Sejak Juli 2015, Warga Madaya Suriah Makan Rebusan Rumput, Daun, Serangga, Kucing


Suriah, MukminunCom- Madaya, sebuah kota di bagian barat Damaskus telah mengalami pengepungan oleh teroris Syiah, baik dari pasukan Bashar Assad ataupun dari pasukan Hezbullah, Lebanon, semenjak Juli 2015.

Foto-foto yang memuat jasad warga lokal yang terkapar karena kelaparan mulai bermunculan dan beredar di media sosial selama beberapa pekan terakhir, hingga menarik perhatian dunia.

Berdasarkan laporan Syrian Observatory for Human Rights, paling tidak 10 orang meninggal dunia karena kekurangan makanan dan obat-obatan di Madaya. Setidaknya ada 13 orang lainnya terbunuh oleh penembak jitu dan ranjau darat yang dipasang oleh teroris Syiah pimpinan Bashar Assad dan teroris Hezbullah di sepanjang perbatasan kota ketika mereka hendak keluar mencari makanan.

Mahmud, 23 tahun, yang tinggal di Madaya mengatakan kepada Middle East Monitor bahwa dirinya sudah berbulan-bulan tidak makan makanan yang semestinya. “Tak ada yang tersisa di Madaya, kecuali dedaunan,” ujarnya.

Harga-harga makanan di kota tersebut meroket tak terkendali, dengan satu kilogram beras saja bisa mencapai USD100 (Rp1.300.000), jelasnya. Sebuah foto yang disebar di media sosial menunjukkan satu unit mobil dijual untuk membeli 10 kilogram beras dan 5 kilogram susu bayi.


Raid Burhan, seorang guru Bahasa Inggris dan kontributor majalah Times, mengatakan bahwa dirinya pernah tinggal di dalam pengepungan di kawasan Al-Zabadani selama tiga tahun, sebelum akhirnya ia berhasil pindah ke Beirut.

“Masih tidak ada apa-apanya di sini ketimbang di Madaya yang terkepung itu,” ujarnya. Saudara dan teman-teman Burhan di Madaya berkisar 40.000 jiwa, yang terpaksa merebus rumput dan dedaunan sebagai makanan. Dalam kondisi ekstrim, beberapa penduduk bahkan terpaksa memakan serangga dan kucing untuk hidup.

“Kalau bantuan tidak bisa mencapai kota itu dalam beberapa hari ke depan, akan ada kuburan massal di Madaya,” imbuh Burhan. “Satu-satunya solusi adalah adanya upaya internasional untuk menekan pemerintah (di negara masing-masing) bersama PBB untuk bersatu dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan yang bisa menekan rezim Assad dan Hezbullah untuk menghentikan pengepungan.” (Memo/Irfan)


“Allahumang tsur ikhwaninal Muslimiina wal Mujahideena fii kuli makaan wa fii kuli zamaan…” Aamiin.

0 komentar:

Post a Comment