Malaikat (4): Nama-Nama Malaikat dan Tugas-Tugas Malaikat (1)

Gambar: HorizonAward

Malaikat Jibril dan Tugasnya
Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi yang karenanya hati manusia menjadi hidup.

Allah ﷻ berfirman:

قُلۡ مَن كَانَ عَدُوّٗا لِّـجِبۡرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلۡبِكَ بِإِذۡنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَهُدٗى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ٩٧

“Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman,” (QS Al-Baqarah [2]: 97).

Allah ﷻ mengabarkan kepada kita di dalam ayat tersebut bahwa Malaikat Jibril adalah utusan yang diamanahi misi menyampaikan wahyu. Akan tetapi, beberapa wahyu juga kadang disampaikan oleh Malaikat lain.

Ibnu Abbas Radhiyallahuanhu berkata:

“Ketika Malaikat Jibril sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, dia mendengar suara keriut-keriut dari atasnya, maka beliau mendongak ke atas. Beliau berkata, “Ini adalah sebuah pintu di surga yang telah terbuka hari ini, dan pintu itu tidak pernah terbuka sebelumnya, dan seorang Malaikat telah datang melaluinya. Ia adalah Malaikat yang turun ke bumi dan ia tidak pernah turun ke bumi sebelumnya.

Ia (Malaikat) memberi salam dan berkata, “Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu, belum pernah diberikan kepada seorang Nabipun sebelummu, Fātihatul Kitāb (yaitu Al-Fātihah) dan ayat-ayat terakhir surat Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca 1 huruf dari keduanya kecuali engkau akan diberi,’ (HR Muslim: 806).

Malaikat Mikail dan Tugasnya
Malaikat Mikail adalah malaikat yang bertugas menumbuhkan tumbuhan dan menurunkan hujan yang membawa kehidupan kepada bumi setelah kematiannya.

Ibnu Abbas Radhiyallahuanhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada Jibril Alaihissalam: “Apa tugas Mikail?” Kemudian Jibril menjawab, “Menumbuhkan tumbuhan dan menurunkan hujan,” (HR Tabrani).

Ibnu Katsir Rahimahullah, di dalam Al-Bidayah wa Nihayah (1/50), menulis:

“Mikail ditugaskan untuk menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang darinya berbagai rizki diciptakan di alam ini. Mikail memiliki beberapa pembantu. Mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka melalui Mikail berdasarkan perintah dari Allah. Mereka mengatur angin dan awan, sebagaimana yang dikehendaki oleh Rabb yang Maha Mulia.  Sebagaimana pula telah kami riwayatkan bahwa tidak ada satu tetes pun air yang turun dari langit melainkan Mikail bersama malaikat lainnya menurunkannya di tempat tertentu di muka bumi ini.”

Malaikat Israfil dan Tugasnya
Malaikat Israfil bertugas meniup terompet sangkakala yang membangkitkan semua jasad yang telah mati di Hari Kebangkitan

وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخۡرَىٰ فَإِذَا هُمۡ قِيَامٞ يَنظُرُونَ ٦٨

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing),” (QS Az-Zumar [39]: 68).

Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah berkata:

“Peringatan: Yang mashur adalah bahwa pemegang terompet sangkakala adalah Israfil. Al-Halimi mengatakan bahwa sudah ada konsensus (ijma’) dalam masalah ini,” (Fathul Bari, 11/368).

نَّ طَرْفَ صَاحِبِ الصُّورِ مُذْ وُكِّلَ بِهِ مُسْتَعِدٌّ يَنْظُرُ نَحْوَ الْعَرْشِ مَخَافَةَ أَنْ يُؤْمَرَ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْهِ طَرْفُهُ، كَأَنَّ عَيْنَيْهِ كَوْكَبَانِ دُرِّيَّانِ

Sesungguhnya mata ‘shahibush shuur’ sejak diberi tugas (untuk meniup sangkakala pada hari kiamat, pen.) telah bersiap sedia dengan senantiasa memandang ke arah ‘arsy, khawatir kalau (tiba-tiba) diperintahkan untuk meniupnya sebelum matanya melihat kembali (ke arah ’arsy). Kedua matanya bagaikan dua bintang yang bersinar terang,” (Silsilah As-Sahihah: 1078).

كَيْفَ أَنْعَمُ وَقَدِ التَقَمَ صَاحِبُ القَرْنِ القَرْنَ وَحَنَى جَبْهَتَهُ وَأَصْغَى سَمْعَهُ يَنْتَظِرُ أَنْ يُؤْمَرَ أَنْ يَنْفُخَ فَيَنْفُخَ

“Bagaimana aku bisa menikmati (kehidupan dunia, pen.), sementara ‘shahibul qarn’ telah memasukkan sangkakala ke mulutnya, menengadahkan kepalanya, dan memasang pendengarannya untuk diijinkan (meniupnya). Kapan pun dia diperintahkan untuk meniup, maka dia akan meniupnya,” (Silsilah As-Sahihah: 1079).

Ketiga Malaikat ini (Jibril, Mikail, dan Israfil) adalah tiga Malaikat yang paling agung, mengingat tugas-tugas yang mereka emban. Oleh karena itu, setelah bangun tidur di malam hari untuk melakukan Qiyamul Lail, Rasulullah ﷺ akan berkata di dalam Takbiratul Ihram:

للهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ

Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal ghaib dan nyata. Engkau menetapkan hukum (untuk memutuskan) apa yang diperselisihkan oleh hamba-Mu (yaitu Yahudi dan Nashrani, pen.). Tunjukkanlah aku pada kebenaran atas apa yang mereka perselisihkan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki,” (HR Muslim: 770).

Sumber:
Aziz, Shawama Abdul. ---------. Faith in the Angels. QSEP Publisher

0 komentar:

Post a Comment