Terapi Kemandulan Menurut Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam


Oleh Sheikh Muhammad Suwaid
Imam Abu Hanifah, di dalam musnad-nya, meriwayatkan hadist dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahuanhu bahwa salah seorang Anshar datang menghadap Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam seraya berkata,

“Ya Rasulullah, aku belum dikaruniai anak dan aku tidak memiliki anak.”

Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jika engkau mau memperbanyak istighfar dan memperbanyak sedekah, maka engkau akan dikaruniai anak.

Sahabat ini pun kemudian memperbanyak sedekah dan istighfar. Jabir kemudian melanjutkan ceritanya, “Kemudian ia pun dikarunia sembilan anak laki-laki.

Al-Allamah Mulla Ali Al-Qari dalam menjelaskan hadist ini mengatakan, “Barangkali hal ini bertolak dari firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menceritakan tentang Nabi Nuh Alaihissalam:

“Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, - Sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun – niscara Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai,” (QS Nuuh: 10-12).

Disebutkan pula dari sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahuanhu bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Orang yang memperbanyak istighfar, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menjadikan kesedihannya menjadi kebahagiaan, kesempitan menjadi kelonggoran serta memberinya rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka,” (HR Ahmad dan Hakim).