Jenis-Jenis Syuhada (Orang yang Mati Syahid)


Pertanyaan:
Mohon penjelasan Anda tentang hadis berikut. Ada banyak hadis, seperti yang di bawah ini, yang tertulis di banyak buku. Tetapi saya tidak mengerti bagaimana orang yang mati dengan cara selain jihad di jalan Allah disebut syuhada.

عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ قَالُوا فَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ ابْنُ مِقْسَمٍ أَشْهَدُ عَلَى أَبِيكَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ قَالَ وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ و حَدَّثَنِي عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَيَانٍ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ سُهَيْلٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِهِ قَالَ سُهَيْلٌ قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مِقْسَمٍ أَشْهَدُ عَلَى أَخِيكَ أَنَّهُ زَادَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ وَمَنْ غَرِقَ فَهُوَ شَهِيدٌ

Dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apa yang dimaksud orang yang mati syahid di antara kalian?"

Para sahabat menjawab, "Wahai Rasulullah, orang yang meninggal karena berjuang di jalan Allah itulah orang yang mati syahid."

Beliau bersabda: "Kalau begitu, sedikit sekali jumlah ummatku yang mati syahid."

Para sahabat berkata, "Lantas siapakah mereka ya Rasulullah?"

Beliau bersabda: "Barangsiapa terbunuh di jalan Allah maka dialah syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena penyakit kolera juga syahid, siapa yang mati karena sakit perut juga syahid."

Ibnu Miqsam berkata, "Saya bersaksi atas bapakmu mengenai hadits ini, bahwa beliau juga berkata,

"Orang yang meninggal karena tenggelam juga syahid."

Dan telah menceritakan kepadaku Abdul Hamid bin Bayan Al Wasithi telah menceritakan kepada kami Khalid dari Suhail dengan sanad seperti ini, namun dalam haditsnya disebutkan; Suhail berkata; Ubaidullah bin Miqsam berkata, "Saya bersaksi atas saudara laki-lakimu bahwa dalam hadits ini dia menambahkan,

"Barangsiapa meninggal karena tenggelam, maka ia syahid," [HR Muslim].

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqiti
Segala puji hanya bagi Allah, Raab semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Ada dua jenis syahid:

Jenis yang pertama adalah syahidnya oranh-orang yang terbunuh ketika berperang untuk meninggikan kalimat Allah. Inilah yang dimaksud dengan Syahid.

Ada beberapa hukum yang berlaku pada syahid jenis pertama ini, baik di dunia atau pun di akhirat. Misal, di dunia mereka tidak dimandikan, tidak dishalati, dan tidak dikafani (atau dikubur dengan pakaian yang dia pakai ketika syahid).

Jenis syahid yang kedua adalah syahidnya orang-orang yang disebutkan pada riwayat di dalam pertanyaan di atas. Mereka mendapat pahala syahid di akhirat, tetapi di dunia, hukum-hukum seperti yang berlaku pada jenis syahid yang pertama tidak diterapkan pada mereka.

Rasulullah menyebut orang-orang yang mati dengan cara-cara seperti itu sebagai syahid untuk menunjukkan rahmat Allah.

Itulah kenapa beliau bersabda:

"Kalau behgitu, syuhada di kalangan umatku hanyalah sedikit,"

Ungkapan ini adalah tanggapan kepada para sahabat yang membatasi makna syahid pada jenis syahid yang pertama.

Maka beliau menyebutkan beberapa model kematian yang akan mendapat pahala syahis, tetapi dengan derajat yang sedikit di bawah para syuhada jenis pertama.

Wallahu'alam bish shawwab.

Fatwa: 88945
Tanggal: 17 Syawal 1425 (30 November 2004)
Sumber: IslamWeb.Net

0 komentar:

Post a Comment