Belajar dari para Salaf tentang Pengaruh Kepribadian Orang Tua terhadap Anak


Oleh Sheikh Salim Shalih Ahmad bin Madhi
Sejarah Islam yang mulia merekam kisah-kisah dan contoh kepribadian anak yang dipengaruhi oleh kepribadian ayah dan ibu mereka. Di antaranya:

Kepribadian Seorang Ayah
Diceritakan bahwa keberanian Abdullah Ibn az-Zubair adalah pengaruh dari keberanian ayah dan ibunya -radiallahu'anhuma- yang ditirunya.

Al-Laits meriwayatkan dari Abul Aswad dari Urwah, katanya:

"Az-Zubair memeluk Islam dalam usia 8 tahun. Suatu waktu dia pernah tersugesti oleh syetan bahwa Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- ditangkap di dataran tinggi Mekkah. Az-Zubair yang masih kanak-kanak, berusia 12 tahun keluar rumah sambil membawa pedang. Setiap orang yang melihatnya terheran-heran dan berkata:

“Anak kecil menenteng pedang?!”

Hingga akhirnya bertemu Nabi. Nabi turut heran terhadapnya dan bertanya:

“Ada apa denganmu wahai az-Zubair?!”

Az-Zubair mengabarkan (sugesti yang terlintas dalam fikirannya) seraya berkata:

“Aku datang untuk memenggal dengan pedangku ini siapa pun yang menangkapmu!” (Siar A’lam An-Nubala 1/41-42).

Keberanian Sang Ibu
Cerita keberanian Asma binti Abu Bakar, Ibu dari Abdullah Ibnu az-Zubair -radiallahu'anhum-.

Imam adz-Zahabi berkata:
Abu al-Muhayyah Ibn Ya’la at-Taymi Menceritakan kepada kami dari ayahnya, katanya:

“Aku masuk Mekkah setelah tiga hari terbunuhnya Ibnu az-Zubair yang terpasung. Ibunya yang sudah renta datang dan berkata kepada al-Hajjaj:

“Bukankah sekarang saatnya bagi yang terpasung untuk turun?”

“Si munafik?” Sela al-Hajjaj.

“Demi Allah, dia bukanlah orang munafik. Dia adalah anak yang senantiasa berpuasa, shalat malam dan berbakti pada orang tua.” Sergah Ibu Ibnu az-Zubair.

“Pergilah engkau wahai orang tua, engkau tengah membual.” Ucap al-Hajjaj.

Ibu Ibnu Zubair berkata lagi: “Tidak, demi Allah, aku tidaklah membual setelah Rasulullah bersabda:

“Di Tsaqif akan ada pendusta dan orang yang lalim....” (Siar A’lam An-Nubala 2/294).