya sebagai hamba di hadapan Allah, dan bahwasanya dia adalah satu makhluk di antara makhluk-makhluk Allah.

Di dalam ayat ini, Nabi Isa Alaihissalam menegaskan bahwa dia dihidupkan dan dimatikan, serta dibangkitkan kembali, seperti seluruh makhluk-makhluk lainnya.

Akan tetapi, dia mendapatkan kesejahteraan di tiga keadaan ini (kelahirannya, kematiannya, dan kebangkitannya di Hari Kebangkitan). Padahal, ketiga keadaan ini adalah keadaan yang paling sulit bagi setiap hamba Allah.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan selawat dan salam kepadanya.

Wallahu'alam bish shawwab.

Sumber: Katsir, Ibnu. Sahih Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta Timur: Pustaka Ibnu Katsir. Jilid 5. Hal: 638-639.