Sekuleris Turki Tolak Rencana Jam Rehat PNS Muslim ketika Salat Jumat


Turki, MukminunCom- Rencana pemerintah Turki untuk memberi jam rihat bagi PNS Muslim di sana untuk melaksanakan salat Jumat mendapat tentangan keras dari kaum yang antiagama atau sekuleris.

Pengacara sekuler Turki, Umar Faruk Eminagaoglu, dikabarkan telah mengajukan surat keberatan ke pengadilan administrasi Turki hanya beberapa jam setelah pemerintah Turki mengumumkan kebolehan PNS Muslim di sana untuk rihat salat Jumat di jam-jam kerja.

“Ini kan eksploitasi agama untuk tujuan politik,” ujarnya kepada Al Jazeera. “Kebebasan berkeyakinan harusnya dilindungi untuk semua orang, tetapi tidak seharusnya dieksploitasi demi kepentingan satu pihak dari masyarakat.”

Menurutnya, undang-undang tersebut bertentangan dengan “Hukum Negara Turki” yang bersifat sekuler, dan merupakan tindakan yang diskriminatif karena bisa ketahuan ‘apakah seseorang itu taat beribadah ataukah tidak,’ yang menurutnya hal itu adalah urusan pribadi.

Di lain pihak, Ahmet Iyimaya dari partai yang berkuasa di Turki mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kebebasan beragama tidaklah bertentangan dengan sekulerisme.

“Saya tidak tahu mengapa, kok bisa mengizinkan orang untuk salat berjemaah di satu waktu tertentu bisa disebut bertentangan dengan sekulerisme,” ujar Iyimaya yang juga seorang pengacara senior di negara bekas Khilafah Utsmani tersebut.

“Di Turki, ada tendensi untuk mengkategorikan semua tindakan sebagai diskriminasi. Kenapa harus mendeskriminasi orang jika seseorang itu taat beribadah atau tidak?”

Setelah Khilafah Turki Utsmani runtuh di tahun 1924, Turki menjadi negara yang secara konstitusional menganut paham sekuler, atau memisahkan agama dari pemerintahan.


Meski demikian, baru-baru ini Turki mulai menerapkan beberapa syiar Islam seperti larangan tinggal serumah bagi pasangan yang hanya sekedar bertunangan, larangan bergandengan tangan, serta wajibnya pelajaran agama di sekolah-sekolah.(Aljazeera/Irfan)

0 komentar:

Post a Comment