Menggibah Umat Islam di depan Orang Kafir


Pertanyaan:
Bagaimana hukum menggibah, membicarakan keburukan, atau menghina umat Islam di depan orang kafir?

Apakah pelakunya bisa dianggap telah memusuhi umat Islam dan bersekutu dengan orang kafir?

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqiti
Segala puji hanya bagi Allah, Raab semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Gibah itu dilarang, dan beberapa ulama menilainya sebagai salah satu dosa besar yang sangat parah. Jadi, seorang Muslim harus menghindarinya.

Jika seorang Muslim menggibah saudaranya sesama Muslim di depan orang kafir, maka tindakan tersebut adalah perkara yang serius yang bisa membuat orang kafir lari dari agama Islam.

Padahal, kita diperintah untuk menyeru mereka agar memeluk Islam dan melunakkan hati mereka terhadap Islam.

Jadi, tindakan menggibah orang Islam di depan orang kafir justru akan menjadi alasan munculnya penyakit di dalam hati orang-orang kafir (sehingga mereka menjadi benci terhadap Islam -pent).

Sungguh, di antara doa orang-orang yang beriman adalah:

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاغْفِرْ لَـنَا رَبَّنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana," [QS. Al-Mumtahanah: 5].

Artinya, seorang Mukmin hendaknya berdoa kepada Allah agar dirinya tidak menjadi fitnah di kalangan orang-orang kafir.

Meski demikian, menggibah orang Islam tidak serta merta menjadikan pelakunya sebagai musuh umat Islam atau menjadi sekutu bagi orang-orang kafir.

Wallahu'alam bish shawaab.

Fatwa: 317041
Tanggal: 19 Jumadil Ula 1437 (28 Februari 2016)
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar Pondok Pesantren Tahfidzul Quran At-Taqwa Sukoharjo)
Sumber: [IslamWeb.Net]

0 komentar:

Post a Comment