Tanya-Jawab Islam: Hukum Merayakan Valentine's Day

Pertanyaan:
Akhir-akhir ini telah merebak perayaan valentin's day 'terutama di kalangan para pelajar putri', padahal ini merupakan hari raya kaum Nashrani. Mereka mengenakan pakaian berwarna merah dan saling bertukar bunga berwarna merah .. Kami mohon perkenan Syaikh untuk menerangkan hukum perayaan semacam ini, dan apa saran Syaikh untuk kaum muslimin sehubungan dengan masalah-masalah seperti ini. Semoga Allah menjaga dan memelihara Syaikh.

Jawaban oleh Sheikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Tidak boleh merayakan valentine's day karena sebab-sebab berikut:
Pertama: Bahwa itu adalah hari raya bid'ah, tidak ada dasar-nya dalam syari'at.

Kedua: Bahwa itu akan menimbulkan kecengengen dan kecemburuan.

Ketiga: Bahwa itu akan menyebabkan sibuknya hati dengan perkara-perkara bodoh yang bertolak belakang dengan tuntunan para salaf رضى الله عنهما.

Karena itu, pada hari tersebut tidak boleh ada simbol-simbol perayaan, baik berupa makanan, minuman, pakaian, saling memberi hadiah, ataupun lainnya.

Hendaknya setiap muslim merasa mulia dengan agamanya dan tidak merendahkan diri dengan menuruti setiap ajakan.

Semoga Allah سبحانه و تعالى melindungi kaum muslimin dari setiap fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dan semoga Allah senantiasa membimbing kita dengan bimbingan dan petunjukNya.

Rujukan: Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin, tanggal 5/11/1420 H yang beliau tandatangani. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.