Difitnah Curi Sapi, Muslim India Kepala Madrasah Gugur Dikeroyok Penganut Hindu


India, Mukminun.Com- Di tengah perdebatan politik nasional tentang intoleransi beragama, seorang pria Muslim di India dipukuli hingga gugur pada Senin (2 November 2015) oleh sekelompok penganut Hindu yang menuduh korban telah mencuri seekor sapi—simbol keramat di dalam agama Hindu. Inilah insiden keempat dalam enam pekan di mana penganut Hindu membunuh beberapa umat Islam yang difitnah menyembelih, mencuri atau menjual sapi secara rahasia.

Polisi menemukan jasad Muhammad Hasmat Ali bersimbah darah dengan luka memar di sekujur tubuh pada Senin pagi hari di Desa Uchekon Moiba Thongkong, Manipur, India utara. Ali (55) merupakan seorang kepala desa di Keirao Makting dan juga kepala madrasah di desa tersebut. Salah seorang pejabat kepolisian setempat mengatakan bahwa Ali tidak memiliki usaha jual-beli sapi dan tidak memiliki rekaman tindak kejahatan.

“Apa yang terjadi di sini sungguh-sungguh suatu kesalahan besar. Masyarakat bermain hukum sendirian,” ujar Naba Kanta, pejabat polisi senior yang memimpin investigasi kasus kematian Muhammad Hasmat Ali. “Kami sedang menghadapi sekelompok massa yang bermasalah dalam keadilan di daerah ini, dan kami sedang mengupayakan yang terbaik untuk mengatasinya.”

Beberapa insiden pembunuhan serupa terjadi seiring dengan wacana pengesahan undang-undang yang melarang penyembelihan dan konsumsi sapi di negara Bolywood tersebut. Perdana Menteri Narendra Modi dari Partai Bharatiya Janata (BJP) secara agresif menekan pemerintah untuk meluluskan undang-undang tersebut.

Kantor berita Tribune Pakistan menyebutkan bahwa beberapa kasus terbaru sering melibatkan kelompok mafia Hindu nasionalis yang dibentuk untuk melindungi sapi-sapi di negara tersebut. Beberapa dari kelompok ini memiliki ikatan resmi dengan BJP untuk memobilisasi anggotanya melawan mereka yang dicurigai telah menyembelih, memakan atau mencuri sapi, yang seringnya berujung pada kematian bagi pihak tertuduh.

Tepat pada 28 September 2015 lalu, satu keluarga Muslim di pinggiran Delhi dikabarkan mendapat serangan dari sekelompok penganut Hindu yang mencurigai keluarga tersebut telah mengonsumsi sapi—sebuah tuduhan yang akhirnya dibantah oleh pihak keluarga. Sang kepala keluarga, Muhammad Ikhlaq, gugur dan seorang anaknya mengalami luka serius atas penyerangan tersebut. Beberapa pekan kemudian di Kashmir India Utara, sekelompok penganut Hindu melempar bom rakitan pada sebuah truk yang dicurigai mengangkut daging sapi. Alhasil, seorang pengemudi truk yang juga seorang Muslim mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan gugur beberapa hari kemudian. Insiden serupa terjadi pada 14 Oktober 2015 ketika seorang Muslim dibunuh di Himachal Pradesh India Utara ketika dirinya diserang oleh sekelompok Hindu yang memfitnahnya telah menjual sapi untuk disembelih.

Tentang pembunuhan terhadap Muhammad Hasmat Ali, salah seorang petugas kepolisian mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula dari gonggongan anjing milik seorang penganut Hindu bernama Brajendra pada Senin pagi waktu setempat.

“Brajendra memutuskan untuk keluar dan mengecek,” ujar Kanta, petugas kepolisian tersebut. “Ia mendapati Ali berada di salah satu sudut kandangnya sedang menggigil kedinginan. Brajendra mengira bahwa Ali hendak mencuri salah satu anak sapi miliknya lalu membunyikan alarm. Sekelompok massa lalu berkumpul dan mulai memukuli Ali. Ali gugur saat itu juga setelah dipukul dan diseret.

Brajendra sendiri telah ditahan, dan pejabat kepolisian setempat mengakui keterlibatannya dalam kematian Hasmat Ali. Lebih lanjut Brajendra akan dimintai keterangan tentang siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Di Desa Keirao Makting—tempat Hasmat Ali berasal—masyarakat mengaku marah atas insiden tersebut dan menggelar aksi protes atas pembunuhan tersebut di depan salah satu pos polisi setempat. Mereka memblokade jalan menuju kota Imphal dan membentuk komite warga untuk melakukan investigasi independen. “Bagaimana mungkin seseorang yang keluarganya terdiri atas insinyur dan dokter, dan beliau sendiri adalah seorang kepala sekolah yang dihormati, mencuri anak sapi?” tanya Muhammad Razauddin, ketua komite warga tersebut.

“Ia tidak pernah terlibat dalam satu pun perkelahian di desa ini,” imbuh Razauddin. “Anak-anak di Madrasahnya begitu mencintai sosok Ali yang penuh wibawa.”

Sumber:

http://tribune.com.pk/story/985676/indian-muslim-accused-of-stealing-a-cow-is-beaten-to-death-by-a-hindu-mob/?

0 komentar:

Post a Comment