Pokok-Pokok Tarbiyah Nabi atas Generasi Islam Pertama


Oleh Sheikh Dr Abdullah Azzam
Inilah pokok-pokok tarbiyah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam atas generasi Islam yang pertama.

Sungguh, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam telah membina generasi yang unik ini di atas prinsip-prinsip yang kuat. Yang terpenting dalam pandangan kami adalah:

1. Membatasi pembinaan hanya dengan Manhaj Rabbani
2. Memurnikah dakwah dari segala kepentingan duniawi dan manfaat-manfaat yang bersifat sementara
3. Dimulai dengan membangun aqidah umat sebelum menegakkan syari’at (hukum)
4. Sejak pertama kali ada, pembinaannya adalah kelompok pergerakan
5. Jelas benderanya dan terang tujuannya, serta tidak bercampur aduk dengan pemikiran lain
6. Membina “Qaidah Shalabah” atau kelompok inti yang kuat menopang “bangunan”
7. Mendayagunakan semua potensi
8. Mengukur kualitas personel dengan parameter ketakwaan
9. Pembinaan melalui celah fenomena dan amal nyata
10. Berjihad
11.Menanamkan keyakinan dalam hati akan datangnya pertolongan Allah
12. Menjadi uswah hasanah dan pemimpin yang beramal nyata
13. Bersikap lembut dan penyayang, bukan kasar dan menyakitkan
14. Bervisi jauh ke depan, khususnya dalam menyikapi perubahan antar fase perjuangan
15. Para sahabat menerima perintah untuk dilaksanakan dan ditindakkan.

Sebelum saya memulai menjelaskan rincian pilar-pilar manhaj Nabawi tersebut, saya akan menjelaskan manfaat mengetahui konsep Tarbiyah Nabawiyah ini. Khususnya bagi para pejuang Islam yang hendak mewujudkan masyarakat Islam yang nyata.

Manfaat-manfaat yang penting antara lain:

Pertama:
Untuk mengetahui Manhaj (konsep) Islam dalam menegakkan daulah atau negara. Sebab manhaj pemikiran dan gerakan untuk menegakkan Islam tidak kalah penting dari manhaj kehidupan dan tidak terpisah daripadanya. Sebagaimana Din berasal dari Allah, cara-cara menegakkannya pun harus dari Allah.

Kedua:
Untuk mengikuti jalan Rabbani dalam membela diinullah dan mengokohkan syariatNya dalam kehidupan. Di samping agar dapat istiqamah di atas jalan tersebut.

“dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman,” (QS Huud: 120).

“Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)." Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat,” (QS Al-An’am: 90).


Jalan itulah yang ditempuh oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pertama kalinya, sehingga Islam mendapatkan kemenangan. Dan sekali-kali agama ini tidak akan bangkit kecuali dengan cara tersebut.

Ustadz Sayyid Quthb berkata, “Pemeluk agama ini harus benar-benar mengetahui bahwa agama ini zatnya adalah Rabbani. Maka konsep operasionalnya juga harus bersifat Rabbani, berjalan paralel dengan tabiatnya. Dan tidak mungkin memisahkan agama ini dari konsep operasionalnya. Juga, perlu dipahami bahwa manhaj ini adalah konsep yang sifatnya fundamental. Jadi bukan manhaj yang bersifat temporer, geografis, ataupun manhaj kondisional yang secara spesifik brekaitan dengan problem-problem Jamaah Islam yang pertama. Ini adalah manhaj yang mana bangunan agama ini tidak akan tegak kapan pun dan di mana pun juga kecuali harus dibangun dengannya. Berpegang teguh dengan manhaj tersebut merupakan perkara yang sangat vital, seperti halnya berpegang teguh pada sistem Islam pada setiap gerakan.

Ketiga:
Untuk mengetahui betapa mulianya Sang panglima sekaligus pembimbing, yaitu Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam yang telah mempraktikkan manhaj tersebut. Juga untuk mengetahui keagungan pasukan yang telah melaksanakan manhaj tersebut.

Dalam waktu yang relatif singkat, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam telah membidani lahirnya sebuah generasi yang terdiri dari pemimpin-pemimpin yang tiada duanya. Jumlah panglima-panglima militer yang digembleng Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam lebih banyak daripada semua panglima militer yang pernah ada sepanjang sejarah Islam. Beliau juga memunculkan generasi pemimpin, politikus, administrator, pembimbing, pengajar, hakim, dan penguasa. Jika ada yang mampu melahirkan pemimpin pada salah satu dari satu bidang tersebut, pastilah namanya akan ditulis dalam kelompok orang-orang abadi yang dikenang. Lalu, bagaimana halnya dengan orang yang dapat melahirkan generasi yang membidangi semua hal itu? Ini benar-benar keagungan Nubuwah, sebagaimana yang dikatakan oleh Abbas Radhiyallahuanhu.

Sekarang, marilah kita kembali membicarakan tentang pondasi-pondasi yang digunakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dalam menegakkan bangunan yang sangat besar tersebut. (Bersambung...)