Rukun Mandi: Yang Wajib dalam Mandi Wajib


Mandi wajib adalah mandi ritual yang disebabkan karena enam perkara, yaitu: 1) Bertemunya dua khitan, 2) Keluarnya mani, 3) Meninggal, 4) Haid, 5) Nifas, dan 6) Melahirkan.

Rukun atau fardhu mandi itu ada tiga, yaitu:
1. Niat
2. Menghilangkan najis jika ada di badannya
3. Mengalirkan dan meratakan air ke seluruh rambut dan kulit

Penjelasan
1. Niat merupakan rukun seluruh ibadah. Hal ini berdasarkan hadis, “Sesungguhnya setiap amalan itu sesuai dengan niatnya…”
====================
Baca juga:
====================

2. Tentang wajibnya menghilangkan najis yang ada di badan, Imam Bukhari (246) meriwayatkan dari Al-Maimunah tentang mandinya Rasulullah :

“Beliau membasuh kemaluannya serta najis dan kotoran yang mengenainya.”

Hadis ini dinyatakan sahih oleh Imam Nawawi dalam kitab-kitabnya. Dia mengatakan bahwa menghilangkannya cukup dengan cara membasuh untuk menghilangkan hadas. Pendapat inilah yang dipegang. Jadi, menghilangkan kotoran sebelum menuangkan air (ke badan) adalah sunah. (Al-Iqna)

3. Tentang wajibnya mengalirkan dan meratakan air ke seluruh rambut dan kulit, Imam Bukhari (245) dan Muslim (216) meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahuanha bahwa

“Apabila Nabi mandi junub, beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya. Kemudian, beliau berwudu sebagaimana wudu untuk salat. Setelah itu, beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menyela akar-akar rambutnya. Kemudian, beliau menuangkan tiga ember air dengan kedua tangannya ke kepalanya. Setelah itu, beliau menuangkan air ke seluruh badannya.”

Abu Dawud (249) dan selainnya meriwayatkan dari Ali Radhiyallahuanhu bahwa dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa meninggalkan tempat sehelai rambut ketika mandi janabah, dan tidak menuangkan air padanya, maka Allah akan melakukan ini dan ini padanya dari neraka.”

Ali Radhiyallahuanhu berkata, “Sejak itu saya bermusuhan dengan rambutku,” (beliau mencukur rambutnya).

Wallahu’alam bish shawwab.

Sumber:

Al-Bugha, Mustafa Dib. 2015. Fikih Islam Lengkap: Penjelasan Hukum-hukum Islam Madzhab Syafi’i. Solo: Media Zikir. Hal.47 dan 51-52.

0 komentar:

Post a Comment