Riset: 75% Muslim Australia Merasa Terzalimi oleh Penguasa



Australia, Mukminun.com- Tak kurang dari tiga perempat umat Islam di Autralia berkeyakinan bahwa mereka terus saja menjadi target dari adanya penerapan Undang-undang kontraterorisme yang diberlakukan di negara tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Queensland ini mengungkap fakta bahwa petugas kepolisian di Australia, khususnya di Sydney, harus melakukan lebih banyak hal untuk membangun kepercayaan dan itikad baik untuk bekerja sama dengan masyarakat muslim di sana.

Sekitar 75% dari 800 muslim Australia yang terlibat di dalam survei tersebut menyepakati bahwa undang-undang kontraterorisme Australia "secara tidak adil ditujukan kepada umat Islam."


Mereka merasa terus diawasi oleh pihak berwenang di Australia, sedang separuh dari mereka mengaku mengubah cara mereka berpakaian, menghindari masjid-masjid tertentu, serta membatalkan jadwal bepergian ke luar negeri.

Meski satu dari lima orang di dalam survei tersebut menyatakan bahwa Daulah Islam (ISIS/IS) merupakan salah satu penyebab utama kezaliman penguasa, mereka meyakini sepenuhnya bahwa jargo "perang melawan teror" adalah "perang melawan Islam."

"Umat Islam yang merasa keyakinan mereka sedang diserang oleh pihak berwenang, penguasa, atau oleh kebijakan asing, akan cenderung berempati dengan kelompok teroris tersebut (meski hal itu bukan lantas menjadi dalih bagi mereka untuk mendukung penggunaan kekerasan oleh kelompok teroris)," ujar laporan tersebut. 

Tak hanya dari penguasa, kezaliman terhadap umat Islam di Australia juga dilakukan oleh media-media mainstream. Hampir dari sepertiga responden menyatakan bahwa media-media memperlakukan mereka secara tidak adil. (Theguardian/Mukminun)