Kenapa Dajjal Tidak Disebutkan dalam Al-Quran


Oleh Syekh Muhammad Al-Arifi
Dajjal adalah fitnah terbesar atau ujian terbesar yang dikhawatirkan oleh Rasulullah terhadap umatnya. Maka dari itu, beliau dan semua Nabi memperingatkan segenap umatnya tentang Dajjal. Rasulullah menyeru kepada kita di setiap akhir salat untuk memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal.

Di dalam Al-Quran, Allah menyebutkan beberapa tanda Hari Kiamat, baik yang besar ataupun yang kecil, seperti terbelahnya bulan di dalam firmanNya:

ٱقۡتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلۡقَمَرُ ١

“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan,” (QS Al-Qamar [54]: 1).

Allah juga menyebutkan tentang Ya’juj dan Ma’juj:

حَتَّىٰٓ إِذَا فُتِحَتۡ يَأۡجُوجُ وَمَأۡجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٖ يَنسِلُونَ ٩٦

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya´juj dan Ma´juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi,” (QS Al-Anbiya [21]: 96).

Meski demikian, Allah tidak menyebutkan nama Dajjal di dalam Al-Quran. Apa hikmah di baliknya? Berikut alasannya.

Allah berfirman:

يَوۡمَ يَأۡتِي بَعۡضُ ءَايَٰتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفۡسًا إِيمَٰنُهَا لَمۡ تَكُنۡ ءَامَنَتۡ مِن قَبۡلُ ١٥٨

“… Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu…” (QS Al-An’am [6]: 158).

Rasulullah bersabda:

Ada tiga hal yang di kala ketiganya muncul maka tidaklah berguna iman manusia, kecuali jika mereka telah memiliki iman sebelumnya, yaitu: munculnya Dajjal, munculnya binatang buas melata, dan terbitnya matahari dari barat,” (HR Tirmizi. Sahih).

Ada beberapa referensi yang menyebutkan tentang turunnya Nabi Isa bin Maryam Alaihissalam di dalam Al-Quran, yaitu dalam firmanNya:

وَإِن مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ إِلَّا لَيُؤۡمِنَنَّ بِهِۦ قَبۡلَ مَوۡتِهِۦۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكُونُ عَلَيۡهِمۡ شَهِيدٗا ١٥٩

“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka,” (QS An-Nisa [4]: 159).

Juga di dalam firmanNya yang lain:

۞وَلَمَّا ضُرِبَ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوۡمُكَ مِنۡهُ يَصِدُّونَ ٥٧ وَقَالُوٓاْ ءَأَٰلِهَتُنَا خَيۡرٌ أَمۡ هُوَۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلَۢاۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٌ خَصِمُونَ ٥٨ إِنۡ هُوَ إِلَّا عَبۡدٌ أَنۡعَمۡنَا عَلَيۡهِ وَجَعَلۡنَٰهُ مَثَلٗا لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٥٩ وَلَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَا مِنكُم مَّلَٰٓئِكَةٗ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَخۡلُفُونَ ٦٠ وَإِنَّهُۥ لَعِلۡمٞ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمۡتَرُنَّ بِهَا وَٱتَّبِعُونِۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ ٦١

“Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus,” (QS Az-Zukhruf [43]: 57-61).

Dari sini benarlah bahwa Isa Alaihissalam akan turun untuk membunuh Dajjal. Penyebutan Isa Alaihissalam di dalam Al-Quran berarti penyebutan Dajjal. Wallahu’alam bish shawwab.

Sumber: Al-Arifi, Muhammad. --------. The End of the World – Major and Minor Signs of the Hour. Riyadh: Darussalam. Hal: 267-269

0 komentar:

Post a Comment