Doa-Doa untuk Mengatasi Kesulitan Saat Melahirkan


Oleh Sheikh Muhammad Suwaid
Seorang ibu yang menghadapi kelahiran seorang bayi pasti merasakan betapa sakit dan lelahnya melahirkan, baik yang bersifat fisik maupun kejiwaan. Detik-detik ketika melahirkan seorang bayi merupakan detik-detik yang begitu genting bagi pasangan suami istri. Ayat-ayat Al-Quran menggambarkan kondisi Maryam dalam detik-detik seperti ini:

“Maka Maryam mengandungnya, lalu dia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma. Dia berkata, ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati saja sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang dilupakan,” (QS Maryam: 22-23).

Di antara zikir yang disunnahkan untuk dibaca ketika hendak melahirkan adalah seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kepada putrinya Fatimah ketika hendak melahirkan.

Ibnu As-Sinni dengan sanad dhaif[i] meriwayatkan bahwa Fatimah memerintahkan Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsy agar mengunjunginya dan membacakan ayat Kursi kepadanya serta ayat:

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًۭا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam,” (QS Al-A’raaf: 54).

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ إِذْنِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS Yunus: 3).

Juga agar membacakan mu’awidzatain (An-Naas dan Al-Falaq) kepadanya.

Ibnu Sinni meriwayatkan pula hadist dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jika seorang wanita itu mengalami kesulitan dalam melahirkan, maka ambillah bejana lalu tuliskan di dalamnya ayat:

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا سَاعَةًۭ مِّن نَّهَارٍۭ

“Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari,” (QS Al-Ahqaaf: 35).

Juga ayat:

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَىٰهَا

“Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari,” (QS AN-Naziat: 46).

Serta ayat:

لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌۭ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًۭا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُدًۭى وَرَحْمَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman,” (QS Yusuf: 111).

Kemudian air itu diusapkan dan diminumkan kepadanya dan sebagiannya lagi dipercikkkan ke bagian perut dan kemaluannya.

Seorang wanita pada saat-saat seperti ini sangat perlu menghadapkan diri kepada Allah dengan cara memanjatkan doa kepadaNya secara bersungguh-sungguh dan ikhlas, serta memperbarui taubat nashuhah. Mudah-mudahan Allah akan memudahkan proses persalinannya serta memberi kekuatan untuk menahan rasa sakit karena melahirkan dan berbagai kesulitannya.

Sheikh Zhafar Al-Makki[ii] mengatakan, “Telah sampai kepadaku kabar bahwa ibu dari Abu Sirri Manshur bin Ammar merasakan sakit yang hebat ketika hendak melahirkan. Di sisinya terdapat bidan yang berusaha menilong proses kelahiran sang bayi akan tetapi sang bayi belum juga keluar dari rahim ibunya. Hal ini mengakibatkan rasa sakit yang sangat. Dia berkata, “Wahai Manshur, temuilah ayahmu dan panggillah kemari!”

Manshur berkata, “Apakah dalam kondisi genting seperti ini ibu akan meminta tolong kepada makhlukNya yang tidak bisa memberikan madharat dan manfaat apa-apa dan aku menjadi utusanmu untuk menemuinya?

Ibunya kemudian berkata, “Mungkin sebentar lagi aku akan meninggal dunia.”

Manshur berkata lagi, “Ucapkanlah, ‘Ya Allah aghitsni’ (Ya Allah tolonglah aku).”

Kemudian ibunya mengucapkan “Ya Allah aghitsni” dan ketika itu juga sang bayi lahir.

Pengawasan dan pertolongan Allah kepada manusia tidak pernah berhenti dan rahmatNya tidak pernah terputus sekejap pun. Kemudahan yang diberikan oleh Allah tidak pernah terputus. Inilah yang disyariatkan oleh Allah:

“Kemudian Dia memudahkan jalannya,” (QS Abasa: 20).

Sang janin keluar dari perut ibunya dan masa kehidupan janinpun berakhir sudah untuk kemudian memulai kehidupan yang baru sebagai anak. Dari sini dia mulai mempunyai hak-hak yang menjadi kewajiban bagi orang tuanya seperti yang dijelaskan dalam bab-bab selanjutnya:



[i] Hadist ini disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam Kitab Al-Kalim At-Thayyib, hal. 87 yang ditahqiq oleh Abdul Qadir Al-Arnauth. Beliau mengatakan bahwa hadist ini diriwayatkan oleh Ibnu Sinni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, no. 725, dan sanad hadist ini adalah dhaif.

[ii] Ibnu Zhafar Al-Makki (wafat 565 H), dalam kitab Anba’ Nujaba Al-Abna’, hal. 163