Ingin Masuk Islam, Tetapi Dibilangin Suruh Nunggu


Pertanyaan:
Sudah sebulan terakhir ini saya mempelajari Islam, dan juga telah mulai membaca Quran. Secara pribadi, saya sudah siap untuk mengucapkan syahadat, tetapi berapa teman saya yang Muslim tidak sependapat.

Mereka mengira bahwa saya dinilai terburu-buru untuk membuat komitmen seumur hidup (dengan mengucapkan syahadat), tetapi saya merasa bahwa saya ini memang sudah siap (untuk mengucapkan syahadat).

Tolong nasihati saya tentang apa yang harus saya lakukan agar saya bisa siap menerima dan menyatakan bahwa Allah adalah satu-satunya sesembahan yang hak, dengan kesadaran yang jelas bahwa saya benar-benar tidak melakukan ini dengan terburu-buru?

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamQA, diketuai oleh Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid
Alhamdulillah.

Selamat kami ucapkan kepada Anda.

Kami tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan kami ketika kami membaca pertanyaan Anda, yang menyatakan kesiapan Anda untuk memeluk agama Islam.

Nasihat yang Anda terima dari beberapa orang itu, bahwa Anda harus menunggu, adalah sesuatu yang aneh. Tetapi mungkin, mereka hanya khawatir kalau-kalau Anda nanti akan kembali menjadi kafir setelah memeluk Islam jika Anda terlalu terburu-buru.

Akan tetapi, bukankah kematian itu bisa datang kapan saja?

Jika jawaban Anda, “Iya,” maka bukankah Anda tahu bahwa hal terbaik yang harus dilakukan adalah terus melaju dan masuk Islam seketika itu juga.

Dengan demikian, ketika waktu kematian Anda tiba, Anda akan bertemu Allah sebagai pengikut agamaNya, Islam, karena Allah tidak menerima agama selain Islam.

Amal saleh yang paling baik adalah yang dilakukan tanpa harus menunda-nundanya. Lebih-lebih, Alhamdulillah, Anda telah membaca tentang Islam dan membaca Quran selama kurun waktu yang lumayan.

Jadi, bersegeralah, dan jangan cabut diri Anda dari pahala yang akan Anda peroleh dengan bersegera memasuki agama Islam.

Kami berdoa kepada Allah agar membantu Anda, membuat segalanya menjadi mudah bagi Anda, membuka hati Anda kepada kebenaran, serta menolong Anda agar senantiasa istikamah di atasnya.

Wallahu muwafiq.

Sumber:
http://islamqa.info/ar/2585

Penerjemah:
Irfan Nugroho

Staf pengajar di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran At-Taqwa Sukoharjo.

0 komentar:

Post a Comment