Keikhlasan dan Kejujuran para Salaf #1

Oleh Abdul Aziz Nashir Al-Julail & Baha'udin Fatih Aqil
Dari Bakar bin Ma'iz, ia berkata, "Rabi' tidak pernah terlihat mendirikan shalat sunnah di masjid kampungnya, kecuali hanya sekali saja," (Dalam Shifatush Shafwah: 3/61).

Dari Sufyan, budak Rabi' bin Khutsaim, ia berkata, "Semua amal Rabi' bersifat rahasia. Jika ada orang yang datangbertamu padahal dia sedang membaca Quran, dia langsung menutupi mushafnya dengan bajunya," (Dalam Shifatush Shafwah: 3/61).

Dari Mundzir, dari Rabi' bin Khutsaim, ia berkata, "Semua hal yang tidak ditujukan untuk mencari ridha Allah akan sia-sia," (Dalam Shifatush Shafwah: 3/61).

Dari Abu Hamzah Ats-Tsumaili, ia berkata, "Dahulu Ali bin Hussain biasa memanggul karung roti di atas punggungnya di kegelapan malam untuk disedekahkan. Ia berkata, 'Sungguh, sedekah secara rahasia bisa memadamkan murka Allah azza wa jalla," (Dalam Shifatush Shafwah: 3/96).

Dari Amru bin Tsabit ia berkata, "Ketika Ali bin Hussain meninggal dunia, menusia memandikannya. Mereka melihat ada bekas hitam di punggungnya. Mereka pun bertanya, 'Apa ini?' Kemudian dijawab, 'Ia selalu memanggul karung gandum di atas punggungnya pada malam hari untuk diberikan kepada orang-orang fakir di Madinah," (Dalam Shifatush Shafwah: 2/96).

Dari Ibnu Aisyah, dari ayahnya, ia berkata, "Aku pernah mendengar penduduk Madinah mengatakan, 'Kami tidak peenah kehilangan sedekah rahasia hingga Ali bin Hussain meninggal dunia," (Dalam Shifatush Shafwah: 2/96).

Dikutip dari buku, "Aina Nahnu Min Akhlaqish Shalaaf."

0 komentar:

Post a Comment