Pahala untuk Mereka yang Menyibukkan diri di Jalan Allah

Oleh Imam Ibnul Qayyim   
Jika seorang hamba menjalani pagi dan sore hari tanpa memiliki kekhawatiran apa-apa kecuali kekhawatirannya kepada Allah ﷻ, maka Allah ﷻ akan memenuhi semua kebutuhannya dan mengangkat kekhawatirannya (tentang urusan dunia).

Allah akan mengosongkan hati hamba tersebut untuk kemudian dipenuhi dengan cinta-Nya, sedang lidahnya akan senantiasa berzikir kepada Allah, dan jasadnya akan diberi kekuatan untuk menjalankan perintah-perintah agama, semata untuk mencari keridhaan-Nya.

Jika seorang hamba menjalani pagi dan sore hari, tanpa memilki kekhawatiran apa-apa kecuali urusan dunia, maka Allah akan menanamkan kekhawatiran dan nestapa di dalam hatinya.

Allah akan berpaling dari-Nya, dan membuatnya terus sibuk dengan hal-hal selain keridhaan Allah ﷻ. Lidahnya tidak akan berzikir kepada Allah, justru terus teringat dengan ciptaan-Nya (dunia). Hamba tersebut akan menggunakan kekuatannya untuk hal-hal selain keridhaan Allah, dan dia akan terus saja sibuk dengan urusan dunianya.

Allah ﷻ berfirman:

وَمَن يَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَٰنِ نُقَيِّضۡ لَهُۥ شَيۡطَٰنٗا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٞ ٣٦ 

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya,” (QS Az-Zukhruf: 36).

Seseorang bertanya kepada Abu Sufyan bin Uyaynah (wafat tahun 198H) berkata, “Adakah peribahasa di dalam Quran yang semakna dengan, “Beri saudaramu kurma. Jika dia menolak, beri dia bara api.”

Maka Abu Sufyan bin Uyaynah membaca ayat di atas.

Sumber:
Al-Jauziyah, Ibnu Qayyim.------. Al-Fawaid: A Collection of Wise Saying. Mesir: Umm Al-Qura. Hal. 129-130.

0 komentar:

Post a Comment