Fikih Islam: Sujud Sahwi – Sujud Karena Lupa Ketika Sholat


Oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi
Orang yang lupa dalam sholatnya, apakah menambah satu rekaat, atau satu sujud, atau semisalnya, maka untuk memperbaiki shalatnya tersebut dia wajid melakukan sujud dua kali setelah sholatnya selesai kemudian salam.

Demikian juga orang yang meninggalkan salah satu sunnah muakkadah dalam sholat karena lupa, maka dia wajib melakukan sujud sebelum salam. Begitu juga orang yang meninggalkan tasyahud awal, sedang dia tidak mengingatnya atau dia mengingatnya namun setelah sempurna berdiri tegak maka dia tidak boleh kembali untuk duduk tasyahud tetapi dia wajib untuk melakukan sujud sebelum salam.

Demikian juga orang yang mengucapkan salam dalam sholatnya sebelum dia menyempurnakan shalatnya. Maka, dia wajib kembali jika selang waktunya dekat lalu dia menyempurnakan shalatnya dan bersujud setelah salam.

Dalil dalam hal ini adalah sabda dan perbuatan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau pernah salah setelah dua rakaat (pada shalat zuhur) lalu diberitahukan kepada beliau akan hal itu. Setelah itu, beliau kembali dan menyempurnakan shalatnya serta sujud setelah salam, (HR Al-Bukhari: 1227, dan Muslim: 97, kitab Al-Masaajid).

Sebagaimana beliau juga pernah satu kali berdiri setelah dua rakaat dan beliau tidak melakukan tasyahud awal, lalu beliau sujud sebelum salam dan bersabda:

“Apabila salah seorang dari kalian ragu-ragu dalam shalatnya lalu dia tidak tahu berapa rakaat yang telah dia lakukan dalam shalat, tiga rakaat ataukah empat rakaat, maka hendaklah dia menepis keraguannya dan mempertahankan apa yang dia yakini, kemudian sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia mengerjakan shalat lima rakaat, maka lima rakaat itu dapat memperbaiki shalatnya, dan jika dia mengerjakannya sempurna empat rakaat, maka dua sujud itu untuk membuat setan marah,” (HR Muslim: 88, 1/400, Kitab Al Masaajid).

Adapun jika makmum lupa, maka tidak wajib baginya sujud – menurut mayoritas ulama – kecuali jika imamnya itu lupa lalu dia ikut sujud bersamanya. Karena perintah baginya adalah mengikuti imam, dan shalatnya terikat dengan shalat imam. Para sahabat ikut sujud bersama Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ketika lupa dan ikut sujud sahwi bersama beliau.[i]


[i] Dalam hal ini Imam At-Tirmidzi telah meriwayatkan dalam sebuah hadist tentang berdirinya Nabi dari rakaat kedua tanpa duduk tasyahud, berkata, “Ketika selesai dari shalatnya, beliau sujud dua kali kemudian salam, dan orang-orang ikut sujud bersama beliau, sebagai ganti dari duduk tasyahud yang beliau lupa.” Meskipun riwayatnya cacat, tetapi seluruh ulama mengamalkannya, demikian juga berdasarkan sabda beliau dalam riwayat yang shahih, “Janganlah kalian menyelisihi imam kalian.”