Pengepungan di Madaya: 23 Mati Kelaparan pada Desember 2015

Foto: TimeLine

Suriah, MukminunCom- Sebanyak 31 warga sipil meninggal dunia bulan kemarin menyusul pengepungan biadab yang dilakukan oleh rezim Syiah Bashar Assad dan sekutunya Hezbollah Lebanon di Madaya, bagian barat Damaskus.

Menurut kantor medis setempat, sebanyak 23 warga sipil, sebagian besar anak-anak dan orang tua, meninggal akibat kelaparan, sedang delapan lainnya dibunuh oleh teroris Syiah loyalis rezim Bashar Assad.

Lebih lanjut dikabarkan bahwa enam orang lainnya harus diamputasi setelah menginjak ranjau darat yang ditanam oleh teroris Syiah Bashar Assad dan Hezbollah di perbatasan kota ketika mereka hendak mencari makanan.

Insiden ini membuktikan bahwa rezim Syiah Bashar Assad dan Hezbollah telah nyata-nyata melanggar komitmen terhadap kesepakatan Zabadani-al-Fouah yang menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan boleh memasuki kawasan Madaya.

Inilah yang menjadi penyebab utama bencana kemanusiaan di kawasan barat Damaskus tersebut. Para aktivis lokal mengatakan bahwa mereka telah menyeru kepada dunia internasional untuk mendesar rezim teroris Syiah Bashar Assad dan Hezbollah untuk mengijinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke Madaya.

Jika tidak, dikhawatirkan jumlah korban jiwa akibat kelaparan akan semakin bertambah mengingat pengepungan terhadap kawasan tersebut telah terjadi sedari bulan Juli 2015.

Berdasarkan laporan dari kontributor majalan Times, penduduk sipil di Madaya terpaksa memakan rebusan rumput dan daun untuk bertahan hidup di tengah pengepungan oleh teroris Syiah tersebut.

Kadang kala, ia juga mengungkapkan bahwa beberapa penduduk bahkan memakan serangga dan kucing liar untuk bertahan hidup di tengah mahalnya bahan makanan, yang disebut-sebut mencapai Rp1.3 juta untuk perkilo beras.(Memo/Irfan)
============================================
Baca:
Sejak Juli 2015, Warga Madaya Suriah Makan Rebusan Rumput, Daun, Serangga, Kucing
============================================

“Allahumang tsur ikhwaninal Muslimiina wal Mujahideena fii kuli makaan wa fii kuli zamaan…” Aamiin.

0 komentar:

Post a Comment